Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#216 (Pertanda Semua Akan Berubah)


Si pangeran tersenyum dengan wajah lelah yang begitu kentara, luka di tubuhnya sangat parah hingga dia sendiri mulai menyerah untuk hidup. Matanya yang sayu memandang si pelayan dengan penuh iba, dia merasa mereka tidak akan bertemu lagi dan saling membantu satu sama lain.


"Siapa yang akan menjagamu mulai sekarang, wanita itu pasti tidak akan membiarkan kau hidup jika aku sudah tiada. Kau pasti akan diburu hingga tidak bisa bersembunyi lagi, maafkan aku sudah membawamu dalam kekacauan ini." Si pangeran berbicara dengan suara yang begitu perlahan.


Si pelayan terlihat sedih, dia meneteskan air mata mendengar ucapan yang keluar dari majikan yang selalu membelanya ini.


"Tapi aku benar-benar membawa Tabib untuk menyelamatkan Anda, Yang Mulia! Sebentar lagi dia pasti akan datang untuk mengobati Anda, mereka yang telah menyelamatkan diriku hingga aku bisa sampai di sini. Mereka juga yang telah mengerjai pasukan yang dikirim untuk membunuh kita," jelas si pelayan dengan air mata yang jatuh bergulir dengan cepat.


Pangeran itu tersenyum, dia melihat sekeliling gua yang dingin dan suram, ini sama seperti kehidupan yang dia jalani di istana. Semenjak ayahnya sakit dan ratu yang mengambil alih tampuk kekuasaan semuanya menjadi kacau dan tidak terkendali.


"Apakah dia yang ingin kau tolong? Tidak ada ciri-ciri seperti pangeran sama sekali, dia hanya terlihat seperti orang miskin yang sudah tidak makan selama beberapa hari. Kasihan sekali, apakah di benua Qi ini benar-benar tidak ada harapan lagi?" Zixia melenggang masuk ke dalam gua.


Dia merasakan ada sesuatu yang memanggilnya untuk masuk lebih dalam lagi, ada sebuah energi yang menariknya untuk terus masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi.


Mendengar suara orang lain, pria yang seumuran dengan Yuhua itu terkejut. Dia memasang tampang waspada dengan tangan menarik pelayannya ke samping seperti berusaha melindungi, melihat itu alis Yuhua terangkat sebelah.


Tiba-tiba saja dia mengingat kembarannya dan pelayannya yang ada di kerajaan Yuhuan, Yuhua melihat di dalam gua untuk melihat keadaan gua.


Pelayan itu mengangguk senang, dengan gembira dia langsung mengambil obat di tangan Yuhua lalu meminumkannya pada majikannya. Setelah itu dia mengoleskan obat yang diberikan Yuhua ke luka pria itu hingga darah yang tadinya mengalir dengan derasnya langsung berhenti.


Pangeran itu terkejut saat mengetahui khasiat obat yang diberikan Yuhua padanya, jika dipikir-pikir obat ini adalah obat kelas tinggi yang tidak pernah dia dengar lagi. Kondisi pria itu perlahan membaik, luka-luka dalam yang dia terima juga perlahan sembuh dengan cepat.


"Ini ... di mana kau menemukan mereka? Obat yang mereka berikan adalah obat level tinggi yang hilang," seru pangeran itu dengan ekspresi bahagia yang begitu kentara.


"Saya menemukan mereka saat saya terluka, Yang Mulia! Saya tidak sengaja berlari ke arah mereka," jelas pelayan itu dengan senyum merekah.


"Ini adalah pertanda bagus, kita akan mengalami kebangkitan lagi. Aku bisa menyelamatkan ayahanda hingga kekuasaan bisa dikembalikan ke jalurnya." Pria itu tampak senang.


Yuhua membiarkan Zixia masuk lebih dalam lagi, dia mengeluarkan makanan yang dimilikinya di kantong penyimpanan lalu menyerahkan makanan itu pada si pelayan.


Setelah melihat suasana, Yuhua berjalan masuk menyusul Zixia untuk melihat apa yang Zixia temukan di dalam gua itu. Zixia yang merasa terpanggil oleh sesuatu terus melangkah maju, saat semakin dengan apa yang dicarinya, Zixia merasakan energi spiritual murni menyerbu masuk ke dalam dirinya.


Sebuah benda terbang melayang di tengah-tengah energi murni itu, benda itu terbang dan masuk ke tubuh Zixia hingga menyebabkan Zixia terdiam di tempatnya tanpa bisa berbuat apapun. Setelah benda itu masuk ke dalam tubuh Zixia, energi spiritual murni itu mengalir masuk ke dalam tubuh Zixia dan hilang begitu saja seperti tidak pernah ada.