
Lu Ran Ran mengambil langkah mundur, sakit yang begitu tajam bahkan tidak ia rasakan karena takut ucapan yang dilontarkan oleh wanita di depannya akan dijawab oleh Guru Besar. Saat itulah bagian pantatnya terasa gatal, ia ingin menggaruk tempat itu namun tempat ini tidak memungkinkan dirinya untuk melakukan kegiatan itu, apalagi ada Guru Besar yang masih berdiri dengan megah.
Lu Ran Ran menatap putrinya yang tidak beranjak sama sekali, matanya menatap penuh harap pada agar putrinya bisa pergi dari sana secepat mungkin.
"Guru Besar! Peraturan baru memang sudah diciptakan lalu apa? Peraturan ada untuk dilanggar, aku ingin lelaki ini apapun yang terjadi. Ibu! Bukankah aku ratu di rumah kita? Kenapa sekarang keinginan ku tidak bisa diwujudkan? Aku ingin mereka berdua mengikuti diriku pulang ke rumah sekarang juga! Wanita selalu benar, aku tidak peduli dia milik siapa jika aku ingin maka mereka harus ikut denganku." He Yuan melipat kedua tangannya di dada enggan untuk menyerah.
"Kalau kau perempuan aku juga perempuan tapi aku tidak pernah mengambil milik orang lain, hidupmu begitu menyedihkan malang sekali! Merebut milik orang lain seenak hatimu apa yang kau banggakan?" Liu Zixia melangkah maju hal itu menyebabkan He Yuan langsung mengambil langkah mundur.
"Jangan macam-macam! Kalau kau menyakiti diriku maka hukum Benua Atas akan berbicara denganmu," ancam He Yuan namun kakinya memilih mundur dengan sendirinya.
"Hukum? Bukankah kau mengatakan hukum ada untuk dilanggar lalu kenapa aku tidak boleh melanggarnya? Membunuh satu wanita seperti dirimu bukan masalah besar untukku, membunuhmu akan membuat beberapa orang senang, apalagi orang-orang yang sudah kau sakiti seenak hatimu? Sudah berapa orang yang kau tipu atas nama peraturan masa lalu? Sudah berapa banyak orang awam yang kau jadikan korban?" Liu Zixia terus melangkah maju, gerakan yang dilakukan Liu Zixia apalagi dengan senyum aneh yang tersungging di bibirnya membuat He Yuan mulai merasa ketakutan.
"Heh, wanita kasar seperti dirimu tidak akan diinginkan oleh laki-laki. Pasti kau menggunakan suatu cara untuk memikat mereka bukan?" tuduh He Yuan dengan mata memicing.
"Ya, dia membuat kami jatuh cinta terus-menerus dengan sikapnya, dengan caranya dan bahkan dengan perlakuan yang dia berikan pada kami." Long Ze menjawab ucapan He Yuan.
Cinta yang begitu tulus terlihat jelas di kedalaman mata para suami Liu Zixia untuknya.
"Lebih baik kalian ikut aku saja! Aku akan memberitahu kalian sebuah berita heboh, ibu bilang dia akan menjodohkan diriku dengan satu-satunya pangeran Benua Atas. Itu artinya aku memiliki harapan untuk hidup mewah, kaya dan sukses." He Yuan tampak sombong, tangannya terlipat di dada.
Liu Zixia yang mendengar itu tertawa dengan keras, 'jadi berita tentang He Yidu sebagai satu-satunya cucu laki-laki Kaisar Benua Atas belum diumumkan, bagaimana reaksinya saat tahu kalau pangeran satu-satunya itu adalah He Yidu. Ah, aku sudah tidak sabar melihat ekspresi mereka.' Liu Zixia membatin di dalam hati sembari menampilkan tawa kecil di wajahnya.
"Apa yang kau tertawakan? Jangan bermimpi pangeran itu mau menikahi dirimu! Dia hanya pantas menjadi suami utama dan mendapatkan kesucian pasangannya sebagai simbol cinta, heh ... wanita rusak seperti dirimu tidak pantas bahkan tidak layak menjadi pelayan kami nantinya." He Yuan tampak bangga.
Meksi dia sering bermain-main dengan beberapa pria kesuciannya masih terjaga sampai saat ini sebab dia tidak pernah melakukannya sampai akhir.