Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#76


Lin Yuhua dibuat mati kutu akibat ulahnya sendiri, dia benar-benar tidak pernah memikirkan karma dari perbuatannya sendiri.


"Iya, anak pertama lahir maka kita akan bisa menggendong anak kita sendiri dan aku merasa sangat bersemangat." Long Ze menggosok telapak tangannya dengan wajah gembira.


Rasa syukur dan bahagia membuat Long Ze benar-benar tidak lagi memperhatikan raut wajah siapa pun di dalam ruangan itu.


"Bagaimana dengan bayinya?" Ye Lian melangkah maju sembari duduk di dekat Liu Zixia.


Satu tangannya memegang tangan Liu Zixia dan tangan lain mengusap rambut lembut Liu Zixia yang panjang.


"Aku akan memeriksa keadaan bayinya." Long Ze mengambil denyut nadi Liu Zixia kembali. Kali ini dia mencoba dengan lebih hati-hati dan penuh perhatian.


Bayi ini adalah bayi pertama milik mereka, walau bagaimanapun nantinya anak yang dilahirkan oleh Liu Zixia adalah anak milik Lin Yuhua karena dia adalah suami sah.


"Nantinya semua anak kita akan memanggil pria kurang aja itu sebagai Ayah dan kita hanya dipanggil Ayah selir." Long Ze berbicara dengan nada keras.


Awalnya dia tidak marah pada Lin Yuhua namun setelah dia mendengar semua cerita yang ada dia mulai merasa kesal dan ingin sekali memukul Lin Yuhua sekali.


"Akhirnya kau marah juga pada pria tidak tahu malu itu." Ye Lian mengangguk senang saat ada lagi yang marah pada Lin Yuhua.


"Dulu dia tidak seperti itu, mungkin sudah saatnya kau tahu. Dulu Lin Yuhua sangat mencintai dan menjaga Liu Zixia dengan sepenuh hati. Dia melakukan apa saja demi membuat Liu Zixia tersenyum." Long Ze akhirnya berbicara.


Matanya menerawang mengingat kejadian dahulu.


***


Saat itu mereka tengah berkumpul menyiapkan aku unggun untuk makan bersama setelah berburu binatang buas abadi.


Binatang itu dagingnya akan dimakan guna melancarkan aliran qi di dalam darah dan meningkatkan level tergantung tahap level binatang abadi tersebut.


"Tadi dia di sini!" Lin Yuhua menunjuk tempat Liu Zixia tadi duduk. Saat itu Liu Zixia masih tahap awal level tingkat pembentukan.


Rasa takut langsung mendera semuanya dan dengan cepat mereka menyebar mencari keberadaan Liu Zixia.


"Kakak Lin kau mau kemana?" Suara lembut nan cantik menghentikan langkah Lin Yuhua yang ingin mencari keberadaan Liu Zixia.


Lin Yuhua hanya menoleh sebentar sebelum berlalu pergi meninggalkan gadis itu.


"Kakak Lin kenapa kau terburu-buru? Tolong temani aku di sini!" Gadis manis itu merajuk dengan wajah memelas terlihat takut dan khawatir.


"Aku harus mencari Liu Zixia, lagi pula siapa yang mengajakmu ke sini dan menjadi beban bagi kami Ruan Zu?" Lin Yuhua langsung terbang setelah mengatakan itu.


Sedikitpun Lin Yuhua tidak memiliki keinginan untuk menengok ke belakang. Rasa takut menyerang hatinya saat mengetahui Liu Zixia tidak berada di sisinya.


"Kau di mana Xia! Kau harus baik-baik saja agar bisa mencapai mimpimu!" Lin Yuhua berbisik dengan nada suara yang hampir tidak terdengar.


"Tolong!" teriakan lantang dan keras itu terdengar dari sungai tidak jauh dari tempat mereka berada tadi.


Lin Yuhua yang mendengar teriakan Liu Zixia langsung terbang ke arah asal suara.


"Xiaer apakah kau di sana?" Lin Yuhua bertanya dengan hati-hati sembari menajamkan pandangan dan telinganya.


"Kakak Lin, tolong bantu aku!" Suara lirih nan merdu itu menenangkan hati Lin Yuhua.


"Tolong apa?" tanya Lin Yuhua dengan lembut saat akhirnya menemukan Liu Zixia bersembunyi dibalik batu.


"Pakaianku tiba-tiba menghilang, tolong bantu aku mencari pakaian lain!" Liu Zixia bersembunyi dengan separuh tubuhnya bersembunyi di dalam air.