
Lin Yuhua masuk ke dalam tenda yang sama dengan Ye Lian, sesampai di dalam tenda dia menghilang lalu ke luar dengan dua mangkuk kayu berisi susu di tangannya. Ia menyerahkan susu itu pada Ye Lian yang sedang menimang di bayi.
"Siapa nama anak ini?" tanya Ye Lian tanpa menoleh, ia sibuk menyuapkan susu itu ke mulut si bayi.
"Liu Yizu, aku akan memberikan nama anakku sesuai dengan nama Liu Zixia." Lin Yuhua menjawab dengan nada tidak peduli.
Yizu yang sejak tadi tidak mau minum susu langsung menerima pemberian Ye Lian, ia bahkan tampak senang disuapi. Melihat ini wajah Lin Yuhua berubah masam, sama seperti ibu mereka bayinya juga tampak senang dengan Ye Lian.
Ye Lian menyuapi Yizu hingga kenyang, setelah bersendawa Yizu diletakkan di kasur yang ada di dalam tenda. Yizu yang dipandang oleh semua orang merengek, melihat itu Ye Lian mengambilnya kembali menimang Yizu hingga tertidur dengan lelap.
He Yidu yang mengetahui Lin Yuhua sudah ke luar datang ke tenda, dia ingin melihat seperti apa anak Liu Zixia karena menurutnya Liu Zixia sangat cantik pasti anaknya juga cantik. Saat masuk yang dilihat He Yidu adalah seorang bayi kemerahan dengan pipi menggembung.
Bibirnya sesekali akan bergerak seolah dia masih menyusu dengan ibunya padahal dia sama sekali tidak menyentuh makanan pokok bayi itu.
"Cantik sekali," bisik He Yidu takjub saat melihat Yizu yang damai di tangan Ye Lian. "Dia seperti tidak memiliki darah iblis ayahnya." Lanjutnya kemudian saat tidak bisa merasakan aura iblis Yizu.
Lin Yuhua mengangguk, memang benar putri mereka tidak memiliki darah itu. Lin Yuhua bersyukur hanya putranya saja yang menuruni darahnya karena kalau putrinya juga menuruni darah itu maka kehidupannya akan rumit.
Dia memandang bayi cantik yang masih tidur, dia baru lahir namun sudah menghadapi masalah besar seperti ini. Lin Yuhua mengangguk mendengar itu, dia tidak tahu bagaimana keadaan Lin Yunzia saat ini namun dia yakin Kekaisaran Yuhuan masih aman sebab ibu mereka meninggalkan sebuah mantra yang tidak bisa ditembus iblis kuat sekalipun.
Kekaisaran Yuhuan tampak tenang, beberapa warga yang datang mengungsi sudah ditempatkan di kamp pengungsian. Ziyi di sisi lain tampak cemas, sejak tadi dia melirik ke luar kamar menunggu kabar dari Lin Yunzia.
Sejak kerusuhan yang diciptakan oleh kaum iblis banyak warga datang meminta perlindungan ke kekaisaran Yuhuan karena menurut mereka hanya wilayah Yuhuan yang tidak mengalami konflik aneh dengan iblis.
Sudah banyak korban berjatuhan di tangan kaum iblis, hingga kekaisaran serta kerajaan lain tidak mampu menghadapi bencana itu. Benua Atas juga seperti menutup mata atas apa yang terjadi pada mereka rakyat Benua Bawah.
"Sayang! Bagaimana? Apakah kita perlu mengungsi juga?" tanya Ziyi saat melihat kedatangan Lin Yunzia ke kamar mereka.
Yunzia tersenyum, ia merengkuh tubuh Ziyi ke dalam pelukannya lalu mengecup kening Ziyi dengan penuh kasih sayang.
"Kenapa kita perlu mengungsi? Tempat ini adalah tempat teraman di dunia bawah."