Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#208


Zixia tertawa mendengar ucapan Ruan Zu, dia berhenti berlari lalu berdiri di awang-awang mendengus dingin pada bentuk menjijikkan yang diperlihatkan oleh Ruan Zu sekarang. Perubahan Ruan Zu menjadi iblis bukan menambah kekuatannya tapi merubah dirinya menjadi iblis yang tidak memiliki hati.


"Aku bersembunyi? Bukankah kau bermain curang selama ini? Kau hanya berani menyerang di kala musuhmu sedang lemah, jika musuhmu memiliki kekuatan kau akan menggunakan trik bertindak menyedihkan milikmu, menjijikkan!" ejek Zixia tidak kalah pedas.


Zixia mengeluarkan pedang putih miliknya yang sengaja dia simpan untuk menyerang Ruan Zu, dia sudah lama menunggu kesempatan ini datang jadi bagaimana mungkin dia tega menyia-nyiakan kesempatan yang bagus seperti ini hanya untuk langsung bertarung. Zixia bergerak maju, dia menyerang Ruan Zu dengan menggunakan setengah kekuatan miliknya, kecepatan yang Zixia tunjukkan membuat Ruan membelalakkan mata.


Energi spiritual murni yang diperlihatkan Zixia membuat Ruan Zu merasa ditipu, Ruan Zu menyentuh kalung yang selama ini menemani dirinya. Kalung itu merupakan kalung yang dia simpan sejak lama karena menurutnya ruang milik Zixia dulu tersimpan di kalung itu. Zixia tersenyum sinis, pedang putihnya menyerang tanpa ampun, membatasi pergerakan Ruan Zu yang telah menjadi iblis sepenuhnya.


Gerakan lambat Ruan Zu menyebabkan ada beberapa luka langsung tercipta di tubuh Ruan Zu membuat wanita iblis itu memekik marah, sekarang dia sadar sejak tadi Zixia hanya ingin bermain-main dengannya tanpa ada niat serius sama sekali.


"Kau mempermainkan diriku?" tanya Ruan Zu tidak terima, ia benci dengan energi spiritual murni yang dikeluarkan oleh Zixia.


Gerakan mematikan ke-duanya antara energi hitam dengan energi putih murni benar-benar membuat mata orang-orang termasuk iblis di sekitar tempat pertarungan Zixia menjadi silau hingga mereka memilih berpindah sisi. Pertarungan terus berlanjut, kecepatan Zixia juga semakin meningkat setiap waktunya membuat gerakan Ruan Zu melemah setiap waktu.


Bai Ling yang merasakan kemungkinan mereka menang semakin rendah mencoba untuk mendekati Ruan Zu namun pergerakannya sendiri dihalangi oleh Yuhua dan He Yidu. Keduanya kompak membuat jarak jauh antara Ruan Zu dengan Bai Ling membuat Bai Ling merasa frustrasi, Bai Ling bergerak menjauh dengan langkah cepat namun ke mana dia pergi selalu dihalangi oleh Yuhua.


Dari pihak iblis juga turun tingkat penyerangan, mereka bergerak mundur namun tidak bisa tampaknya penyerangan iblis tahun ini berakhir lebih cepat dari yang telah diperkirakan. Gerakan di Medan pertempuran juga menunjukkan iblis akan kalah dalam waktu singkat.


Bai Ling melihat luka-luka di tubuh Zixia, dia merasa sedih namun tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melawan Yuhua untuk bisa secepatnya mendekati Ruan Zu yang mulai terluka.


Darah hitam ke luar dari tubuh Ruan, luka menganga yang dibuat oleh Zixia membuat siapa saja merasa ketakutan akan semua itu. Zixia di sisi lain tampak tenang, tidak ada kegembiraan di wajahnya hanya dipikirannya kenangan beberapa tahun lalu terus terngiang. Rasa benci meningkat membuat Zixia ingin terus bermain-main dengan Ruan Zu lebih lama sebelum membunuhnya.