Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#26


Lin Yuhua memberikan tatapan peringatan pada semua Kasim dan pelayan yang berada didekat Yu Zixia.


"Kalian pergilah dari sini," usir Lin Yuhua dengan cepat sembari menatap tajam mereka yang hadir.


"Baik Yang Mulia," ucap mereka serentak sebelum menghilang satu-persatu dari sana.


Yang berani tinggal hanyalah Kasim Han yang sedari dulu mengikuti Lin Yuhua.


"Apa yang ingin kau tanyakan? Kau bisa bertanya padaku," ujar Lin Yuhua sembari berjalan mendekat ke arah Yu Zixia duduk.


"Jadi Yang Mulia! Berapa banyak ikan yang dulu dipelihara oleh Permaisuri Yuhuan sebelum ia meninggal?" tanya Yu Zixia dengan nada malasnya.


Yu Zixia kembali melempar makanan ikan ke dalam kolam sehingga semua ikan berebut untuk makan.


"Tujuh ekor, setiap ikan yang dipelihara olehnya memiliki nama dan maknanya sendiri." Lin Yuhua menjawab dengan cepat,. dia tau kemana arah pembicaraan Yu Zixia mengingat Lin Yuhua mendengar ucapan para Kasim dan pelayan tadi.


"Lalu kemana lima ekor ikan miliknya selain dua ekor ini dan kenapa ikan miliknya itu kau ganti dengan ikan yang memang terlihat mirip dengan ikan yang dipeliharanya dulu?" tanya Yu Zixia dengan senyuman penuh cemoohan.


"Maafkan aku," bisik Lin Yuhua dengan suara pelan yang nyaris tak terdengar jika bukan karena Yu Zixia memiliki pendengaran yang baik.


"Kau membunuhnya? Atau jangan-jangan kau memberikannya pada kekasihmu itu? Sedari dulu dia sangat menginginkan ikan-ikan peliharaan milikku," tuduh Yu Zixia dengan mata memicing.


Lin Yuhua terdiam karena salah satu dari apa yang dikatakan oleh Yu Zixia memang benar adanya. Ikan-ikan itu memang diberikan oleh Lin Yuhua pada Ruan Zu sebagai kompensasi kehilangan anak yang dikandungnya dulu.


Yu Zixia memasukkan tangannya ke dalam kolam dengan cepat dua ikan yang dulu dipeliharanya sedari kecil mendekat ke arahnya.


"Masing-masing ikan memiliki maknanya sendiri dan ikan ini melambangkan diriku," tunjuk Yu Zixia pada seekor ikan betina gemuk yang sepertinya telah menjadi ibu ikan.


Ikan besar itu telah ia rawat semenjak ikan itu masih kecil dan sekarang ikan itu telah memiliki ukuran sebesar dua telapak tangan orang dewasa.


Yu Zixia mengambil ikan itu dan melemparnya dengan keras hingga mengenai dinding bangunan yang ada di sekitar kolam.


Ikan itu bergerak sebentar sebelum akhirnya diam dan tak lagi memiliki nafas.


"Kenapa kau membunuhnya?" tanya Lin Yuhua sembari berjalan cepat dan mengambil ikan yang sudah tak bergerak itu.


Ia memegang ikan itu erat-erat seolah-olah ikan itu memang penting untuknya.


"Untuk apa kau peduli! Ikan itu milikku, mau aku apakan itu juga terserah diriku sedangkan kau yang tak berhak saja berani memberikan ikanku pada orang lain," ejek Yu Zixia.


Yu Zixia kembali memasukkan tangannya ke dalam kolam memancing ikan jantan pasangan si betina untuk mendekat ke arahnya.


Lin Yuhua menggunakan kekuatannya untuk membuat ikan itu lari dari tangkapan tangan Yu Zixia, dia nampak marah karena tau Yu Zixia juga ingin membunuh ikan itu.


"Kenapa kau mengganggu keinginanku, terserah diriku ingin melakukan apa saja pada ikan yang aku rawat." Yu Zixia nampak marah, ia melotot tajam ke arah Lin Yuhua dengan tangan terkepal.