
Ye Lian memeluk Yu Zixia erat dan tidak ingin melepaskan Yu Zixia sedikitpun dari pelukannya itu.
"Kau kenapa?" tanya Yu Zixia penasaran.
"Kau dan dia sudah menikah dan telah melakukan kewajiban suami istri bukan?" tanya Ye Lian lembut. Suaranya menerpa lembut ujung telinga Yu Zixia membuat telinga itu memerah karena malu.
"Memangnya kenapa kalau iya," jawab Yu Zixia pelan karena kapal yang mereka tumpangi masih ada orang lain di sana sebagai kru kapal.
"Berarti aku sudah boleh menyentuh dirimu," bisik Ye Lian semakin memeluk Yu Zixia.
"Aku belum ingin memiliki anak," tolak Yu Zixia cepat.
Yu Zixia tidak ingin kejadian yang dahulu terulang kembali, dia harus menuntut ilmu dan menjadi semakin kuat agar bisa membalaskan dendamnya pada Ruan Zu dan keluarganya.
"Aku akan memakai pil pencegah kehamilan, pil itu dapat membantu kaum wanita untuk menentukan anak siapa yang dikandungnya!" terang Ye Lian cepat.
Ye Lian mengerti kalau Yu Zixia ingin membalas dendam atas perlakuan yang diterimanya dari Lin Yuhua beberapa hari ini.
"Di kerajaan juga ada alat untuk mencegah kaum laki-laki dijamah oleh kaum wanita hal ini juga digunakan untuk mencegah kaum laki-laki dilecehkan." Ye Lian kembali menjelaskan dia takut kalau Yu Zixia akan salah paham padanya.
"Apa itu?" tanya Yu Zixia penasaran. Yu Zixia mengikuti Ye Lian membawanya ke kapal bagian dalam yang dikhususkan untuk penyewa kapal.
Bagian itu dilindungi dengan sekat khusus agar tidak ada yang bisa mengintip atau mendengar apa yang terjadi di dalam sana.
"Celana kecil kesucian, celana itu terbuat dari kain aneh dan di bagian pinggangnya diberi hal seperti rantai dan dikunci. Jadi, membukanya harus menggunakan kunci khusus." Ye Lian mendudukkan Yu Zixia di tempat tidur.
Dia membuka pakaian luarnya dan memerlihatkan kunci khusus yang digantung di lehernya berbentuk kalung.
"Kunci ini hanya dipakai ketika keluar dari rumah, tujuannya adalah untuk menjaga agar kaum laki-laki tidak dilecehkan seenaknya oleh wanita untuk dijadikan suami atau kekasihnya." Ye Lian melepas pakaian yang dikenakannya dan memperlihatkan pada Yu Zixia seperti apa bentuk alat yang tadi disebutkan olehnya.
"Kasihan sekali kaum laki-laki di kerajaanmu," ujar Yu Zixia sembari menahan tawa. "Eh, kenapa kunci milikmu ada di tanganmu sendiri?" tanya Yu Zixia heran.
"Karena aku sudah menikah, aku memakainya hanya untuk berjaga-jaga saja. Kau tahu kan aku hanya berstatus selir utama bagimu," lirih Ye Lian nyaris berbisik di kata-kata terakhir yang diucapkannya.
"Jadi begitu!" Yu Zixia mengangguk mengerti sebelum melepas rantai yang melekat di pinggang Ye Lian dengan pelan.
"Jangan melakukannya di sini! Aku malu!" Yu Zixia merona saat melihat dan mengingat tindakan yang sedang di ambil Ye Lian.
"Tenang saja, mereka juga sudah mengerti tentang hal ini. Lagipula sekat itu," tunjuk Ye Lian pada sekat penghalang kapal yang tadi diturunkannya.
"Kenapa dengan itu?" tanya Yu Zixia heran, dia tidak pernah berjalan jauh menaiki kapal seperti ini karena biasanya ia memiliki kapal khususnya sendiri.
"Itu bisa mencegah mereka mendengar apa yang terjadi di dalam sini. Kau harus tahu aku sudah lama menunggumu dan sekarang setelah mendapat kesempatan aku tidak akan melepaskanmu." Ye Lian segera merebahkan tubuh Yu Zixia di ranjang yang ada dan memulai aksinya.
Sebelum mengambil tindakan ia meminum sebuah pil berwarna hitam untuk mencegah Yu Zixia hamil seperti yang diinginkannya.
"Apa yang kau minum?" tanya Yu Zixia lagi.
"Pil pencegah kehamilan. Rakyat biasanya hanya bisa meminum cairan pencegah kehamilan dan efeknya bertahan selama satu setengah tahun sedangkan kami pangeran ataupun bangsawan bisa membeli pil."
"Pil ini juga punya warna berbeda, yang berwarna hitam ini sebenarnya punya jangka waktu tiga bulan sedangkan yang putih enam bulan dan yang hijau satu tahun." Ye Lian tersenyum kecil menjawab pertanyaan Yu Zixia.
Tidak lama suara percakapan mereka menghilang berganti dengan melodi lembut dan irama aneh yang silih berganti.