
*Ketika langkahmu terhenti oleh satu masalah maka jangan ikut berhenti juga di satu titik.
Bangkitlah, mungkin Tuhan sayang padamu hingga menjatuhkanmu pada titik terendah untuk bangkit berdiri di posisi paling tinggi. Dua kali, kau jatuh maka empat kali kau bangkit.
Katakan pada dirimu sendiri untuk tidak menyerah pada rasa kalah jika kemenangan bisa terlihat di depan mata. Ingat, bukan hanya satu jalan sekarang menuju ke Roma*.
####
Langit tampak tidak bersahabat, mendung tiba-tiba mewarnai awan putih serta langit biru yang tadinya tampak indah. Begitu mendadak, kesenangan serta rasa sakit bisa datang secara bersamaan.
Tidak ada yang mengira awan hitam akan datang dengan cepat tanpa permisi, He Yidu menatap langit lalu beralih pada penjaga yang bertugas. "Apakah tim pembasmi pertama telah ke luar menghadang para iblis, mereka terlalu mengandalkan Benua Atas tanpa mau mengirim kelompok mereka ke depan." He Yidu tampak kesal.
Dia memasuki kamar khusus yang ada di di sebelah kamar utama, dia memakai baju perang miliknya yang berwarna putih simbol sebagai satu-satunya keturunan laki-laki dari kerajaan Benua Atas saat ini. He Yidu melangkah cepat namun berbalik kembali saat melihat Liu Zixia berada di tempat yang sejak tadi tidak dilihatnya.
"Aku akan mengawasi perang pertama ini dari kejauhan, istirahatlah yang cukup! Jangan berjalan ke luar sembarangan sebab dalam keadaan kacau seperti ini para penculik dan penjual budak tidak melihat pakaian yang digunakan korban yang diculiknya." He Yidu berpesan pada Liu Zixia, sesampai di sisi Liu Zixia, He Yidu langsung mengecup kening Zixia yang membuat semua anak buahnya tercengang.
"Jangan pikirkan ibu palsumu! Dia sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal, aku senang dapat membantu dirimu mengurangi beban perasaan." Zixia melambaikan tangan, dia berjalan ke sisi suaminya yang lain dengan senyum lebar.
He Yidu mengangguk, dia berjalan menuju ke arah gerbang di mana kuda putih besar miliknya sudah menunggu. He Yidu langsung menaiki kuda itu untuk bisa segera sampai di gerbang utama Benua Atas.
Para pengungsi tampak panik, mereka berhamburan menuju gerbang berharap saat gerbang dibuka mereka bisa masuk begitu saja, sayang sekali, saat mereka ingin menerobos barisan rapi tentara dengan senjata lengkap langsung menghadang.
He Yidu berjalan paling belakang dengan kuda putihnya yang terlihat mencolok, topeng perak yang dipakai He Yidu menutupi setengah wajahnya hingga beberapa orang tidak akan mengenali dirinya. Di tangan He Yidu juga ada pedang perak dengan sarung berwarna perak juga. Beberapa orang menatap kagum He Yidu, apalagi kuda putihnya telah diturunkan sejak dulu pada setiap satu keturunan Kaisar yang paling sedikit.
Sebagai pangeran Benua Atas, He Yidu mendapatkan kehormatan yang tinggi dan dipuja banyak wanita sayang sekali mereka tidak tahu bahwa orang yang mereka puja juga merupakan orang yang sering mereka hina.
"Pangeran memiliki aura yang kuat! Saat ini, dia satu-satunya cucu laki-laki Kaisar itu sebabnya Kaisar sangat menyukai pangeran dan memberikan dia berbagai macam keistimewaan. Sayang sekali, kediaman pangeran masih menjadi misteri sampai saat ini.
##
Maaf baru update, aku lagi mengalami masalah yang bikin mental aku drop, buat yang penasaran bisa kepoin Ig aku seberapa kacau masalah yang aku alami sekarang.
Akun Ig aku zolinamaryasin
akun FB Kazolinae Angel
wa aku085281878087
kalian bisa kepoin apa aja tentang aku di sana makasih semua. aku cuman up seadanya maafkan daku🙏🙏🙏