
"Kuharap wanita jahat ini juga ikut hidup kembali, aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri kali ini." Pria tampan itu menatap penuh kebencian pada lukisan yang terpajang.
Tangannya mengepal penuh dendam dan kebencian.
"Tuan, ada seseorang yang ingin datang berobat dengan Anda!" Pemberitahuan di luar membuat pria itu menghilangkan sedikit demi sedikit kebencian yang tersirat jelas di matanya.
"Tunggu sebentar lagi, katakan padanya untuk bersabar dan menunggu beberapa waktu terlebih dahulu." Pria itu menjawab setelah sekian lama diam.
"Baik, Tuan!" jawab pelayannya yang berada di luar pintu.
"Menemui Tuan Han Ming Yi memang agak susah ya. Sebagai dokter dewa kita tidak bisa datang seenaknya," ujar tamu yang datang.
Mereka memilih duduk di kursi yang disediakan sembari menikmati teh yang telah disediakan.
*
Lin Yuhua memandang potret baru Liu Zixia yang begitu mirip dengan seseorang dari masa lalunya.
Hati Lin Yuhua mulai meragu dan juga bimbang. Dia menatap Lin Yunzia yang duduk di depannya dengan penuh kebingungan dan juga bercampur ekspresi ragu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Lin Yunzia dengan wajah malas dan tak peduli miliknya.
"Aku akan pergi ke luar hari beberapa hari ini. Aku ingin kau menggantikan diriku untuk sementara waktu dan juga, aku ingin kau mengatur kekaisaran ini dengan baik. Jangan menambah selir lagi jika kau mengatasnamakan dia untukku!" ancam Lin Yuhua pada Lin Yunzia.
"Pergilah!" jawab Lin Yunzia acuh tak acuh.
Lin Yunzia menganggukkan kepalanya dan tersenyum sembari memalingkan wajah tampannya.
Namun kebencian yang dalam di bola mata indah itu mampu meyakinkan semua orang kalau dia punya rencananya sendiri.
"Aku harap putra mahkota sialan itu tidak membuat istriku hamil. Aku akan membawa istriku pulang kembali dan membuatnya tinggal di sini selamanya." Lin Yuhua masuk ke dalam sekat pembatas di kamar itu.
Setelah lama ia keluar dengan tampilan berbeda. Pakaian biru laut yang dikenakan olehnya membuat Lin Yuhua semakin tampan dan semakin terlihat lebih menggoda.
"Seakan-akan dia mau pulang bersamamu. Aku katakan padamu, Liu Zixia itu adalah matahari kemanapun dia pergi akan ada banyak orang mengikutinya. Kau saja yang bodoh membuangnya hanya demi tumpukan jerami bekas makan sapi," ejek Lin Yunzia dengan senyuman penuh cemoohan.
"Aku yakin sekarang Liu Zixia pasti sudah menambah selir barunya lagi. Guru sudah mengatakan padaku bahwa sebuah ramalan mengatakan ada seorang wanita yang nantinya akan berkuasa dengan enam suami di sisinya. Dan aku yakin, wanita itu pastilah Liu Zixia." Lin Yunzia tersenyum senang saat melihat raut wajah buruk yang ditampilkan oleh Lin Yuhua di depannya.
"Cih, aku tidak akan membiarkan dia memiliki banyak suami seperti itu. Meski beberapa kekaisaran memperbolehkan istri dengan berpuluh-puluh suami aku tidak akan pernah mengizinkan Liu Zixia memiliki lebih dari dua suami." Lin Yuhua nampak marah setelah mendengar ucapan Lin Yuhua.
"Apa yang kau katakan? Dua suami? Kau tahu, hukum pernikahan istri dengan banyak suami. Satu suami utama, dua suami selir utama, suami sekunder, pelayan penghangat ranjang yang bahkan telah ada sebelum dia menikahi suami utama." Lin Yunzia tertawa melihat raut wajah yang diperlihatkan oleh Lin Yuhua.
"Kau tidak akan memiliki hak untuk tubuhnya seorang diri. Hah, aku senang akhirnya kau mendapatkan karma atas perbuatan burikmu terhadap Liu Zixia." Lin Yunzia semakin senang dan bahagia saat melihat luka di wajah kembarannya, Lin Yuhua.
*
Jangan lupa vote, like dan komen ya pbacaku tersayang.
Sayang kalian.