
Ming Zhi berlari ke luar dengan cepat tanpa menunggu ucapan Liu Zixia selanjutnya seolah takut Liu Zixia akan berubah pikiran ketika dia tidak langsung mengambil tindakan.
"Apa kau pikir dia berbohong?" tanya Liu Zixia sembari melihat ke luar jendela di mana perempuan cantik itu masih duduk tapi tampaknya perempuan itu sedang berbicara dengan seseorang.
"Tidak, dia tidak berbohong. Cinta yang ada di matanya ketika menyebutkan tentang istrinya adalah sebuah kebenaran. Tidak ada yang bisa membohongi perasaan mereka sama seperti ketika aku dimanfaatkan oleh Ruan Zu dulu." Lin Yuhua menjawab dengan cepat.
Ling Zhi, Ye Lian dan Long Ze juga mengangguk serempak. Pria di depan mereka terlihat tulus mencintai istrinya, ketika berbicara tentang orang lain serta mengungkapkan tentang istrinya ada perbedaan yang jelas di kedalaman matanya yang tidak bisa ditutupi sama sekali.
Tidak lama pintu kembali terbuka, aroma wewangian yang keras menusuk hidung Liu Zixia dicampur bau busuk menyengat yang menyebabkan Liu Zixia ingin muntah. Bau busuk itu ternyata dibawa oleh wanita yang ditarik paksa oleh Ming Zhi untuk masuk.
"Tolong periksa istriku! Kami sudah menemui banyak Tabib tapi tidak satupun dari mereka yang mampu menyembuhkan penyakitnya. Setiap mendapatkan obat penderitaan yang dialami istriku semakin bertambah," imbuhnya lagi kemudian.
Pria itu mendorong istrinya mendekat ke arah Liu Zixia meski istrinya tampak menolak dengan keras.
"Aku bau, tidak pantas rasanya meminta bantuan Permaisuri Yuhuan untuk mengobatiku meski kita sudah membantu mereka," bisik wanita itu pada suaminya.
Liu Zixia tersenyum, dia mengangkat tangan meminta wanita di depannya menyerahkan tangannya juga untuk diperiksa. Wanita itu ragu-ragu sebelum pada akhirnya menyerahkan tangannya pada Liu Zixia untuk dilihat.
Liu Zixia mendengar denyut nadi wanita itu dengan saksama, "bisakah kau membuka cadarmu? Aku perlu melihat seberapa parah racun di wajahmu," ujar Liu Zixia melepas tangan wanita di depannya.
Wanita itu melihat ke arah Ming Zhi sebelum dengan pelan menurunkan cadar yang ia kenakan. Ia menunduk cukup lama sebelum mengangkat wajahnya agar bisa dilihat oleh Liu Zixia untuk diperiksa.
"Liu He itu kau!" tunjuk Ling Zhi dengan nada suara tidak percaya.
Meski setengah wajah wanita di depannya rusak dan menghitam fitur asli kecantikannya tidak hilang sepenuhnya. Mata serta bentuk rupanya masih bisa dikenali hingga membuat Ling Zhi mampu mengetahui siapa wanita ini.
Liu Zixia pada awalnya juga terkejut sebelum ia buru-buru menetralkan detak jantungnya. Kerinduan di dalam mata Liu Zixia juga menghilang segera, ia merogoh lengan bajunya mengeluarkan beberapa cairan serta obat yang telah dihaluskan dari dalam ruang miliknya berkedok lengan baju.
"Oleskan obat ini di wajahnya, sedangkan cairan ini untuk diminum. Ini untuk menghilangkan racun yang membuat badannya berbau seperti ini," ujar Liu Zixia menyerahkan obat itu. "Kalian bisa tinggal si penginapan untuk para tamu terlebih dahulu, nanti setelah pernikahan ini selesai kita bisa memikirkan masalah yang kalian hadapi."
Liu Zixia memberi kode pada Ling Zhi yang langsung dimengerti oleh Ling Zhi, Ling Zhi bangkit dari duduknya mengajak kedua orang itu untuk ikut bersamanya.
"Itu adikku," bisik Liu Zixia penuh kerinduan setelah kepergian tiga orang itu.
Lin Yuhua di sisi lain memeluk Liu erat dengan penuh kasih sayang. Tangannya dengan lembut mengusap perut Liu Zixia, ia mengangguk pertanda mengiyakan ucapan Liu Zixia barusan.
"Dia juga hidup kembali di sini, kali ini aku akan melindunginya tidak akan membiarkan Ruan Zu melakukan apapun lagi padanya." Liu Zixia berjanji penuh tekad.
"Ya kita akan melindunginya, kita tidak akan membiarkan dia berkorban nyawa lagi untukmu." Lin Yuhua tersenyum.
Ye Lian di sisi lain tidak mengerti dengan percakapan Liu Zixia dan Lin Yuhua hanya diam.
"Ayo kembali ke istana! Sebaiknya kita tidak ke luar lagi atau membiarkan Liu Zixia pergi sendiri. Banyak orang jahat yang ingin memanfaatkan dirinya untuk kepentingan mereka sendiri." Long Ze yang sejak tadi diam akhirnya berbicara.
Ketiga suami Liu Zixia yang tertinggal mengangguk serentak, mereka akhirnya berjalan ke luar dari ruang pribadi menuju kekaisaran. Setelah lama berada di jalan merek akhirnya sampai di halaman yang disediakan untuk mereka.
"Kita harus segera menemukan Ruan Zu agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan, Ruan Zu telah melakukan banyak kejahatan hanya untuk kesenangannya saja. Aku akan membunuhnya dengan tanganku," bisik Liu Zixia penuh tekad saat mereka telah sampai di kamar utama mereka.