
Guru Besar itu menatap tajam Lu Ran Ran, dia melihat sekeliling ruangan yang kacau di mana semua hadiah dari istana kerajaan telah hancur. "Merusak barang-barang pemberian Raja, menginginkan suami orang lain tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Aku benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalam otak wanita tanpa pendidikan seperti dirimu." Guru Besar terlihat marah.
Ia melambaikan tangan, mengeluarkan kekuatan miliknya untuk mengumpulkan barang-barang yang telah hancur. Semua barang-barang itu adalah benda mahal yang sengaja dikirim untuk He Yidu sebab dia satu-satunya keturunan laki-laki para pangeran di istana.
"Tidak, bukan seperti itu. Kami tidak sengaja menjatuhkan barang-barang itu, semua terjadi begitu cepat. Kami hanya ingin berbicara dengan He Yidu secara baik-baik tapi prajurit serta pelayannya mencegah kami hingga terjadi aksi saling dorong." Lu Ran Ran mencoba berkilah, dia tahu jika menghadapi Guru Besar istana dia tidak akan pernah menang
"Hanya orang bodoh yang akan percaya pada apa yang kau katakan," ejek Liu Zixia cepat tanpa memberi celah bagi Lu Ran Ran untuk menang.
Lu Ran Ran terlihat panik, ia mencoba melihat sekeliling mencari orang yang bisa dijadikan kambing hitam atas kejadian ini namun para suaminya sudah tidak berada di ruangan yang sama dengannya mungkin mereka tahu kalau mereka pasti akan dijadikan korban.
"Lu Ran Ran! Apa kau tidak tahu kalau peraturan Benua Atas telah banyak berubah. Dulu wanita memang sangat dihargai karena jumlahnya sangat jauh berkurang, tapi sekarang jumlah kaum wanita sudah meningkat dengan cepat. Hampir di setiap rumah diisi oleh kaum wanita, di rumahmu kau memang berkuasa tapi di luar kau bukan siapa-siapa." Guru Besar meludah jijik sambil melempar kata-kata penuh peringatan.
Lu Ran Ran mundur ketakutan, tiba-tiba saja kakinya terasa lemah. Rasa nyeri menyerang kakinya membuat ia tidak bisa bergerak sebebas saat ia pertama datang. Kaki Lu Ran Ran seperti ditusuk oleh sesuatu yang tajam, Lu Ran Ran melihat pada kakinya yang sakit namun tidak ada keanehan di sana.
"Aduh!" teriak Lu Ran Ran saat dirinya tidak bisa menghadapi rasa sakit itu namun saat ia melangkah maju rasa sakit itu berkurang dengan sangat cepat.
Lu Ran Ran merasa aneh, dia mencoba bergerak mundur lagi kemudian berteriak akibat rasa sakit yang diterimanya. Liu Zixia di sisi lain menyembunyikan wajahnya di dada Lin Yuhua, dia melakukan itu karena tidak kuasa menahan tawanya.
"Aku memberinya pelajaran kecil ini sebelum mendatangkan pelajaran besar. Kalau langsung besar, dia mungkin tidak sanggup menghadapi semuanya," kilah Liu Zixia.
Saat Guru Besar sedang mencatat kerugian yang dialami He Yidu, suami Liu Zixia yang lain muncul dari dalam. Ye Lian yang menggendong Yizu juga ikut datang, ia merasa istrinya pasti akan melakukan sesuatu yang cukup hidup untuk memberi pelajaran pada musuhnya.
"Ibu! Itu pria yang aku inginkan kemarin!" tunjuk He Yuan pada Ling Zhi yang saat ini memakai baju berwarna biru laut.
Ling Zhi yang ditunjuk tampak tidak senang, bibirnya mengerucut menatap Liu Zixia dengan keluhan. Liu Zixia semakin tertawa lebar, salahnya memiliki suami tampan hingga ke manapun mereka pergi suaminya terus membuat keributan memberinya masalah.
"Jangan menunjuk sembarangan! Apa ibumu mengajarkan kau merampas milik orang lain, ckckckc, seperti ibu seperti itu pula anaknya. Menyedihkan," ejek Liu Zixia, kepalanya menggeleng dramatis membuat wajah He Yuan dan Lu Ran Ran memerah.
Sejak tadi Liu Zixia terus menjadi kompor yang membuat seisi ruangan menjadi panas. Lin Yuhua memeluk Zixia erat, ia pikir setelah menjadi seorang ibu Liu Zixia akan bersikap dewasa namun tampaknya sifat dari lahir memang sulit untuk diubah.
"Guru Besar tolong maafkan ibu mertuaku, seperti yang Anda katakan tadi, dia memang tidak berpendidikan hingga melahirkan anak perempuan bodoh yang tidak tahu apa-apa. Anda cukup meminta ganti rugi saja tapi jangan menghukum mereka, kita akan perang menghadapi kaum iblis, orang-orang bodoh ini bisa diletakkan di garda depan karena mereka sangat pintar menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah." Liu Zixia memberi saran namun saran baik yang ia berikan membuat bulu kuduk Lu Ran Ran berdiri.