Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#107


Ling Zhi yang ditatap oleh Liu Zixia merasa malu, entahlah, Ling Zhi juga heran kenapa dia bisa menyukai tipe gadis seperti Liu Zixia yang sifatnya suka berubah-ubah setiap waktu? Kadang, Liu Zixia yang baik tidak lebih bagus daripada Liu Zixia yang kejam serta jahat seperti ini.


Liu Zixia baik hati mudah memaafkan juga dimanfaatkan, sikap lembutnya membuat orang ingin memeluknya juga ingin membohonginya, menusuknya dari belakang sekaligus menghancurkan dirinya. Akan tetapi sosok Liu Zixia yang kejam, sangat susah dikendalikan, meski ingin ditaklukan butuh waktu yang panjang untuk mendapatkan kepercayaan serta perhatiannya.


"Huh, aku lebih suka sosokmu yang kejam ini. Dengan begini, akan susah bagi laki-laki untuk mencintai serta merebutmu dari kami." Ling Zhi menjawab sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


Di kediaman keluarga Liu, kepanikan terus terjadi tanpa henti. Kedua anak perempuan Liu Zhang mendesak Bai Yan untuk bertindak segera menuju ke Lembah Cahaya untuk menuntut tanggung jawab. Di lain sisi, saat Bai Yan mencoba mencari keberadaan Bai Za yang telah memberitahu mereka tentang Liu Zhong menghilang tanpa jejak.


Bai Yan mulai meragu, apalagi masalah demi masalah mulai datang ke keluarga Bai. Toko milik mereka ditekan tanpa henti oleh sebuah toko yang sedang naik daun, di sisi lain ada dekrit dari kerajaan yang akan menindak tegas keluarga yang membantu keluarga Bai.


Mereka yang bekerja di pemerintahan ditangkap oleh bagian penegak hukum dengan berbagai kasus yang mulai mencuat ke permukaan setelah bertahun-tahun terjadi. Bai Yan yang mendapat kabar langsung terduduk lemas.


"Katakan pada Ibuku untuk mengirim orang meminta bantuan pada keluarga Ruan! Ya, satu-satunya harapan keluarga Bai adalah keluarga Ruan. Hanya mereka, hanya mereka yang bisa membantu kita lepas dari belenggu ini." Bai Yan yang tadinya terduduk lemas langsung berubah ceria kembali.


Ia berdiri dengan penuh semangat, cahaya di matanya yang tadi telah pudar kembali mendapatkan sinar cerahnya. Bai Yan melihat pada dua putrinya yang memiliki tanda racun sekarang, "dengan bantuan keluarga Ruan, Lembah Cahaya pasti akan memberikan kita kompensasi yang menarik." Bai Yan berkata dengan ceria.


"Ibu, kau tidak boleh mengatakan semua itu. Jangan berbicara sembarangan! Bahkan tembok pun sekarang memiliki telinga, kau harus bertahan di sisi Ayah sampai semuanya jelas." Liu Yan mengernyit tidak suka.


Wajah jeleknya terlihat menakutkan saat cahaya aneh terlihat di matanya.


"Tuan ... gawat Tuan!" teriak orang yang dikirim Liu Zhang ke Lembah Cahaya.


Liu Zhang yang berada di ruang kerjanya,l terkejut, perasaan buruk semakin menelusuri hatinya merambah ke dalam dirinya membuat Liu Zhang berdiri hendak ke luar sebelum pintu diterobos oleh orang itu.


Wajahnya pucat, bibirnya tidak berdarah sama sekali dengan tubuh bergetar tidak terkendali. Matanya kehilangan rona tanpa ada cahaya kegembiraan sama sekali.


Menekan rasa takut di hatinya Liu Zhang mencoba memberanikan diri untuk bertanya. " Katakan! Berita apa yang kau dapatkan hingga kau menjadi seperti ini."


"Tuan, Nona Liu Zixia adalah murid paking disayangi oleh Mu Huang yang merupakan ketua Sekte Lembah Cahaya, Liu Zhong adalah murid paking berbakat yang akan menjadi pewaris Lembah Cahaya selanjutnya. Bai Za, anak itu sudah lama dikeluarkan dari perguruan Lembah Cahaya, dia hanya murid luar dengan nilai paling rendah. Begitu juga anak dari keluarga Bai dan keluarga Ruan, mereka yang ada di Lembah Cahaya dikeluarkan atas perintah Mu Huang." Kaki pria itu gemetar setelah mengatakan itu dia terjatuh dengan bunyi gedebuk kuat di lantai.