Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#121


Liu Yan terus memberontak saat dirinya ditarik secara paksa ke lantai atas kembali seperti hewan ternak yang dicocol hidungnya. Liu Yan berteriak keras, ia membuat keributan besar saat sampai di lantai atas di ruangan paling ujung yang merupakan tempat binatang buas dibawa oleh pemiliknya mencari kesenangan di sini.


Ruangan itu bisa dilihat dari luar karena memang dijadikan tempat bebas tanpa ada hambatan sama sekali. Di dalam ruangan Liu Yan dilempar kembali ke tengah di mana banyak binatang buas yang sedang berkerumun sembari dipegang oleh pemiliknya.


"Wanita busuk ini, dia mengaku sebagai Selir Kaisar kepada siapa saja. Mana mungkin ada Selir dengan wajah buruk rupa seperti dia, lihat kondisi mental dan tubuhnya sepertinya dia disiksa habis-habisan sebelum dikirim ke sini." Pemilik tempat itu meludah jijik saat melihat Liu Yan.


Sebenarnya dia enggan membeli Liu Yan tapi mengingat Liu Yan bisa dimanfaatkan untuk binatang buas yang dipelihara oleh orang-orang kaya dan bisa menghasilkan uang lebih untuknya dia terpaksa membeli Liu Yan yang setengah gila. Liu Yan dengan kejam dipaksa melayani binatang buas peliharaan itu dan menjadi tontonan para pemilik yang tertawa senang.


Akan tetapi semua itu tidak ada hubungannya dengan Liu Zixia, dia hanya melihat sekilas sebelum berlalu pergi dari sana secepat mungkin. Pria yang mengikuti Liu Zixia juga terus menyusul dari jauh, tanpa henti ia terus menguntit Liu Zixia bahkan membeli beberapa barang yang sempat dilirik oleh Liu Zixia.


"Aku merasa ada seseorang yang mengikuti diriku? Apakah itu suamiku atau ada orang lain yang ingin berbuat jahat padaku?" tanya Liu Zixia heran setelah sekian lama.


Ia baru sadar telah diikuti ketika kakinya hampir mencapai sebuah restoran ternama dengan menu makanan yang diganti setiap hari. Liu Zixia berjalan memasuki restoran itu, ia memilih beberapa makanan yang menurutnya paling enak dengan memesan sebuah kamar pribadi.


Liu Zixia duduk di kursi sembari melihat hasil barang-barang yang telah dibelinya, saat tengah asyik mencoba beberapa aksesoris ketukan di pintu membuat Liu Zixia terkejut. Buru-buru ia meletakkan barang-barang itu sembari berdiri, ia berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


Baru saja pintu terbuka sedikit sebuah dorongan kuat membuat Liu Zixia hampir jatuh ke belakang beruntung pria itu dengan sigap meraih pinggang Liu Zixia. Liu Zixia terkejut bukan main, ia tidak mengenal pria di depannya. Awalnya dia membuka pintu karena mengira itu adalah salah satu dari empat suami yang ia tinggalkan begitu saja tadi.


"Akhirnya kita bisa bertemu secara langsung," bisik pria itu serak di telinga Liu Zixia.


Suara dalam pria itu membuat bulu kuduk Liu Zixia berdiri, Liu Zixia berusaha melepaskan pegangan tangan pria itu namun pria itu dengan sigap malah semakin memeluk erat tubuh Liu Zixia. Ia menutup pintu menggunakan sebelah kakinya lalu membawa tubuh Liu Zixia ke meja yang ada di ruang pribadi itu.


"Aku selalu penasaran dengan wanita yang dapat menjebak orang-orang hebat itu untuk menjadi suaminya sekarang setelah aku menemukannya secara langsung, aku juga ingin menjadi bagian dari suamimu." Lagi, dengan seenak jidatnya pria itu berbicara tanpa memoles apa yang diucapkannya terlebih dahulu.


Liu Zixia mendorong pria itu agar sedikit menjauh darinya, rasa kesal serta kemarahan juga tercipta dengan jelas di wajah Liu Zixia tanpa ia tutupi sama sekali.


"Lepaskan! Beraninya kau melakukan hal seperti ini padaku," bentak Liu Zixia marah saat pria itu tidak kunjung melepas dirinya.


"Apa yang salah? Bukankah tubuh ini sudah disentuh puluhan kali oleh mereka? Jangan bertindak munafik untuk memancing ikan, kau tenang saja aku sudah berhasil kau rayu." Pria itu kembali berbicara yang semakin membuat Liu Zixia merasa kesal.


Liu Zixia menggunakan kekuatannya untuk mendorong pria itu, entah apa yang dipikirkan pria di depan Liu Zixia secepat kilat ia melepas pakaian atasnya membuat tanda dicakar di punggung dan perutnya. Ia juga merobek pakaian bagian belakangnya dengan sengaja dengan senyuman aneh yang menyebabkan firasat buruk bagi Liu Zixia.


Benar saja, pelayan yang datang membuka pintu terkejut bukan main saat melihat bagian itu. Apalagi wajah marah Liu Zixia yang seperti sudah ditolak mentah-mentah keinginannya, pelayan itu melihat pria yang terjatuh dengan posisi menyedihkan itu. Tangannya berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terluka seolah mencoba menyelamatkan wajah Liu Zixia.


"Jangan salah paham," tutur Liu Zixia dengan cepat saat para pelayan menunjukkan beberapa keraguan di wajahnya.


"Aku sudah bilang padamu kalau di sini banyak orang yang akan masuk mendadak itu sebabnya aku menolak keinginanmu tapi kau tetap nekat dan memaksa hingga pakaian milikku sobek," keluh pria itu dengan wajah menyedihkan.


Ucapan yang dilontarkannya seolah membela Liu Zixia padahal banyak spekulasi bisa disebabkan oleh perkataannya.


"Aku kira ada keributan apa dari samping ternyata itu kau Yang Mulia! Aku sudah mencarimu ke sana ke mari sebelum ke sini ternyata kau sedang bersama Permaisuri Yuhuan bersenang-senang di sini." Seorang pria lain muncul dari kamar pribadi sebelah.


Kata-kata yang ia lontarkan jelas membenarkan apa yang diucapkan oleh pemuda yang dianiaya itu. Wajah Liu Zixia semakin memerah marah, ia ditipu habis-habisan oleh orang ini hingga membuatnya kesal.