
"Hem, aku juga mendapatkan kabar dari desa Bentang. Belum lama ini anak gadis di sana banyak yang menghilang tanpa jejak sama sekali, ada yang hilang ketika membeli makanan, ada yang hilang ketika mencuci di sungai dan ada yang hilang ketika berbelanja ke pasar. Semua orang mengatakan mereka tidak melihat sesuatu yang mencurigakan sebelum anak gadis itu menghilang." Pria paling berpakaian aneh juga ikut berbicara.
Di kelompok itu ada lima orang yang duduk membentuk lingkaran, di atas meja mereka ada minuman yang tersedia beserta makanan yang dipesan seadanya saja. Makanan yang mereka pesan sudah habis hanya menyisakan minuman arak saja yang dikonsumsi untuk menghangatkan badan jika tidak berlebihan.
"Ya, ini semua sangat aneh. Aku merasa hal ini ada kaitannya dengan iblis yang muncul di Kalijati tapi anehnya iblis itu tidak mungkin hanya memakan anak perempuan saja bukan?" tanya yang lain dengan alis mengerut.
Yang lain mengangguk, semua ini tampak aneh bagi orang awam seperti mereka yang tidak mengetahui tentang adanya Sekte Hitam. Lin Yuhua mendekati kelompok itu mengeluarkan sekantong perak dari penyimpanan miliknya lalu meletakkan kantong itu di atas meja.
"Informasi apa saja yang kalian miliki? Aku ingin tahu apakah ada seorang wanita dengan pria berpakaian hitam memiliki tanda bulan sabit hitam dengan tengkorak di belakang bajunya?" tanya Lin Yuhua langsung.
Pria yang ada di kelompok itu tampak berpikir sebelum matanya berbinar karena berhasil mengingat semua itu.
"Ya, aku sempat melihatnya di Rawajati belum lama ini. Dia mengatakan datang ke sana membelai beberapa pakaian, makanan serta mencari pria yang ingin menjadi suaminya. Kalau tidak salah ada beberapa pemuda yang mengikuti dirinya pergi," ujar pria itu penuh semangat.
Lin Yuhua mengangguk lalu mengambil emas di dalam bajunya memberikan pada pria itu sebagai ungkapan terima kasih. "Mereka adalah orang-orang dari Sekte Hitam, mereka hidup dan meningkatkan kekuatan dengan menghisap sari kehidupan para gadis muda serta laki-laki melalui pelatihan ganda. Itu artinya pemuda yang ikut dengan wanita itu sudah tidak lagi hidup, sampaikan berita ini pada yang lain agar tidak banyak korban berjatuhan." Setelah mengatakan itu Lin Yuhua meninggalkan meja.
"Sekte Hitam adalah perguruan berbahaya yang sedang diburu oleh Kekaisaran Yuhuan, kita harus memberitahu desa lain agar tidak lagi terjadi hal seperti ini." Para pria itu langsung bangkit, mereka membagi sekantong perak itu namun tidak mengambil emas yang diberikan oleh Lin Yuhua dari pria tadi.
Mereka berpencar memisahkan diri untuk menyampaikan berita, sedangkan Lin Yuhua berjalan kembali ke arah kamar diikuti oleh Ling Zhi.
"Apakah benar pelatihan ganda dapat menyerap sari kehidupan para pria muda itu?" tanya Ling Zhi dengan penasaran.
Pasalnya ia hanya mendengar pelatihan ganda dapat meningkatkan kekuatan pasangan yang melakukannya.
"Sebenarnya tidak, aku hanya ingin menakut-nakuti mereka saja. Pelatihan ganda bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, akan tetapi jika mereka yang terbuai lengah maka kekuatan yang telah mereka dapat saat melakukannya dapat diserap oleh satu orang saja dan itu akan menjadi kematian. Awalnya si pria tidak akan menyadari semua itu namun semakin hari tubuhnya akan semakin lemah lalu mati secara perlahan tanpa dia sadari." Lin Yuhua menjelaskan maksud dari perkataannya.
"Sekte Hitam memiliki kemampuan menyerap sari kehidupan pria dan wanita dengan berbagai cara. Bisa jadi sari kehidupan para pria itu dihisap sebelum berhubungan suami-istri, intinya mereka hanya ingin menambah kekuatan dengan cara cepat tanpa banyak usaha." Lin Yuhua menambahkan lagi.
"Ada apa?" tanya Ling Zhi dengan tangan meraih pintu untuk dibuka.
Lin Yuhua menggeleng lalu masuk ke dalam kamar, dia menemukan Liu Zixia tengah duduk bersandar di tempat tidur memegang perutnya yang semakin membesar setiap harinya seolah dia bisa melahirkan kapan saja.
"Sepertinya kita akan mendapatkan anak kembar. Tapi aku tidak akan memberi tahu kalian jenis kelaminnya, nikmati saja prosesnya." Long Ze tertawa saat mengabarkan itu semua.
Tangannya yang tadi memegang pergelangan Liu Zixia telah dilepaskan lalu beralih pada perut Liu Zixia yang menonjol. Long Ze mengecup perut Liu Zixia membisikkan kata-kata sayang yang membuat Liu Zixia tersenyum geli melihat tingkah manis Long Ze.
Lin Yuhua begitu senang mendengar apa yang dikatakan oleh Long Ze, dia berjalan mendekati tempat tidur dengan langkah lebar berhenti di samping Liu Zixia dengan senyum lebar yang terlihat aneh untuk wajah datarnya. Liu Zixia tersenyum pada Lin Yuhua mengulurkan tangan rampingnya yang putih mulus tanpa cela.
Segera Lin Yuhua meraih tangan Liu Zixia, jemari lentik itu diarahkan ke bibirnya diberi ciuman lembut penuh kasih sayang. "Kau senang?" tanya Lin Yuhua pada Liu Zixia tanpa mengurangi kelembutan yang ia miliki.
Liu Zixia mengangguk, melihat itu Lin Yuhua menggosok kepala Liu Zixia lalu duduk di sebelahnya ikut memegang perut besar Liu Zixia. "Aku berharap anak pertama lahir sebagai laki-laki, aku ingin dia menjaga adiknya dengan baik seperti kalian semua menjaga diriku." Liu Zixia berbicara dengan mata menatap satu-persatu mereka yang ada di dalam ruangan.
Mereka semua saling pandang hingga ketika di pintu menganggu keharmonisan yang ada. Lin Yuhua berjalan menuju pintu, melihat pelayan yang datang membawa berbagai macam makanan yang ia pesan Lin Yuhua memberi jalan.
Saat masuk, pelayan dengan sengaja menundukkan kepala tidak berani melihat ke dalam ruangan karena takut akan mata tajam Lin Yuhua. Setelah meletakkan semua makanan di atas meja para pelayan langsung berjalan ke luar dengan kecepatan paling cepat yang mereka miliki.
"Ayo makan!" ajak Lin Yuhua.
Long Ze membantu Liu Zixia turun dari tempat tidur, menarik kursi untuk Liu Zixia duduk barulah duduk di samping Liu Zixia. Lin Yuhua duduk di sebelah kiri Liu Zixia berlawanan posisi dengan Long Ze.
Suami Liu Zixia yang lain duduk dihadapan Liu Zixia secara bersamaan, tidak ada satupun dari mereka yang ingin berebut tempat duduk karena Liu Zixia paling membenci keributan saat makan. Mereka semua makan dengan tenang menyisakan suara-suara yang terdengar dari luar.
Setelah makanan habis Lin Yuhua mencari pelayan di luar untuk membersihkan meja. Ia meletakkan sekantong perak di atas meja sebagai upah untuk para pelayan yang telah membantu.