
Zixia yang paling tidak suka diganggu saat makan, menatap suaminya satu-persatu seperti menyuruh mencaritahu masalah apa yang sedang terjadi. Tepat pada saat itu orang kepercayaan He Yidu berlari masuk ke dalam dengan kecepatan paling cepat yang ia miliki.
"Nyonya! Tolong bantu kami mengusir pembuat masalah itu!" pintanya pada Zixia, ia bahkan duduk berlutut di kaki Zixia memohon agar orang-orang yang membuat keributan segera pergi dari sana.
Zixia kesal, ia meletakkan mangkuk yang baru saja disentuhnya itu lalu berjalan dengan cepat menuju aula pertemuan. Di dalam sana sudah seperti kapal pecah, semua barang-barang mahal milik He Yidu sudah hancur tidak lagi berbentuk seperti semula.
Di dalam sana, bukan hanya perempuan jelek yang mengaku ibu He Yidu saja yang menghancurkan pajangan tapi juga ada beberapa pria serta He Yuan yang tampak sombong.
"Bagus! Pintar! Pagi-pagi kau datang ke rumah orang menghancurkan barang-barang orang seenakmu saja. Pergi kalian! Siapa yang memberimu keberanian untuk mengganggu makan pagi ku," teriak Liu Zixia dengan suara keras yang bergema di dalam ruangan.
Liu Zixia melambaikan tangannya, menciptakan angin yang membuat perempuan yang diyakininya sebagai ibu He Yidu terbang menabrak suaminya. Melihat ada wanita di rumah He Yidu yang tampaknya ditakuti oleh pelayan serta prajurit di sana memunculkan detak aneh di dada ibu He Yidu
Perempuan itu berusaha bangkit segera menuju putrinya yang berjalan dengan sikap sombong menuju Liu Zixia. Liu Zixia berdiri menantang, tangannya terlipat di dada dengan keangkuhan serta kesombongan yang tidak pernah dia perlihatkan pada siapapun.
"Kau! Siapa kau? Kenapa kau bersikap sombong di rumah ini? Apa kau tahu siapa aku? Aku ini adiknya He Yidu, aku punya hak atas rumah ini sampai dia menikah begitu juga dengan ibuku dia punya hak memerintahkan siapapun yang berada di rumah ini." He Yuan dengan bangga berdiri di depan Liu Zixia, tangannya bergerak hendak menampar Liu Zixia namun Lin Yuhua yang tiba-tiba muncul dari belakang langsung menghalanginya menggunakan kekuatannya.
"Hum, sayangnya rumah ini sudah memiliki rumahnya. Jadi mulai hari ini kalian sudah tidak punya hak untuk memerintah siapapun yang ada di sini. Hei kau!" tunjuk Liu Zixia pada kepala Kasim yang ada di rumah He Yidu. "Kau hitung semua kerugian yang kita alami hari ini, minta mereka mengganti rugi, jika mereka tidak mau kau datang pada biro keamanan Benua Atas dengan alasan merusak properti orang lain."
"Apa kau pikir dia bisa melakukan itu? Jangan kira istrimu lemah, meskipun aku baru saja selesai melahirkan aku masih mampu membunuh seratus iblis tingkat bawah." Liu Zixia tampak sombong, senyum sumringah yang diberikan Liu Zixia membuat tenggorokan He Yuan terasa asam.
He Yuan melihat Lin Yuhua dengan binar keinginan, air liurnya bahkan hampir jatuh membuat Lin Yuhua merasa jijik.
"Ibu! Aku mau pria ini! Aku tidak menginginkan pria lain," ujar He Yuan melangkah cepat menuju Lin Yuhua berniat menyentuh tubuh Lin Yuhua.
Ketampanan Lin Yuhua memang merusak mata, membuat banyak wanita menginginkan dirinya dengan sekali pandang.
"Cih, kau pikir kau siapa hingga menginginkan suami pertama ku? Kau itu hanya sampah yang merusak masyarakat sama seperti ibumu. Apa ibumu tidak mengajarkan kau tentang semua ini?" Liu Zixia meludah, ia dengan kesal menarik Lin Yuhua ke belakang punggungnya menjauhkan suaminya dari tatapan menjijikkan He Yuan.
"Ibu!" rengek He Yuan dengan air mata berlinang..
Di sisi Lu Ran Ran, ibu He Yidu merasa cemas. Jika melibatkan hukum baru negara maka dirinya akan mendapat hukuman, dengan tergesa-gesa ia meraih tangan He Yidu berniat membawanya ke luar dari kediaman He Yidu namun apa yang tidak diharapkannya terjadi.
Dari ruang samping muncul guru besar istana dengan beberapa orang prajurit kerajaan benua atas.