Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#38


Yu Zixia hanya mengangguk dengan sopan kemudian memilih untuk duduk di meja makan dan menyuruh Ye Lian untuk duduk bersamanya.


Yu Zixia mencoba untuk mengabaikan keberadaan Ling Zhi yang nampaknya memang sengaja memancing kemarahan dan kesakitan pada Ye Lian.


Di kerajaan Yuhuan.


Lin Yuhua tengah menatap saudara kembarnya, Lin Yunzia yang tengah duduk sembari menikmati teh khusus untuk dirinya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Lin Yuhua terdengar lelah dan letih pasalnya Lin Yunzia sedari tadi hanya diam dan tidak menjawab ucapannya sedikitpun.


"Tidak ingin apa-apa, aku hanya ingin pergi berkelana dan mencari wanita cantik saja. Aku hanya pergj sebentar, tidak akan lama. Aku janji padamu!" Lin Yunzia tersenyum dan kembali menikmati teh itu.


"Tidak bisa, aku harus pergi mencari Yu Zixia dan kau yang harus menggantikan aku mengurus negara ini, jangan harap kau bisa pergi!" ancam Lin Yuhua dengan pandangan tajamnya.


Lin Yunzia berdiri dan berjalan ke arah jendela yang memerlihatkan taman yang dibangun oleh Liu Zixia dulu.


"Jika kau pergi lalu siapa yang akan menjaga kekasih masa kecilmu itu? Aku tidak akan punya waktu mengurusnya dan kau pasti tahu! Kalau kau meninggalkannya bersama diriku maka hidupnya belum tentu terjamin." Lin Yunzia tersenyum namun senyum itu tidak mencapai ke matanya yang menempatkan kilat kekejaman.


"Lebih baik kau tetap di sini dan jangan mencari Liu Zixia lagi, biarkan dia bahagia! Dengan dirimu dia hanya menderita dan terus-menerus tersakiti. Lebih baik membiarkan Liu Zixia bahagia dengan pilihan hidupnya sendiri."


"Tidak, sebelum aku bisa memastikan siapa di antara keduanya yang benar-benar milikku maka aku tidak akan membiarkan keduanya pergi dari hidupku." Lin Yuhua marah, matanya melotot tajam dengan tangan terkepal menatap Lin Yunzia.


Lin Yuhua takut jika dia tidak pergi mencari Liu Zixia sekarang maka sayapnya akan terus tumbuh dan kian kuat maka akan semakin sulit untuknya mengikat Liu Zixia di sampingnya lagi.


Namun jika dia pergi lalu siapa yang akan menjamin keselamatan Ruan Zu di sini. Lin Yunzia sangat membenci Ruan Zu dan pasti akan melakukan berbagai cara untuk menemukannya dan menyiksanya.


"Sudahlah Saudaraku! Kau lupakan saja Liu Zixia dan kau jadikan Ruan Zu sebagai Permaisuri kerajaan Yuhuan selanjutnya, aku lebih senang Liu Zixia menjadi Permaisuri Angkrea." Lin Yunzia tersenyum penuh kemenangan.


Keinginannya untuk membuat Lin Yuhua bimbang dan meragu telah berhasil. Selagi dia masih bisa menahan Lin Yuhua di sini makan kesempatan untuk Liu Zixia terus berkembang akan semakin pesat.


'Aku selalu merasa bahwa aku memilikimu sebuah hutang yang harus kubayar pada Liu Zixia. Sebuah hutang yang membuatku ingin menjaganya dari kesedihan yang bahkan dibuat oleh saudaraku sendiri.' Lin Yunzia berbicara di dalam hati.


Saat Lin Yunzia sedang termenung angin kencang menerpa dirinya beruntung dia masih bisa mengelak dari serangan tiba-tiba itu.


"Kau menyerangku?" tanya Lin Yunzia penuh cemooh saat melihat Lin Yuhua mengacungkan tangan dan telah mengambil ancang-ancang untuk berkelahi.


"Aku tahu kenapa kau melarangku mencari Liu Zixia! Kau juga ingin memilikinya bukan?" tanya Lin Yuhua sembari melangkah maju tinjunya mengarah ke wajah Lin Yunzia dan bersiap menghantam wajah tampan itu.


Lin Yunzia menepis serangan Lin Yuhua dengan tangan kanan sembari melakukan gerakan memutar dan kembali melayangkan tendangan tinggi ke wajah Lin Yuhua.


Kasim Han yang mendengar keributan di dalam ruangan Lin Yuhua hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pasrah.