
Ada perbedaan antara mereka yang memiliki kekuatan iblis dan mereka yang tidak memiliki kekuatan itu. Lin Yuhua, saudaraku dan aku sendiri memiliki kekuatan itu di tubuh kami hanya saja milik Lin Yuhua lebih kuat dibandingkan dengan milik diriku.
Kami ditakdirkan untuk memiliki sisi ini jika saja kami bisa menolak, itulah sebabnya tidak ada yang bisa mengalahkan Lin Yuhua saat ini.
Itu adalah isi surat milik Lin Yunzia pada Liu Zixia. Liu Zixia membaca surat itu dengan seksama dan mencoba memahami semua itu.
Akhirnya dia tahu kalau penyebab mata dan rambut Lin Yuhua bisa berubah warna adalah karena kekuatan iblis yang ada dalam dirinya.
Liu Zixia terkejut mengetahui rahasia itu setelah membaca isi surat dari Lin Yunzia. Liu Zixia langsung membakar surat itu sesuai dengan kesepakatan yang telah ia jalani selama ini dengan Lin Yunzia.
"Kau kenapa?" tanya Ling Zhi yang muncul dari belakang Liu Zixia. Ling Zhi memeluk Liu Zixia erat seraya membenamkan wajahnya di ceruk leher Liu Zixia.
"Aku akan melatih qi yang telah aku dapatkan! Aku ingin meningkatkan kekuatan yang kumiliki agar bisa semakin kuat dan semakin tinggi." Liu Zixia mengepalkan tangannya.
Sekarang dia masih sangat lemah, masih berada jauh di bawah Lin Yuhua. Dia harus bisa meningkatkan kekuatannya secepat mungkin agar bisa mengalahkan Lin Yuhua.
'Aku harus kuat! Aku harus bisa mengalahkan Lin Yuhua agar dia tidak semena-mena lagi denganku. Aku harus membuat dia tahu kalau aku punya keinginan sendiri dan tidak akan terus mengikuti keinginannya.' Liu Zixia berjanji di dalam hati.
Di sisi lain Ruan Zu tengah menikmati pelayanan yang didapatnya. Sebelum sebuah hembusan angin dingin menghentikan gerakan tangannya yang sedang memakan anggur.
"Kalian semua pergilah!" usir Ruan Zu pada pelayan yang ada di ruangan itu.
"Kau masih berleha-leha di sini? Aku menyuruhmu membunuh Liu Zixia itu bukan datang menemui diriku di sini." Ruan Zu berteriak marah sembari melempar gelas yang ada di atas meja ke balik layar mandi yang ada di kamar itu.
"Heh, apa kau masih berharap mengalahkan gadis itu? Apa kau berpikir dia akan mudah dikalahkan saat ini?" tanya orang itu dengan cemoohan.
Dia berjalan ke luar layar dengan senyuman sinis serta topeng merah berapi-api yang menutupi seluruh wajahnya.
"Apa maksudmu?" tanya Ruan Zu heran.
"Dia dilindungi oleh pria-pria tampan di sekelilingnya sekarang. Ilmu mereka juga melebihi diriku dan gadis itu, dia sudah bisa menyerap qi sekarang!" Pria itu berjalan mendekat ke arah Ruan Zu.
Dengan sekali gerakan Ruan Zu juga sudah berpindah tempat duduk dan sudah berada di belakang pria itu sembari bersiap menyerang.
Di tangannya ada kipas lipat yang sudah siap untuk dikibaskan pada orang di depannya.
"Kau ingin bermain-main?" tanya pria itu dengan cemoohan. Dia mengibaskan lengan bajunya menyebabkan Ruan Zu bergerak mundur ke belakang.
"Kau sudah berjanji untuk membunuh wanita itu! Kenapa kau membiarkannya menyerap qi dan sekarang kita tidak memiliki kesempatan untuk membunuhnya lagi. Kalau kemampuan miliknya setara dengan yang dahulu maka kita semua akan mati di tangannya." Ruan Zu berteriak marah pada pria yang ada di depannya.
Emosinya membludak dengan kebencian yang lahir biasa.