
*Ini bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untukmu dan yang lainya yang membaca cerita ini.
Jika ada dendam di dalam hatimu, maka jangan kotori tanganmu untuk membalas dendam. Ada saatnya tangan karma akan sampai padanya, kita hanya perlu menunggu. Karma tidak akan salah dalam memilih targetnya, setiap luka, air mata dan sesak yang kau terima akan dibalaskan sama.
Jangan mengatakan kalau Tuhan itu tidak sayang padamu karena satu masalah yang kau terima. Cukup perbanyak do'a dan lihatlah hasilnya*.
###
Liu Zixia saat ini telah selesai makan, dengan mata terbuka Liu Zixia mengatakan sebuah perintah dengan bibirnya. "Bersihkan meja dan kembalikan semua ke tempatnya."
Dalam sekejap, semua bersih. Meja yang tadi dipenuhi piring bekas makan sudah tidak ada lagi. Ling Zhi dan yang lainnya tercengang, bibir mereka terbuka lebar, jika ada lalat yang terbang mungkin itu sudah masuk ke dalam mulut mereka.
"Itu menakjubkan!" teriak Long Ze senang.
"Kau juga bisa ternyata!" Ru Ansan adalah yang paling tenang di sana. Mungkin karena ia lebih dulu bisa melakukan itu semua.
"Ini biasa saja, dulu aku hanya perlu memikirkan apa yang aku mau maka itu akan tersedia. Itu pun kalau ada di dalam ruang ini," ujar Liu Zixia dengan nada kesal.
Ye Lian tersenyum ketika mendengarkan celotehan Liu Zixia, dia mendekap Liu Zixia ke dalam pelukannya dan memberikan kecupan penuh kasih sayang. Lin Yuhua yang sejak tadi diabaikan ingin sekali maju dan meraih Liu Zixia dalam pelukannya.
Lin Yuhua yang sakit hati memilih menghilang dari sana, ia muncul di pondok sebelum pergi menjauh dalam sekejap mata. Ia kembali muncul di tempat pertemuan tersembunyinya dengan kupu-kupu cantik itu.
"Kabar apa yang kau miliki kali ini?" tanya Lin Yuhua pada kupu-kupu cantik yang memancarkan keindahan itu.
"Ruan Zu telah dikejar oleh seluruh kerajaan berkat informasi yang disebarkan Lin Yunzia. Oh, dia juga sudah menemukan belahan jiwanya. Sebentar lagi mereka akan menikah secara resmi, dia bilang akan mengambil kerajaan agar kau bisa bebas kemanapun kau suka." Kupu-kupu yang telah berubah itu berbicara dengan santai.
Kupu-kupu itu merogoh sesuatu dari dalam bajunya, ia mengeluarkan sebuah makanan yang dibungkus kain berwarna putih. Makanan itu langsung ia masukkan ke dalam mulutnya.
"Apalagi yang ia katakan?" Lin Yuhua tidak mengucapkan terima kasih sama sekali.
"Tidak ada, aku akan pergi! Berusahalah lebih kuat lagi. Salah jika benang yang kusut tidak dapat diperbaiki, kalau kau punya keinginan dan waktu yang cukup maka apa saja masih bisa dilakukan."
Setelah mengatakan itu, ia menjelma menjadi kupu-kupu lagi dan menghilang secepat mungkin dari sana. Lin Yuhua yang kesal melampiaskan kemarahannya, ia mengeluarkan sebuah pedang dari kekuatan yang dimilikinya.
Pohon-pohon di sana ia tebas sesuka hati, batu yang besar dan keras dihancurkan. Tempat yang tadinya rimbun dan sejuk dalam sekejap sudah berubah menjadi lapangan tandus.
Bekas kayu yang terpotong tersebar di mana-mana, batu yang terbelah juga meninggalkan jejak runcing yang dapat melukai siapa saja yang tidak berhati+hati berjalan di sana.