
Mau minta tolong, aku punya karya yang diterbitkan dengan harga 31000 kalau ada yang mau beli silakan kirim no wanya melalui pesan agar aku bisa ngirim link agar dapat mempermudah kalian mencari di google play store. Judulnya My Brother Is My Husband, menurut aku ceritanya bagus tapi enggak ada pelakornya di sana.
####
Liu Zhang berada dalam keadaan tidak baik saat ini, pikirannya berkelana jauh memikirkan solusi dari masalah yang terus terjadi dalam waktu singkat ini.
"Kalian ke luarlah lebih dulu," usir Liu Zhang pada dua orang yang menjadi tangan kanannya itu.
Ke-duanya dengan patuh berjalan ke luar dari ruang belajar Liu Zhang untuk mengerjakan apa yang bisa mereka lakukan, Liu Zhang termenung. Ia memikirkan kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga keluarganya mengalami hal ini tanpa kompromi sama sekali.
"Hehehehe, apa kau puas dengan semua ini?" Sebuah suara lembut tapi dingin membuat Liu Zhang tersentak hingga hampir jatuh ke belakang dengan kursi yang ia duduki.
Liu Zhang terkejut bukan main, di saat penjagaan di luar semakin ketat ternyata masih ada yang bisa masuk ke dalam ruang belajarnya.
"Si-si-siapa kau?" tanya Liu Zhang tergagap.
Liu Zhang melangkah mundur dengan cepat saat ia melihat seorang gadis cantik tengah berdiri dengan angin meniup rambutnya. Liu Zhang merasakan keakraban dengan aura tubuh yang dimiliki gadis di depannya.
"Siapa aku kau tidak perlu tahu, cukup hatimu merasa takut dan bergetar. Bagaimana rasanya mengalami ini? Apakah menyenangkan? Ini belum seberapa dibandingkan dengan penderitaan yang kau berikan pada anak laki-laki dan anak perempuanmu yang kau buang." Liu Zixia bersandar pada dinding di dekat jendela dengan tangan terlipat di dada.
Wajah cantiknya yang tidak bisa disembunyikan sama sekali itu menyebabkan Liu Zhang melihat fitur istrinya yang telah pergi melalui wajah cantik itu. Liu Zhang menekan rasa takut di hatinya, ia bergerak menjauh dari Liu Zixia mempertahankan posisi siaga takut wanita di depannya menyerang tanpa pandang bulu.
Liu Zixia hanya berdiri tanpa menggeser tubuh sama sekali, matanya bergerak malas dalam memandang Liu Zhang yang terlihat begitu ketakutan. "Apalagi menurutmu selain balas dendam, aku sudah melepaskan dirimu mencoba untuk melupakan kesalahan yang kalian perbuat tapi apa? Kalian malah menangkap Kakakku, membawanya ke sini memberinya racun serta melukai dirinya dengan parah."
Satu demi satu kesalahan yang telah dilakukan Liu Zhang pada Liu Zhong disebutkan oleh Liu Zixia tanpa jejak rasa sama sekali. Dapat dilihat dengan jelas kalau Liu Zixia tidak memendam perasaan apapun pada Liu Zhang.
"Kami keluargamu!" teriak Liu Zhang marah.
Suara berisik yang ditimbulkan Liu Zhang dengan sengaja sama sekali tidak mempengaruhi gerakan di luar.
"Keluarga? Hahaha, lucu sekali. Saat kami diperlakukan begitu buruk kenapa kalian tidak menganggap kami sebagai keluarga? Saat aku diberi racun oleh istrimu kau bahkan tidak menganggap hidupku penting lalu sekarang kau mengatakan kalau kita keluarga. Jangan bertingkah lucu di depanku," ejek Liu Zixia terang-terangan.
Liu Zixia terkekeh senang sebelum dengan cepat berjalan beberapa langkah ke depan mendekat ke arah Liu Zhang yang terpaku tidak bisa bergerak sama sekali.
"Kau, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Liu Zhang dengan suara bergetar.
Liu Zixia terkekeh melihat ketakutan yang begitu nyata di mata Liu Zhang, 'Ini terasa begitu menyenangkan. Memiliki kekuatan, menindas mereka yang lemah benar-benar merupakan perasaan yang begitu luar biasa. Aku puas dengan semua ini, aku tidak sabar mencari Ruan Zu dan melakukan pembalasan yang sama seperti ini.' Liu Zixia berpikir dalam hati.
Rasa puas yang diperlihatkan mata Liu Zixia semakin membuat Liu Zhang berteriak putus asa di dalam hatinya.