
Mereka sampai di sebuah bangunan indah dengan hiasan sederhana di dalam dimensi tersebut.
Ru Ansan menunjukkan pada mereka kamar-kamar yang ada di sana yang nampaknya memang telah ada.
Jumlah kamar di dalam bangunan itu sebanyak delapan kamar dan kamar samping yang terpisah juga ada menandakan dulu juga telah ada orang yang tinggal di sana.
"Di dalam bangunan ini ada banyak kamar hanya saja, ada beberapa kamar yang tidak bisa dibuka dan sepertinya ini adalah kamar utama dalam bangunan ini." Ru Ansan menunjuk pada sebuah kamar dengan pintu terbuat dari kayu merah yang nampak menawan.
Pintu dibuka dengan hati-hati oleh Lin Yuhua dan ruangan indah terlihat di dalam sana. Ru Ansan hanya mengantar mereka sebelum berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Ling Zhi terdiam melihat keadaan kamar yang benar-benar sesuai dengan keadaan kamar yang dulu dikatakan oleh Liu Zixia.
"Kamar ini bukankah kamar yang selalu diinginkan ...." Ling Zhi tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Ye Lian dan Lin Yu di dalam ruangan yang sama.
Long Ze melirik Ling Zhi seolah memberi kode, mungkin keduanya berpikir kalau hanya mereka yang mengingat masa lalu.
Selanjutnya Long Ze meletakkan Liu Zixia ke atas tempat tidur yang ada di kamar itu.
Long Ze memeriksa keadaan Liu Zixia hanya untuk menemukan detak aneh di nadinya. Long Ze terus merasakan nadi Liu Zixia hingga ia terkejut dengan mata melebar.
"Siapa yang tidak meminum pil pencegah kehamilan?" Long Ze bertanya dengan suara penuh kemarahan.
Sontak mendengar hal itu semua orang kecuali Lin Yuhua menggelengkan kepalanya.
"Aku juga." Ling Zhi menjawab dengan cepat, Ling Zhi menoleh dan kemudian nampak berpikir dengan seksama.
Tidak ada seorangpun di antara mereka yang ada memerhatikan senyuman aneh di bibir Lin Yuhua.
'Akhirnya, buah cinta kami kembali hadir di rahimnya. Aku sangat senang, aku akan mengirim perintah agar Lin Yunzia memberikan hadiah pada warga dan juga pada Liu Zhong yang ada di istana. Aku juga akan mengirim hadiah ke Lembah Cahaya dalam waktu dekat.'
Lin Yuhua tersenyum senang, kebahagiaan yang luar biasa memenuhi hatinya dan rasa bangga membuatnya tidak bisa menghilangkan benar bahagia yang nampak jelas di matanya.
"Apa kalian tidak menyadari, beberapa hari yang lalu sebelum kalian pergi kita semua tertidur dengan aneh. Mungkin saat itu ada seseorang yang memanfaatkan semuanya dan mengambil keuntungan dari Yang Mulia Permaisuri." Lin Yuhua mencoba memberi tahu semua orang.
"Apakah itu ada hubungan dengan batu giok biru Yuhuan yang tertinggal di tempat tidur Liu Zixia?" Long Ze bertanya dengan serius.
Wajahnya berubah masam saat mengingat kejadian waktu itu. Hari itu tiba-tiba saja satu-persatu dari mereka mulai pingsan secara aneh dan sekarang hasilnya dapat diketahui.
"Tapi itu bagus!" Ling Zhi berbicara dengan senyuman bahagia. "Kalau anak pertama ini lahir itu artinya kita bisa menantikan kehadiran anak kita sendiri."
Sontak ucapan Ling Zhi membuat semuanya tersenyum senang, sudah lama mereka menantikan kehamilan pertama Liu Zixia dengan Lin Yuhua dan itu artinya kehadiran anak mereka juga tidak akan lama lagi.
Lin Yuhua yang mendengar ucapan Ling Zhi langsung mengubah raut wajahnya. Lin Yuhua benar-benar lupa kalau anak pertama lahir dari suami sah maka istri boleh melahirkan anak selir sesuai jumlah mereka dan urutan mereka.