
Teriakan Liu Yan membuat pelayan wanita itu berjalan tertatih ke dalam kamar meninggalkan sapu yang tadi dipegangnya, ia segera membuka pintu kamar dengan langkah besar berjalan masuk sambil menutup pintu kembali. Ia juga membuka jendela agar udara kamar yang begitu ternoda oleh aroma percintaan kembali bersih.
Liu Yan masih bersandar di kepala ranjang, dia menatap tidak suka pada pelayan yang masuk. Setidaknya pelayan miliknya di rumah lebih muda serta lebih bertenaga. Namun, Liu Yan harus bersabar dalam hal ini dia tidak mau mencari masalah dan hanya membenci Liu Zixia di dalam hati.
"Siapkan air mandi! Aku mau menemui Yang Mulia," perintah Liu Yan dengan nada penuh kesombongan.
Pelayan tua itu mengernyit bingung, ia berbalik melihat ke arah Liu Yan dengan banyak kerutan di keningnya. Liu Yan di sisi lain tidak melihat sikap itu, baginya saat ini dia adalah salah satu selir Kaisar.
"Kapan Yang Mulia akan membawa kita ke istana? Tidak mungkin beliau akan berlama-lama di desa kecil ini kan?" tanya Liu Yan sombong.
Liu Yan memindai tempat itu dengan tatapan risih, dia baru ingat bahwa jarak dari istana kerajaan dan desanya memakan waktu berhari-hari jika menggunakan kereta kuda. Liu Yan di dalam hati tengah mengutuk Liu Zixia yang tidak mau memberikan ia tempat yang layak.
"Maaf Selir Yan tapi kau mungkin keliru akan sesuatu, kau bukan istri seseorang dengan jabatan tinggi. Kau hanya selir tidak berpangkat dari keluarga Du," jelas pelayan itu dengan nada menghina.
Pelayan itu tersenyum mengejek pada Liu Yan yang masih bersikap bangga. Tidak menunggu jawaban Liu Yan, pelayan itu berjalan ke luar menyiapkan air mandi biasa untuk Liu Yan yang jelas berstatus rendah dan hampir sama dengan dirinya.
Liu Yan diberi pelayan hanya karena dia masih perawan saat bertemu tuan mereka, jika Liu Yan tidak maka dia pasti akan mati setelah disentuh. Liu Yan mengernyit ketika mendengar penjelasan pelayan itu akan tetapi dia mencoba untuk berpura-pura tidak mendengar.
'Huh ... pelayan rendahan seperti dirimu mana tahu. Liu Zixia pasti tidak memberitahu pelayan itu kalau aku adalah selir Kaisar, ya, dia pasti takut aku mencuri perhatian miliknya.' Liu Yan mencoba menguatkan diri.
Di sudut lain Liu Zixia sedang menahan tawa yang akan keluar dari bibirnya. Kesombongan Liu Yan hampir sama dengan Ruan Zu yang membuat Liu Zixia jijik sekaligus ingin sekali menghabisi Liu Yan saat ini.
Liu Yan dibantu mandi, setelah selesai mandi Liu Yan membuka lemari hanya untuk menemukan beberapa set pakaian sederhana dengan dasar kasar tidak seperti yang dia gunakan saat di kediaman Liu. Liu Yan memeriksa semua pakaian itu hanya untuk menemukan kalau pakaian itu benar-benar tidak layak sama sekali untuk Selir Kaisar seperti dirinya.
"Apa-apaan pakaian di dalam sini? Ini pakaian yang digunakan pelayan paling rendah di kediamanku," teriak Liu Yan tidak terima. "Mana mahar yang aku bawa dari rumah? Ibu dan Ayah pasti menyiapkan beberapa pakaian untukku, aku ingin memakai itu saja." Liu Yan menutup lemari kecil itu dengan marah.
"Kau itu hanya selir rendahan tanpa status, sudah untung Nyonya Du memberikan beberapa pakaian untukmu dengan kualitas sedikit lebih baik dari selir lainnya, beruntung juga kau masih perawan jika tidak Tuan Du Ketiga akan enggan memberimu pelayan." Muak dengan kesombongan Lin Yan pelayan itu akhirnya berbicara.
"Kau bertanya tentang mahar keluargamu kan? Mahar dari mereka hanya beberapa keping perak saja, tidak ada pakaian atau hal lain yang diberikan keluargamu untukmu. Mengaku-ngaku sebagai Selir Kaisar, kau ingin mati maka mati sendiri saja jangan mengajak kami juga karena kebodohanmu." Selesai berbicara pelayan itu akhirnya memilih ke luar dari kamar.
"Aku ini memang Selir Kaisar Yuhuan, Ibuku yang memberitahu semua itu. Kakakku adalah Permaisuri Yuhuan saat ini," ujar Liu Yan enggan mengakui kekeliruannya. "Mana Liu Zixia? Dia pasti tidak memberitahumu semua itu."
Liu Yan berteriak membuat keributan, kesal tidak ada jawaban dari luar Liu Yan akhirnya berjalan menuju ke halaman. Betapa terkejutnya Liu Yan saat melihat tempat yang ia tinggali lebih jelek dari tempat Liu Zixia tinggal dulu. Liu Yan mengerutkan keningnya jijik saat melihat keadaan ini, ia mencari di sekitar halaman kecil itu keberadaan pelayan tadi namun ia tidak berhasil menemukan apapun. Liu Yan merasa semakin marah saat melihat taman itu benar-benar tidak layak untuk ditinggali oleh manusia.
Saat Liu Yan berteriak membuat keributan dengan wajahnya yang menakutkan beberapa orang masuk dengan langkah cepat. Liu Yan melihat ke arah langkah kaki yang datang berharap Kaisar menemui dirinya.
Alangkah terkejutnya Liu Yan saat melihat pelayan itu datang dengan beberapa orang yang tidak ia kenali. Salah satunya adalah wanita paruh baya dengan pakaian mewah serta dandanan berlebihan.
"Untuk apa kau membuat keributan di kediaman Du ini? Kalau kau tidak suka kami bisa menjualmu untuk dijadikan budak," ejek wanita paruh baya itu dengan sinis.