Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#73


"Kenapa kau tidak jadi membawanya pulang?" Naga kecil yang bernama Lin Yi di dalam ruang cincin milik Lin Yuhua bertanya dengan raut wajah penasaran.


Pasalnya Lin Yuhua berjanji akan membawa Liu Zixia kembali ke istana namun sekarang dia malah berubah pikiran dan membiarkan Liu Zixia berkembang dan mulai membiarkan Liu Zixia bertarung seorang diri.


"Aku hanya ingin memberinya kesempatan untuk mengalahkan diriku. Bukankah dia berkata akan mengalahkan diriku?" Lin Yuhua tersenyum seraya memerhatikan pertarungan antara Liu Zixia dengan ke-empat pria tadi dan sekarang yang tertinggal hanya dua orang saja.


Ke-dua orang yang bertarung mulai merasa tersudutkan membuat mereka akhirnya maju dan mulai menyerang dengan kekuatan hitam yang mereka miliki selama ini.


Pertarungan itu membuat satu buah luka mulai muncul di sisi tangan Liu Zixia, sontak ke-empat orang yang ikut bersama Liu Zixia ingin maju dan menyerang orang-orang itu.


Liu Zixia yang terluka merasa marah dan murka dengan langkah anggun namun terlihat cepat Liu Zixia mulai menyerang kembali ke-dua orang yang tersisa.


"Dia terlihat kesakitan!" Ling Zhi yang tidak tega ingin melangkah maju menolong Liu Zixia namun langkah kakinya terhenti karena Lin Yuhua telah maju dan hanya dengan kibasan angin dari tangannya membuat dua pria yang tersisa jatuh.


Dua pria ingin melarikan diri namun mereka merasakan energi angin yang kencang datang dan menghentikan gerakan mereka.


"Ayo pergi!" ajak Lin Yuhua saat melihat ke-dua orang itu tidak lagi bergerak, saat mereka telah menjauh ke-dua tubuh itu meledak dan hancur berkeping-keping.


Ke-lima orang itu mulai terbang menjauh meninggalkan tempat pertarungan tadi tanpa tahu kalau orang-orang yang tinggal dan terluka tadi tubuhnya telah hancur berantakan.


Mereka terus bergerak menjauh menuju tempat tujuan mereka dengan kecepatan penuh dan Liu Zixia yang terluka diobati sepanjang jalan oleh Long Ze dengan kekuatan qi miliknya.


Di sisi lain, pria bertopeng yang waktu itu muncul di istana Lin Yuhua tiba-tiba saja melihat pada cincin permata yang meledak dan pecah.


"Brengs3k! Siapa yang membunuh ke-empat anak buahku? Aku akan membunuh mereka kembali, kalian lihat saja aku akan menghancurkan dan membunuh kalian semua dengan tanganku." Pria itu berjanji dengan tangan terkepal.


***


Ruan Zu yang dilayani bak ratu selama ini mulai merasa ada yang aneh dengan pelayannya yang mulai berkurang satu-persatu setiap harinya.


"Kemana pelayanku? Kenapa setiap hari jumlah kalian terus berkurang?" tanya Ruan Zu dengan kemarahan.


Ruan Zu melempar barang-barang yang ada di atas meja dengan kemarahan yang luar biasa.


"Yang Mulia mengatakan Selir Hua butuh lebih banyak pelayan apalagi Yang Mulia Kaisar memiliki tambahan satu Selir lagi yang terus berada di dalam kamarnya dan tidak pernah ke luar Nona!" Salah satu pelayan menjawab dengan tubuh gemetar.


"Apa maksudmu? Apakah dia mengambil Selir lagi dan itu sebabnya dia tidak pernah datang menemui diriku lagi?" tanya Ruan Zu dengan kemarahan.


Ruan Zu menggenggam tangannya erat, sejak dulu dia mencintai Lin Yuhua namun Lin Yuhua hanya terus-menerus peduli dengan Liu Zixia. Itulah sebabnya dia merencanakan pembunuhan dan kecelakaan untuk Liu Zixia.


Dia yang mengatakan pada orang-orang itu apa yang menjadi kelemahan Liu Zixia dan dia juga yang memberikan orang-orang itu lokasi tempat Liu Zixia sedang menjalani pelatihan tertutup.


"Aku sudah melakukan berbagai cara agar dia melirik diriku dan sekarang setelah aku berhasil mendapatkan hatinya adalagi lalat pengganggu yang datang." Ruan Zu menjadi semakin marah dan matanya langsung berubah kejam.