
Liu Zixia ingin ke luar dan berlari ke tempat Ye Lian berada namun pakaian yang digunakannya tidak bisa membuatnya pergi.
"Bawa dia ke mari!" perintah Liu Zixia dengan cemas saat dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Dengan cepat para pelayan berlari dan membawa Ye Lian ke tempat Liu Zixia. Ye Lian yang sudah tidak sadarkan diri diletakkan di sofa lebar tempat Liu Zixia berbaring di siang hari.
Dengan cepat Liu Zixia memeriksa denyut nadi Ye Lian namun dia tidak menemukan penyebab penyakitnya.
'Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tidak bisa merasakan penyakit apapun di tubuhnya?" tanya Liu Zixia heran sekaligus bingung.
Berulang-ulang kali Liu Zixia memeriksa denyut nadi dan perubahan tubuh Ye Lian namun dia belum juga berhasil menemukan penyakit apa yang mendera.
"Sudah, aku tidak apa-apa! Biarkan aku kembali ke kamarku untuk istirahat sebentar. Kau harus melanjutkan pernikahanmu," bujuk Ye Lian lembut saat Liu Zixia tidak mau menyerah sedikitpun.
"Lautan qi-nya bermasalah! Jika kita tidak mengobatinya maka dia tidak bisa menyerap qi leluasa lagi seperti kemarin-kemarin. Ini terjadi karena dia terlalu memaksa dirinya untuk maju terlalu cepat." Ru Ansan yang memerhatikan raut khawatir dan cemas Liu Zixia dari dalam ruang akhirnya berbicara.
"Kita harus segera mengobatinya, aku takut efek lebih besar akan terjadi jika kita membiarkan dirinya seperti ini." Ru Ansan kembali berbicara ketika dia merasakan perubahan kembali pada lautan qi Ye Lian.
Ye Lian yang tadinya sudah merasa baik-baik saja tiba-tiba merasa panas dan terbakar. Sebaik mungkin dia menahan diri namun rasa sakit di bawah pusarnya membuat wajahnya semakin memucat tidak berdarah sedikitpun.
"Aaaaah," teriak Ye Lian kesakitan saat pusat qi-nya itu semakin kacau dan juga semakin terasa menyakitkan.
Liu Zixia semakin dibuat cemas saat denyut nadi Ye Lian menjadi tidak beraturan dan semakin melemah.
Melihat orang yang tidak dikenalnya Liu Zixia merasa cemas dan khawatir. Ingin sekali dia mengusir orang ini pergi tapi jika dia memang bisa menyembuhkan Ye Lian maka dia satu-satunya yang bisa sekarang.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Liu Zixia langsung sembari berdiri dan berbalik melihat orang itu.
Pria tampan dengan pakaian ungu itu nampak menawan dengan caranya sendiri. Mata sipitnya serta hidung mancung dengan wajah tampan yang luar biasa membuat Liu Zixia merasa ragu.
"Menikahlah denganku! Jadikan aku salah satu selirmu maka aku akan mengobatinya secepat mungkin. Kalau kau tidak mengambil keputusan dia bisa saja meledak karena kelebihan qi dan dia bisa lumpuh dan tidak bisa apa-apa lagi ketika qi-nya semakin rusak." Pria itu tersenyum sembari berjalan mendekat ke arah Liu Zixia dan Ye Lian.
"Ya, Liu Zixia! Itu benar, qi milik Ye Lian sangat kacau untuk saat ini dan itu sangat berbahaya. Apa salahnya kau menambah selir lagi? Sebanyak apapun tidak akan mengganggu dirimu!" bujuk Ru Ansan dari dalam ruang.
"Baiklah, aku akan menikahimu tapi kau harus menyembuhkan dia terlebih dahulu." Liu Zixia menunjuk pada Ye Lian yang sudah pingsan karena tidak sanggup menahan kesakitan.
"Lagipula semakin banyak pria di sampingmu semakin mudah kau untuk balas dendam," ujar Ru Ansan dengan wajah tanpa dosa.
"Semua pelayan keluarlah!" perintah Liu Zixia keras.
"Apakah kau benar-benar bisa menyembuhkannya?" tanya Liu Zixia lagi ketika mereka tinggal bertiga saja.
"Aku adalah dokter dewa! Tidak ada penyakit yang tidak bisa aku sembuhkan. Aku memiliki jarum perak dan jarum emas untuk menyegel titik akupuntur miliknya." Pria tampan itu menjelaskan sembari melepas baju Ye Lian dan hanya meninggalkan celana dalamnya saja.