Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#204


Hayo pada lagi ngapain? Masih sehat kan? Janga lupa jaga hati, karena kalau bukan kita siapa lagi coba yang menjaga. 🤣🤣🤣🤣. Abaikan, author sebenarnya pengen curhat aja. 🤣🤣🤣🤣


####


Zixia melirik Yuhua, pria di sampingnya itu memang tidak banyak bicara tapi kalau sudah soal strategi dia akan selangkah lebih maju. Zixia tersenyum, teh serta cemilan telah datang saat perut He Yidu sedikit terisi mereka semua bangkit membuat He Yidu menjadi bingung.


"Kenapa?" tanya He Yidu bingung merasa dirinya ditinggalkan begitu saja.


Yuhua menghela napas, dia memberi kode pada Ling Zhi untuk menjelaskan lalu menyusul Zixia yang terus berjalan meninggalkan halaman utama.


"Kita semua menunggumu untuk makan malam, sejak tadi tidak ada yang boleh menyentuh makanan bahkan para pelayan juga dilarang oleh Zixia makan sebelum kau pulang. Sekarang setelah kau di sini tentu saja kita akan makan bersama." Ling Zhi meninggalkan He Yidu, ia berlari dengan sangat cepat takut tidak mendapatkan tempat duduk di dekat Liu Zixia.


He Yidu kembali merasakan sesuatu yang manis di hatinya. Dia tidak pernah diperlakukan seperti ini, sekarang dia diterima dengan baik oleh pasangan istrinya. He Yidu buru-buru bangkit, ia meninggalkan teh serta cemilan itu di atas meja.


Sesampai di meja makan semua orang masih menunggu dirinya, mereka tersenyum manis lalu mempersilahkan He Yidu duduk di samping Ye Lian yang saat ini masih menggendong Yizu. Ye Lian disuapi secara bergantian agar bisa makan bersama, mereka begitu harmonis tanpa ada yang merasa keberatan satu sama lainnya.


"Aku yakin besok pihak iblis pasti akan menurunkan salah satu anggota terkuat mereka. Kita butuh seseorang yang bisa menghadapinya tapi jangan turunkan orang yang kuat dulu," pesan Lin Yuhua.


Saat ini ada peta besar yang terbentang di meja di mana ada lokasi tempat-tempat iblis muncul dan menyerang secara tidak terduga. Lin Yuhua menandai beberapa titik di dalam peta sesuai dengan hasil perang hari ini.


"Mereka lebih banyak muncul di sebelah Utara, aku takut besok posisi mereka muncul berubah. Ada beberapa tempat sepertinya di sini," tunjuk He Yidu pada satu titik di peta. "Tadi mereka muncul secara tiba-tiba di sini, mereka langsung menyerang prajurit yang lengah itu sebabnya dari pihak kita ada beberapa tadi yang menjadi korban."


He Yidu menjelaskan, dia mencoba mengingat titik kedatangan iblis yang dihadapinya Hadi ini. Sebenarnya, di bagian belakang juga ada musuh yang datang namun He Yidu tidak mendapatkan jatah jaga di sana.


"Mungkin mereka besok akan muncul dari selatan sebab hari ini dari selatan tidak terlalu banyak yang muncul. Aku rasa mereka hanya ingin membuat kita lengah saja, saat kita lengan besok mereka akan mengoyak kita menjadi ribuan keping." Ling Zhi menjawab sesuai dengan jalan pikirannya.


Saat ini titik yang tidak banyak muncul si iblis memang titik selatan, mereka hanya muncul satu atau dua orang saja dan itupun hanya iblis terlemah saja. He Yidu mengangguk tanda paham, dia juga merasakan hal yang sama namun titik-titik lain juga patut diwaspadai.


Mereka tidur larut malam hari ini, di dalam kamar Zixia sudah menunggu suaminya. Dia tidur di bagian tengah agar yang lain bisa tidur di tepi.