
"Kenapa bisa begitu?" tanya Ye Lian heran. Pasalnya dia tidak pernah mengatakan pada Liu Zixia bahwa ada dua pria yang akan menikahinya hari ini.
"Kau sakit dan aku tidak bisa menyembuhkan dirimu. Itu sebabnya dia bisa menjadi suamiku satu lagi," ujar Liu Zixia dengan rasa bersalah.
"Aku benar-benar tidak bermaksud melukaimu tapi nyawamu lebih penting dari apapun. Itu sebabnya aku menerima tawarannya," kata-kata Liu Zixia sedikit gemetar.
Dia menundukkan kepalanya dan tidak mau mengangkat kepala sama sekali. Rasa bersalah menusuk hati Liu Zixia, dia tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti ini.
"Tidak apa-apa, lagipula ada juga seseorang yang langsung menikah dan mengambil penghangat ranjang sekaligus." Ye Lian menepuk kepala Liu Zixia penuh sayang.
Long Ze yang sudah membuka baju masih berdiri dengan tangan terlipat di dadanya terlihat kesal.
"Bukalah rantainya terlebih dahulu," ujar Ye Lian sembari menunjuk Long Ze yang melihat keduanya dengan wajah masam.
"Aku lupa," ucap Liu Zixia dengan senyuman bersalah. Ia mengulurkan tangan meminta kunci pada Long Ze dengan senyuman tulus.
"Bagaimana dengan malam pertama kami! Bukankah dia sudah sadar dan bangun, kau harus adil dan mau berbagi. Kau bisa dituntut jika tidak bisa bersikap adil pada kami," ancam Long Ze dengan seringaian nakal.
"Kau ini," decak Liu Zixia dengan kesal.
"Pergilah ke kamar utama, walau bagaimanapun mereka sekarang adalah suamimu. Kau harus bersikap adil dan bijak. Untuk kalian berdua jangan lupa meminum pil pencegah kehamilan." Ye Lian mengingatkan.
Pasalnya Liu Zixia belum hamil dari suami pertama atau lebih tepatnya dia belum hamil dari suami sahnya.
"Ya, kami berdua ingat." Ke-duanya menjawab dengan cepat.
Long Ze dan Ling Zhi mengikuti Liu Zixia dari belakang dengan senyum penuh kemenangan setelah keduanya memakai baju dengan cepat walau tidak terlihat rapi.
Hanya beberapa langkah Liu Zixia sudah sampai di kamar utama. Melihat Ling Zhi dan Long Ze masuk bersamaan mata Liu Zixia melebar tidak percaya.
"Kenapa berdua sekaligus?" tanya Liu Zixia tidak percaya.
"Apa salahnya, toh kami memasuki rumah ini juga berdua juga." Long Ze menjawab cepat. Dengan santai dia melepas pakaian yang dikenakannya dan langsung mendorong Liu Zixia ke ranjang.
"Andai aku yang menemukan dirimu lebih dulu aku pasti menjadi yang pertama dan akan menjadi ayah pertama juga. Sayang ada orang lain yang mendahului diriku." Long Ze terlihat tidak suka.
Segera dia menerkam dan mulai menciumi seluruh wajah Liu Zixia untuk melepas kerinduan.
Sedangkan Ling Zhi mulai melepas bajunya dan ikut bergabung bersama Long Ze. Segera ruangan itu mulai dipenuhi suara-suara ke-tiganya.
Ling Zhi yang memulai lebih dulu setelah Ling Zhi puas barulah giliran Long Ze. Mereka baru berhenti ketika hari menjelang pagi.
Liu Zixia tergolek lemas dengan wajah masam ketika dia memejamkan mata.
sensasi dingin terasa menyejukkan di bagian tubuhnya.
Liu Zixia memaksa membuka mata dan melihat Ling Zhi sedang membersihkan tubuhnya sedangkan Long Ze tengah memberi sesuatu di bagian titik sensitif miliknya.
"Tenanglah, Sayang! Besok setelah kau bangun tubuhmu tidak akan merasakan sakit ataupun lelah. Mulai sekarang aku akan menjaga tubuumu agar sehat dan kuat."