
"Ada lelaki yang mencintai istrinya tapi tidak memberinya kepercayaan. Buat apa saling mencintai jika tidak saling memercayai?" Liu Zixia tersenyum kecil, dia melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur dan melepas jubah luarnya yang tebal dan membuatnya tidak nyaman.
"Jika sudah saling memercayai dan mencintai?" tanya Ye Lian mendekat dan memeluk istrinya itu dari belakang.
"Maka apapun yang terjadi mereka akan selau bertahan, walau yang datang badai besar sekalipun mereka tidak akan dihempaskan dengan mudah. Kapal mereka tidak akan karam begitu saja pasti mereka akan memikirkan cara agar selamat berdua sampai ke tujuan." Liu Zixia tersenyum kecil.
Senyum lembutnya langsung masuk ke dalam hati Ye Lian membuatnya merasa nyaman.
"Lalu bagaimana denganku? Apakah kau sudah memercayai diriku, Istri?" tanya Ye Lian lembut di telinga Liu Zixia.
Hal itu sukses membuat Liu Zixia merona malu, apalagi tangan Ye Lian sudah mulai nakal kembali.
"Ada yang ingin aku sampaikan padamu dan ini hanya beberapa orang yang mengetahui ini semua." Liu Zixia menatap Ye Lian penuh makna.
Liu Zixia menarik Ye Lian agar duduk di tempat tidur untuk mendengarkan ceritanya yang akan dia sampaikan.
"Sebenarnya nama asli pemilik tubuh ini adalah Liu Zixia, namanya berganti menjadi Yu Zixia karena guruku, Mu Huang takut aku memakai nama itu dan dikejar-kejar oleh Lin Yuhua." Liu Zixia berhenti sejenak memerhatikan raut wajah Ye Lian.
Namun di wajah tampan Ye Lian tidak terlihat jelas apa yang ia pikirkan. Bahkan Ye Lian tidak bertanya apa maksud Liu Zixia mengatakan pemilik asli tubuh ini.
"Aku sebenarnya adalah mantan Permaisuri kerajaan Yuhuan, Liu Zixia. Aku meninggal akibat ketidakpercayaan Lin Yuhua padaku dan kebetulan, saat aku meninggal pemilik tubuh ini juga meninggal." Liu Zixia kembali berhenti dan melihat perubahan di wajah Ye Lian.
"Kau tidak mau bertanya kenapa?" Akhirnya karena penasaran Liu Zixia menatap Ye Lian dan bertanya secara langsung.
"Apa yang perlu aku tanyakan? Dari cara si Lin Yuhua itu mengejarmu sudah jelas kalau kau penting baginya tapi aku tidak menyangka apa yang menyebabkan dia seperti itu? Dia mengejar-ngejar dirimu tapi tidak mau melepaskan mantan kekasihnya itu." Ye Lian baru menunjukkan raut penasaran saat mengingat alasan ini.
Matanya menerawang jauh mencoba untuk mengingat bagaimana keluarganya dipenggal satu-persatu di depan matanya.
"Aku juga merasa tidak nyaman saat melihatnya!" Ye Lian berdiri dia berjalan ke arah kursi kayu yang ada di kamar itu.
*
Ling Zhi menatap anak buahnya yang berdiri di depan matanya dengan diam.
"Kau ingin tahu kenapa aku mau begitu saja mengikuti Liu Zixia itu?" tanya Ling Zhi dengan wajah murung.
"Ya, dia lemah dan tidak memiliki apapun selain mengerti racun dan obat-obatan dan bahkan aku tidak bisa merasakan aliran qi di tubuhnya, Tuan" jawab anak buahnya cepat.
(Qi adalah aliran energi yang berpusat pada dantian.)
"Tentu saja, sekuat apapun dia berusaha Liu Zixia tidak akan bisa mengeluarkan aliran qi-nya sama sekali." jawab Ling Zhi cepat.
"Maksud Anda ... Tuan?"
"Dantian Liu Zixia tersegel dan itu adalah penyebab kenapa dia tidak bisa berlatih apapun selain racun dan pengobatan."
(Dantian adalah pusat qi yang terletak sedikit di bawah pusar, tepatnya di dalam perut.)