Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
219. Salah Satu Barang Tambahan


Mampus, aku update lagi 🤣🤣🤣🤣


Pokoknya aku mau vote dari kalian, biar semangat ngetiknya. 😂😂😂


###


Zixia terus melangkah ke dalam lingkaran itu tanpa mengalami kendala apapun, dia berdiri di tengah-tengah lingkaran sebelum tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Hal itu menyebabkan Yuhua terkejut bukan main dan ikut melangkah masuk juga.


Sama seperti Zixia, Yuhua pun menghilang di tengah lingkaran. Pangeran dan pelayannya berusaha masuk juga karena takut sesuatu yang tidak terduga akan menyerang mereka tapi bagai ada dinding yang menghalangi tubuh ke-duanya terpental kembali keluar.


Ke-duanya saling pandang dan terkejut mengetahui hal itu, udara di sekitar yang tadinya sejuk berubah menjadi dingin. Suara-suara kicau burung yang ketakutan ditambah dengan rengekan hewan di sekitar membuat ke-duanya semakin ketakutan, meski begitu si pelayan langsung berdiri melindungi pangerannya karena takut sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Yang Mulia!" ujar pria itu sembari memasang badan.


Pria itu melihat sekeliling, perlahan ketenangan dan kedamaian tadi berganti dengan keributan, angin yang awalnya tidak ada perlahan mulai menggerakkan daun-daun di sekitar. Lama-kelamaan angin semakin kencang membuat beberapa ranting pohon berjatuhan, suara benda runtuh dan bergerak juga terdengar memasuki telinga ke-duanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Yang Mulia?" tanya pelayan itu tidak mengerti.


"Kau boleh menurunkan kewaspadaanmu, seperti yang aku katakan tadi. Ke-duanya dikirim ke sini untuk membantu negeri ini, kau dapat merasakan energi spiritual yang telah hilang di sini kan. Sayang sekali kita tidak bisa menyerap energi ini, lebih tepatnya kita tidak tahu cara mendapatkannya." Pria tampan itu sedikit tidak bersemangat.


"Ikuti apa yang aku katakan," teriak suara Yuhua tanpa wujud. "Duduk bersila dengan tenang, hembuskan napas dari mulut dan tarik dari hidung dengan kuat. Tenangkan pikiran kalian dan rasakan ada gerakan di bagian perut kalian, sesuatu yang terasa bergerak dan mengalir di dalam sana."


Yuhua menunjukkan cara itu pada dua orang yang akan membantu mereka di tempat ini, ke-duanya dengan cepat mengikuti petunjuk Yuhua. Mata ke-duanya terpejam dengan pendengaran mereka semakin kuat, mereka tidak lagi mendengarkan kicau burung ataupun suara keributan yang diciptakan oleh angin.


"Rasakan energi yang berada di sekitar kalian, bawa mereka mendekat terus mendekat pada kalian lalu biarkan energi itu masuk dan mengalir ke dalam jalannya. Lakukan itu secara berulang maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda di tubuh kalian, lihat warna yang paling cerah di mata kalian maka ambil energi itu lebih banyak."


Yuhua diam lagi setelah mengatakan itu, dia mencari keberadaan Zixia di tempat gelap di mana energi murni terasa sangat kuat. Di depannya memang ada jalan dan di ujung sana ada cahaya terang yang menyilaukan mata.


Yuhua berpikir kalau Zixia ada di depan sana, di pusat energi yang begitu hebat.


Di depan, Zixia sedang duduk bersila dengan mata terpejam. Energi murni yang ada di sana menuju pada tubuhnya, mengalir pada setiap ruangan yang ada di dalam dimensi milik Zixia.


Ru Ansan sendiri terkejut saat energi murni itu melengkapi ruang Zixia, ruangan itu semakin luas dan bahkan langitnya semakin terlihat tinggi.


"Zixia menemukan benda di ruangan ini lagi di luar, bukankah ini sungguh keberuntungan yang besar?" Ru Ansan bertanya pada hewan kontrak Zixia.


Energi murni di dalam ruangan semakin terasa kuat dan bersih, level ruang dimensi itu terasa semakin meningkat.