
"Setan kecil itu sangat pintar mencuri kesempatan," ejek Long Ze kesal.
Takut mengalami kemarahan dari Liu Zixia, Lin Yuhua berlalu pergi tanpa banyak bicara. Lin Yuhua mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat melepas penat setelah meluapkan emosinya tadi.
Liu Zixia juga tidak menghentikan Lin Yuhua, ia masih ingin memberikan hukuman pada Lin Yuhua tapi hatinya sedikit tidak tega karena teringat masa lalu mereka.
'Apakah aku terlalu keras padanya? Jika mengingat masa lalu, dia selalu mendahulukan diriku. Ia akan menjadikan aku sebagai prioritas utama baginya.' Liu Zixia akhirnya mulai melunak.
Ye Lian di sisi lain sibuk meningkatkan kekuatan, di antara pasangan Liu Zixia saat ini. Dirinya adalah yang paling lemah, ia pantas di sebut sebagai beban jika kalah dalam pertarungan. Long Ze memanfaatkan kesempatan itu untuk melatih diri hingga meninggalkan Ling Zhi bermanja-manja pada Liu Zixia.
Saat Ling Zhi pergi, Liu Zixia mencari Lin Yuhua menggunakan pikirannya. Ia menemukan Lin Yuhua berbaring di kamar miliknya dengan wajah lesu tanpa semangat sama sekali. Lin Yuhua berjalan ke arah kamar itu dengan pelan, berbagai pikiran bergelayut di dalam hati Liu Zixia.
Ketika sampai di depan kamar Lin Yuhua, Liu Zixia masuk menggunakan aura miliknya dan muncul di dalam kamar tanpa disadari oleh Lin Yuhua. Melihat Lin Yuhua tidak menyadari kehadirannya, Liu Zixia berjalan menuju ke tempat tidur dengan langkah kaki seringan mungkin.
"Kau!" Terkejut, Lin Yuhua langsung terduduk saat melihat kehadiran Liu Zixia di kamarnya.
"Hmmm, maafkan aku sepertinya aku salah masuk kamar. Aku akan kembali," ujar Liu Zixia asal.
Liu Zixia membalik tubuhnya dengan cepat berpura-pura akan pergi secepat mungkin, saat Liu Zixia berbalik hendak pergi Lin Yuhua menggunakan kekuatannya untuk menarik Liu Zixia mendekat.
"Jangan berharap kau bisa pergi setelah datang ke sini," bisik Lin Yuhua nakal di telinga Liu Zixia.
Liu Zixia yang punggungnya menghadap Lin Yuhua tersenyum kecil di dalam hati, sangat mudah untuk memancing Lin Yuhua mendekat dan bergerak ke arahnya seperti dulu.
"Aku salah masuk kamar, Biarkan aku pergi!" pinta Liu Zixia berusaha memberontak.
"Tidak mau! Anggap saja ini takdir, siapa yang menyuruhmu untuk salah?" Bukan aku, aku ingin bertemu dengan anakku!" Lin Yuhua memindahkan tubuh Liu Zixia hingga posisinya menjadi berbaring di tempat tidur.
Lin Yuhua berganti posisi memeluk Liu Zixia dari samping kali ini, Satu tangannya menjadi bantal dan satu lagi menggosok perut Liu Zixia dengan penuh kasih sayang. Lin Yuhua bergerak perlahan hingga kepalanya berada di perut Liu Zixia.
"Apa kabar Sayang! Ini Ayah! Kau harus menjadi anak berbakti, jangan menyusahkan Ibumu apalagi jika kami di tempat tidurnya." Lin Yuhua berbisik nakal di perut Liu Zixia.
Setelah mengatakan itu, Lin Yuhua bangkit dan menyambar kelopak merah muda Liu Zixia yang hendak terbuka untuk berbicara dengannya. Liu Zixia membiarkan Lin Yuhua mengambil jalannya tanpa mendorong dengan kuat.
Segera, kamar yang tadinya sepi berganti ramai dengan suara acak yang silih berganti antara laki-laki dan perempuan. Kali ini Lin Yuhua melakukan semuanya lembut penuh cinta, setiap gerakan yang dilakukannya akan memberikan cinta yang meluap hingga ke dasar hati.