
Sayang sekali apa yang diharapkan Ruan Zu tidak kesampaian sama sekali, kesenangan yang awalnya menggebu di dalam hatinya berubah menjadi kekecewaan saat tiba-tiba saja Zixia menghilang di depan matanya. Padahal selangkah lagi kuku-kuku tajam miliknya akan mampu menembus jantung Zixia.
Ruan Zu melihat sekeliling, ia mengedarkan pandangan mencari ke segala arah namun rupa Zixia tidak dapat ia temukan sama sekali. Saat Ruan Zu ingin menyerang para tentara Benua Atas Zixia muncul dihadapannya, Zixia menghadang gerakannya dengan pedang putih miliknya membuat Ruan Zu terbelalak tidak percaya.
"Apa yang kau cari Ruan Zu? Senang bertemu kembali, sungguh aku tidak mengira kau akan datang terburu-buru padaku seperti ini." Zixia tersenyum begitu indah, hal itu menyulut emosi Ruan Zu.
Mata Ruan Zu memerah, kebencian di dalam hatinya meningkat ditambah dengan penghinaan serta rasa sombong yang berlebihan. Ruan Zu menggerakkan kakinya yang telah memanjang untuk menyerang Zixia namun pedang Zixia menghentikan pergerakan itu dengan cepat.
Zixia terlihat lemah di mata Ruan Zu hingga senyum kemenangan semakin tercetak jelas di bibir wanita berhati iblis itu. Ruan Zu semakin gencar bergerak menyerang, ia menyerang secara membabi buta, bahkan gerakan acaknya mengenai iblis-iblis di sekitar.
"Wah, setelah berubah menjadi iblis kau bahkan tidak tahu yang mana kawan yang mana lawan sekarang." Zixia tertawa mengejek, tarian indahnya di udara dalam menghindari serangan dianggap Ruan Zu sebagai kelemahan.
Zixia tertawa, ia menarik Ruan Zu ke tengah peperangan untuk menghalau iblis-iblis yang membuat pasukan Benua Atas kewalahan. Anak buah Bai Ling yang mencari rakyat Benua Atas kembali dengan wajah penuh kekecewaan, jangankan gadis remaja, lansia saja tidak dapat ditemukan jejaknya di Benua Atas.
Bai Ling di sisi lain juga kewalahan dalam menghadapi serangan Yuhua, ia tidak bisa lagi melanjutkan peperangan selain kehabisan tenaga. Beberapa luka sayatan di tubuhnya mengeluarkan banyak darah segar, ia ingin mundur namun tidak ada jalan baginya.
Apalagi saat dia melihat Ruan Zu dipermainkan oleh Zixia, Bai Ling merasa sangat menyesal sudah terburu-buru menyerang Benua Atas. Dia ingin menghentikan Ruan Zu tapi Yuhua yang tahu jalan pikirannya langsung menghentikan semua itu.
"Ruan Zu, lari dari sini! Mereka hanya ingin menjebak kita," teriak Bai Ling keras namun Ruan Zu yang telah sepenuhnya dikuasai oleh darah iblis tidak peduli.
Tujuannya hanya satu, membunuh Zixia lagi, merebut suami Zixia lalu hidup bahagia bersama mereka. Ruan Zu mengabaikan sekitar dan fokus menyerang Zixia yang menurutnya tidak bisa bertarung namun yang ia dapat malah kekecewaan.
Zixia terus menghindar, seolah ia punya mata di mana saja. Ia bisa melihat dari mana Ruan Zu menyerang tidak memberikan Ruan Zu celah melarikan diri.
"Belum lelah, kah? Kau mau bermain sampai kapan?" Zixia bertanya dengan seringai samar namun Ruan Zu tampaknya tidak menyadari semua itu.
"Kau hanya bisa menghindar saja, kalau kau memang berani ayo kita bertarung mati-matian. Aku yakin kau tidak memiliki keberanian untuk itu, sejak dulu kau hanya mampu bersembunyi di belakang para pria yang memuja dirimu. Kau itu sampah," ejek Ruan Zu pada Zixia namun diabaikan begitu saja.
###
Maaf aku baru up lagi, aku lagi sibuk banget. Aku mohon bantuannya untuk baca cerita aku dengan judul Luka Milik Liu Zixia di Nov3llif3, ceritanya seru dan menegangkan karena banyak adegan aksi. Aku juga butuh love dari kalian buat ceritaku di si ungu dengan judul Robert dan Alena.
Terima kasih🥰🥰🥰🥰