Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#59


Lin Yuhua menggepalkan tangannya marah saat dia telah berjalan menjauh dari kedai tempat makan tadi. Wajahnya terlihat murka, perlahan-lahan rambutnya mulai berubah warna.


Namun sebisa mungkin ia mencoba menenangkan diri dan mencoba menghembuskan nafas dengan sabar.


'Tenang, aku harus bisa tenang!" ingat Lin Yuhua terhadap dirinya sendiri. Saat ini dia benar-benar takut kehilangan ketenangan dan jiwanya kembali direbut oleh sisi iblisnya.


"Kau lihat saja, Sayang! Ketika aku menemukanmu aku tidak akan membiarkan kau berdiri dengan kakimu sendiri." Lin Yuhua berbisik pelan.


Ada senyuman mengerikan di bibirnya saat ia kembali terbang untuk mencari keberadaan Liu Zixia di manapun ia berada.


Lin Yuhua terbang lagi selama berhari-hari tanpa istirahat hanya untuk menemukan kediaman Liu Zixia telah dijual dan mereka telah pergi dari tempat itu.


"Apakah dia mengatakan kemana di pergi?" tanya Lin Yuhua sembari memberikan inggot emas pada pria itu.


Melihat Inggot emas itu, mata si pelayan yang menerimanya langsung bersinar terang.


"Saya hanya mendengar suami terakhirnya mengatakan mereka perlu tinggal di hutan Taru untuk menyerap qi murni di pusat hutan kemudian menangkap binatang abadi di sana." Pelayan laki-laki itu berbicara sembari mencoba mengingat dengan jelas perbincangan antara Long Ze dengan Ye Lian.


"Terima kasih banyak!" Lin Yuhua tersenyum sembari menyerahkan sekantong koin lagi pada pria itu sebelum berlalu pergi dari sana.


Lin Yuhua mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang yang dimilikinya dan mengganti penampilannya.


"Anuderta," panggilnya dengan keras. Segera sesuatu berbentuk naga kecil keluar dari cincin ruang miliknya.


Ketika jatuh ke tanah hewan itu makin membesar dan langsung menjadi naga biru yang indah dengan rupa tampan yang sempurna.


"Aku lelah untuk terbang menggunakan kekuatanku dan lagi kita juga perlu terbang melintasi lautan luas. Aku ingin kau melihat di laut lepas di mana kapal Nyonyamu berada." Lin Yuhua memberi perintah sambil naik ke punggung naga besar itu.


"Familiar? Apa maksudmu? Bukankah kau mengatakan aroma ini ketika kau menciumnya dari tubuh Ruan Zu?" Lin Yuhua bertanya dengan penasaran.


"Ya, dulu aroma ini sempat tercium dari tubuh wanita itu. Hanya saja sekarang bau dan aroma ini benar-benar sama dengan aroma Liu Zixia kecil," ujar naga itu dengan air mata yang hampir menetes.


"Kenapa mereka berdua bisa memiliki aroma yang sama?" Lin Yuhua merasa heran sekaligus bingung.


"Tidak, sekarang Ruan Zu tidak lagi mengeluarkan aroma seperti ini. Aromanya juga hanya tercium saat Permaisuri Yuhuan masih hidup dan ketika dia pertama kali bertemu denganmu. Setelah dia memasuki istana aroma ini tidak ada lagi dari tubuhnya." Naga itu mencoba mengingat-ingat.


Lin Yuhua juga coba mengingat kembali, dia juga tidak lagi mencium aroma yang sama dari tubuh Ruan Zu itulah sebabnya dia mulai meragu dengan siapa sebenarnya Ruan Zu.


Apakah dia benar-benar orang yang dicari dan ditunggunya selama ini.


Itulah sebabnya dia mempertahankan Ruan Zu di sisinya apapun yang terjadi.


"Aku yakin, aroma ini adalah aroma Liu Zixia kecil. Aku sangat hafal aroma tubuhnya karena dia sangat suka memakai aroma ini sedari dulu. Dia mengatakan kalau aroma ini adalah ciri khas dirinya," ujar naga itu lagi.


***


Sekedar info. Tolong bantu like dan vote cerita ini sebanyak-banyaknya karena Dendam Sang Permaisuri masuk lomba NTW ya.


Agar dia bisa tetap bertahan di NT dan nggak pindah lapak oke.


Makasih atas bantuannya, selamat membaca semua.


Ingat ya, like vote dan bagikan cerita ini agar bisa tetap bertahan dan menjadi pemenang.