Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#142


Di dalam kereta Lin Yuhua mencoba mencium aroma tubuhnya, merasa tidak nyaman Lin Yuhua memasuki ruang milik Liu Zixia untuk berganti baju di kamar yang ada di sana. Saat selesai berganti baju Lin Yuhua menemukan sesuatu yang aneh, dia tidak lagi mencium aroma balita milik Ru Ansan hingga membuat Lin Yuhua mengernyit.


Lin Yuhua merasakan pergerakan di belakangnya, meski gerakan kaki si pelaku lambat dan ringan namun angin yang diciptakan oleh gerakannya masih bisa dirasakan oleh Lin Yuhua. Saat berbalik hendak menyerang, Lin Yuhua menemukan Ru Ansan yang telah berubah menjadi remaja berdiri di sana dengan manis sembari memberikan tatapan lucu menggemaskan.


"Kau sudah berubah menjadi remaja? Cepat sekali!" seru Lin Yuhua heran.


Biasanya perkembangan Ru Ansan didasari oleh pertumbuhan kekuatan Liu Zixia yang berarti sekarang meski tidak berlatih sama sekali semenjak kehamilannya ada faktor tertentu yang mendorong meningkatnya level Liu Zixia. Ru Ansan memberikan senyuman polos tanpa dosa takut kalau-kalau Lin Yuhua menyerangnya.


"Hem, setelah mengalami perubahan ruang sekarang pertumbuhan kekuatan Liu Zixia bergantung pada diriku. Kalau aku berkembang lagi maka kekuatan Liu Zixia akan semakin meningkat, sekarang kekuatan miliknya juga setara dengan orang-orang dari benua atas level menengah." Ru Ansan memberitahu Lin Yuhua dengan nada seolah meminta dipuji.


Lin Yuhua mengangguk lalu menghilang dari sana tanpa jejak sama sekali yang membuat Ru Ansan merasa kesal karena lagi-lagi ditinggalkan seorang diri di dalam ruangan.


"Hah, setidaknya bawakan aku teman bermain satu saja. Aku sudah bosan di sini, padahal aku sudah cantik seperti ini kenapa mereka masih malu mengajak diriku ke luar?" keluh Ru Ansan dengan wajah menyedihkan.


Lin Yuhua muncul kembali di dalam kereta seperti dia tidak pernah ke mana-mana selain dari baju yang dikenakannya berubah. Lin Yuhua berbaring di samping Liu Zixia memeluk perut buncit Liu Zixia dengan penuh kasih sayang lalu memejamkan mata.


Penduduk yang maju berdiri di depan Ling Zhi dengan ragu-ragu, ia melihat kembali ke belakang seolah meminta diberi kekuatan serta semangat agar berani berbicara di depan penyelamat mereka.


"Begini Tuan yang begitu hebat, karena di sini adalah kampung halaman kami, rumah tempat kami lahir dan dibesarkan kami akan tetap menetap di sini. Kami hanya membutuhkan perlindungan serta beberapa uang untuk membeli pakaian serta modal untuk membuka kembali usaha kami agar desa ini kembali ramai." Pria itu berbicara dengan kepala menunduk.


Long Ze mengangguk mengerti, ia mengeluarkan beberapa kantong keping perak dari dalam tas penyimpanan miliknya lalu memberikan kantong itu pada pria yang melangkah maju. "Ambillah! Masalah perlindungan untuk sementara kita akan mengirim pesan pada kerajaan atau kekaisaran terdekat. Karena kalian bukan bagian dari Yuhuan maka kami tidak bisa mengirim prajurit Yuhuan ke sini karena itu akan menyebabkan masalah. Ketika kami sampai di kerajaan kalian kami akan menyampaikan masalah ini pada Raja negeri ini."


Setelah memberikan kantong uang itu Long Ze juga mengeluarkan setumpuk obat-obatan, dia naik ke kursi pengemudi untuk mengendalikan kereta meninggalkan tempat itu. Ling Zhi kali ini duduk di sebelah Long Ze, mungkin dia sudah bosan duduk lama-lama di dalam kereta tanpa melakukan apa pun.


Kereta berhenti di pintu masuk desa, Ling Zhi mengeluarkan sesuatu dari dalam jubah yang ia kenakan lalu menaburi itu di sana. Sesuatu menyerupai cairan itu langsung menyebar ke sekeliling desa membentuk lingkaran perlindungan yang langsung menutup desa dengan aroma aneh.


"Apa yang kau sebarkan?" tanya Long Ze dengan mata terus memandang ke depan saat kereta sudah mulai berjalan kembali.


"Iblis dipenuhi dengan nafsu tanpa perasaan berbeda dengan manusia yang diliputi berbagai macam hal. Memang benar hati manusia itu lebih kejam bahkan sesama keluarga saja ada adegan saling serang juga." Long Ze pada akhirnya membenarkan apa yang dikatakan oleh Ling Zhi tadi.


Memang tidak ada yang lebih kejam dari hati manusia, susah untuk menebak pikiran mereka selanjutnya. Bahkan dalam senyuman yang mereka berikan ada hati jahat yang ingin menghancurkan hidup seseorang.


Mereka meninggalkan desa itu karena jelas tidak akan ada informasi yang berguna di sana. Mereka terus melaju mencari desa yang bisa memberikan informasi, alhasil ketika malam hampir menjelang barulah mereka dapat menemukan sebuah desa yang begitu dipenuhi kehidupan.


Sorak-sorai dapat didengar meski pasar di desa itu telah ditutup sejak sore, Long Ze mencari sebuah penginapan untuk beristirahat sebagai pengalihan agar orang-orang tidak curiga dengan mereka. Sebuah penginapan megah ditemukan oleh Long Ze, penginapan yang langsung dilengkapi restoran itu tampak hidup dengan banyaknya lalu lalang orang ke luar masuk.


Long Ze memesan satu kamar paling besar di penginapan itu untuk dua hari, dia membayar semuanya di awal agar ketika pergi dia tidak perlu berurusan lagi dengan pihak penginapan. Lin Yuhua di sisi lain tengah membantu Liu Zixia turun dari kereta, pelan-pelan Liu Zixia melangkah dengan kaki kanan yang ke luar lebih dahulu.


Setelah turun, ke-dua tangan Liu Zixia diambil oleh Lin Yuhua dan Ye Lian menyisakan Ling Zhi yang hanya bisa mengikuti dari belakang dengan wajah cemberut. Kehadiran ketiga orang itu sontak membuat gaduh restoran yang ramai itu.


Kecantikan Liu Zixia yang memikat ditambah pipinya yang semakin mengembung membuat tampilan wajahnya semakin menarik perhatian tamu di sana. Liu Zixia dituntun menuju ke kamarnya oleh pelayan yang ditugaskan, Lin Yuhua masih sempat mengirimkan pandangan mata mematikan pada para pria yang menatap dirinya.


"Wanita itu cantik sekali! Pantas saja dia mendapatkan suami yang tampan dan penyayang seperti itu jika bisa menjadi salah satu penghangat ranjangnya aku pasti akan puas juga," bisik beberapa pria pada teman satu tempat duduknya.


Setelah mengantar Liu Zixia ke kamar, Ling Zhi yang Lin Yuhua turun untuk memesan makanan ketika sampai di sudut mereka menemukan satu kelompok tengah berbisik berbicara tentang sesuatu yang terjadi di desa yang tadi mereka singgahi.


"Apa kau tahu? Desa Kalijati digerogoti iblis, hampir separuh penduduk di sana dimakan oleh iblis itu. Ketika lewat di sana tadi siang aku melihat hanya puluhan orang saja yang selamat dan itu semua berkat sekelompok orang yang kebetulan lewat di sana." Pria paruh baya itu bercerita dengan suara berbisik.


Lin Yuhua hanya mendengar sekilas sebelum memesan beberapa menu makanan yang disukai oleh Zixia.


"Apa kau mendapatkan kabar dari Desa Rawajati? Kudengar banyak anak gadis di sana yang dijual untuk dijadikan wanita penghibur kelas atas namun sampai sekarang tidak ada satupun kabar tentang mereka terdengar lagi." Pria lain ikut berbicara, kali ini suaranya sedikit keras.