
Di dalam ruangan Liu Zixia mulai merasakan perasaan tidak nyaman, rasa sakit di pinggang serta gerakan-gerakan nakal di perutnya membuat Liu Zixia kesusahan untuk melakukan kegiatan. Ru Ansan di sisi lain sedang mempersiapkan proses kelahiran, ia sudah menyiapkan tempat yang nyaman bagi Liu untuk melakukan persalinan nanti.
Liu Zixia kadang akan berteriak ketika rasa sakit yang kuat menghantam dirinya, kadang ia akan terduduk secara tiba-tiba karena tidak kuat menahan rasa sakit itu. Lin Yuhua yang berada di dalam ruangan mencoba untuk tidak peduli, ia menutup telinga dari teriakan Liu Zixia namun semakin lama teriakan Liu Zixia terdengar semakin keras.
"Aku tidak kuat," bisik Liu Zixia saat dirinya dibantu oleh Ru Ansan menuju tempat persalinan.
Ru Ansan tidak banyak bicarakan, semenjak Liu Zixia mulai mengalami kesakitan ruangan tampak kacau. Banyak hal terjadi di dalam ruang menyebabkan Ru Ansan harus mengabaikan semua itu demi kelancaran persalinan Liu Zixia.
Lin Yuhua tidak tahan lagi, ia keluar dari tempat persembunyiannya mencari keberadaan Liu Zixia yang saat ini terbaring di sebuah ranjang bersiap untuk melahirkan. Ru Ansan tidak menyangka setelah masuk ke dalam ruang kecepatan persalinan Liu Zixia malah menjadi lebih cepat.
"Kenapa ini bisa terjadi?" tanya Lin Yuhua saat dirinya berhasil sampai di sisi Liu Zixia.
Di ranjang pakaian Liu Zixia terlihat berantakan, tubuhnya sudah basah karena keringat sedangkan rasa sakitnya terus meningkat setiap saat. Apalagi kedua bocah yang ada di dalam perut Liu Zixia terlihat tidak sabar untuk melihat dunia karena sejak tadi mereka terus bergerak gelisah seolah tengah bersaing memperebutkan posisi ke luar duluan.
"Mana aku tahu, sana katakan pada anakmu untuk diam dan tidak menyusahkan ibu mereka. Apa mereka pikir perut Liu Zixia lapangan bola sehingga mereka bisa bertindak seenaknya," keluh Ru Ansan dengan kesal.
Lin Yuhua menatap perut Liu Zixia yang semakin menonjol, kadang tonjolan lebih jelas terlihat di kiri atau kanan seolah anak Liu Zixia di dalam perut menendang dengan keras. Lin Yuhua menunduk, mengecup perut Liu Zixia dengan penuh kasih sayang.
Entah apa yang dikatakan Lin Yuhua berpengaruh tapi benar saja, perut Lin Yuhua terlihat tenang tidak lagi ada gerakan nakal seperti tadi. Mereka hanya bergerak sesekali seolah sedang mencari posisi terbaik.
Ru Ansan tertawa masam melihat semua itu, sejak tadi dia juga sudah mengancam bocah nakal yang ada di perut Liu Zixia tapi ke-duanya tidak mau mendengarkan dirinya.
"Awas saja kalian berdua! Ketika aku melihat kalian, aku akan memukul pantat kalian dengan keras " Ru Ansan mengancam janin itu.
Seolah mendengar, mereka bergerak sedikit seperti mengejek Liu Zixia. Liu Zixia hanya mampu menahan tawa, dia masih merasakan sakit yang tajam di bagian pinggang serta perutnya.
Setelah semua selesai, Liu Zixia bersiap untuk menjalani proses persalinan.
"Ternyata semua persalinan sama di setiap zaman, ada juga pembukaan yang terasa merenggut nyawa. Hah ... setelah seperti ini masih saja banyak laki-laki yang mengabaikan perasaan wanita. Membuat wanita menangis akibat tingkah mereka, wanita bertaruh nyawa berjuang agar kehidupan baru bisa melihat dunia tapi apa balasan anak dan suaminya?" Ru Ansan berceloteh.
Ia memeriksa apakah semua pembukaan Liu Zixia telah selesai, mendengar ucapan Ru Ansan yang terkesan menyindir dirinya Lin Yuhua hanya mampu menundukkan kepala karena malu.
"Masih banyak anak-anak yang melawan, membentak dan bahkan mengabaikan perasaan ibu mereka. Mereka tidak tahu berapa banyak air mata dan darah yang ibu mereka keluarkan untuk membiarkan mereka melihat dunia. Berapa banyak anak-anak yang menelantarkan orangtua mereka ketika orangtua mereka telah tua? Sungguh miris hidup sebagai wanita tapi mereka yang disebut wanita bahkan tidak pernah mengeluh."