Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#161


Ular itu mengangguk tanda paham atas jawaban yang diberikan Ru Ansan padanya, dia melihat lagi pada Ru Ansan dengan enggan lalu terbang kembali. Jendela tempatnya datang dan pergi masih terbuka lebar, Ru Ansan melambaikan tangan untuk menutup pintu sebelum tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.


Ru Ansan menutup jendela lalu berjalan menuju menuju pintu agar bisa sampai ke kamar Liu Zixia. Benar saja, di depan kamar Liu Zixia seorang He Yidu tengah berdiri dengan wajah sedih.


Melihat Ru Ansan muncul tiba-tiba, ia memalingkan wajah dengan malu lalu dengan cepat menuju ke kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar Liu Zixia. Ru Ansan berpura-pura tidak melihat, ia mengetuk pintu kamar Liu Zixia keras dengan tidak sabar.


Setelah agak lama, Ye Lian muncul dari dalam kamar dengan mata mengantuk. "Ada apa?" tanya Ye Lian kesal karena tidurnya terganggu.


"Ruan Zu sudah pergi, auranya tidak ada lagi di sini. Tampaknya karena pertarungan dengan iblis pemikat tadi dia melihat kehadiran kita di sini." Ru Ansan berbicara dengan nada kesal


"Kita harus mengejarnya sekarang juga sebelum dia pergi terlalu jauh."


Ru Ansan melirik dengan tidak sabar, Ye Lian yang mendengar itu terkejut bukan main pada saat bersamaan Ling Zhi juga kembali dengan napas tersengal-sengal. Rambutnya berantakan seolah ada angin kencang menerpa dirinya.


"Bagaimana?" tanya Ye Lian pada Ling Zhi.


"Ruan Zu kabur, kita harus segera mengejarnya sekarang juga sebelum kita kehilangan jejaknya lagi." Ling Zhi mencoba sekuat mungkin mengatur napas agar bisa berbicara dengan lancar.


Ye Lian masuk ke dalam untuk membangunkan Liu Zixia yang baru saja terlelap. Dengan rasa kantuk yang begitu berat Liu Zixia memaksa dirinya untuk bangun lalu merapikan rambut dan pakaiannya sebelum ke luar kamar.


"Mana Long Ze?" tanya Liu Zixia saat tidak melihat suaminya itu.


"Dia mengejar Ruan Zu, ayo! Kita harus mengejar juga sebelum ketinggalan terlalu jauh." Ling Zhi tampak tidak sabar.


Jika kematian Ruan Zu segera dilaksanakan maka mereka tidak perlu pergi jauh-jauh lagi. Liu Zixia bisa melahirkan dengan tenang tanpa banyak pikiran lagi. Ke-empatnya berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan penginapan menuju ke arah Long Ze pergi.


Beruntung, ada jejak yang ditinggalkan oleh Long Ze sehingga mereka tidak kesusahan lagi mencari keberadaannya. Mereka berhasil mengejar Long Ze menggunakan kekuatan terbang yang mereka miliki.


Di dalam kereta pertama ada beberapa gadis cantik dengan mata sayu tengah terikat bersamaan, mereka berteriak ketakutan dengan wajah memucat. Long Ze menyerang pengemudi kereta dengan cepat agar dia tidak bisa kemana-mana lagi.


Yang mengendarai kereta adalah iblis setengah manusia, tampaknya para manusia ini telah melakukan perjanjian dengan iblis hingga bisa menjadi seperti ini. Kekuatan mereka juga lebih kuat dari manusia umumnya.


Pertarungan tidak bisa dihindari, dari kereta di tengah ke luar Ruan Zu yang mencoba melarikan diri. Melihat itu, Liu Zixia langsung mengejarnya.


"Kita bertemu lagi!" tawa Ruan Zu dengan senyum manis yang terlihat menjijikkan bagi Liu Zixia.


"Ya, kita memang bertemu lagi. Sayangnya, kita bertemu bukan sebagai teman tapi sebagai musuh bebuyutan." Liu Zixia juga tersenyum namun senyum yang ia berikan adalah sebuah sunggingan bibir penuh ejekan.


Ruan Zu merapikan pakaiannya, lalu melihat pada pria yang juga ke luar dari kereta tempatnya duduk tadi. Liu Zixia yang melihat pria itu menjadi waspada sekaligus bingung, pasalnya pria yang sejak dulu membantu Ruan Zu bukan wajah yang ada di depannya.


"Di mana temanmu itu?" tanya Liu Zixia tidak senang.


Ruan Zu tertawa, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam pakaiannya berniat menyerang Liu Zixia


"Tentu saja pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, karena kau akan mati aku akan memberitahu dirimu. Dia membawa calon kekuatanku pergi ke suatu tempat dulu, setelah kekuatan milikku aman dia akan kembali lagi ke sini dan kalian akan habis semuanya." Ruan Zu tertawa dengan nyaring.


Liu Zixia meludah jijik, meski gerakannya masih terlihat lincah dan kuat. Ru Ansan datang ke sisi Liu Zixia, tugasnya membuat Ruan Zu lemah lalu menyerahkan musuh itu ke tangan Liu Zixia.


"Wah kau punya gadis cantik di sisimu ya, berikan gadis ini sebagai penambah kekuatanku sebagai bentuk persahabatan lama kita." Ruan Zu menatap lapar pada Ru Ansan yang memang terlihat imut dan menarik.


Mendengar dirinya diminta oleh Ruan Zu, Ru Ansan tersenyum mengejek dengan cepat Ru Ansan menyerang Ruan Zu membuat Ruan Zu yang tidak dalam posisi menyerang terpaksa mundur dengan cepat.