
Percakapan pertama mereka kala itu mengantar ke-duanya pada hari ini. Pada hari mereka menikah, meski ditutupi kain merah Lin Yunzia yakin kalau istrinya pasti akan cantik sekali. Sungguh Lin Yunzia sudah tidak sabar memasuki kamar pengantin mereka, memaksa istrinya, Zhang Ziyi untuk melahirkan anak-anak mereka.
Acara pernikahan Lin Yunzia berjalan lancar, setelah acara pernikahan Lin Yuhua secara langsung juga memberikan tahta kekaisaran Yuhuan pada Lin Yunzia. Begitu pula Liu Zixia, dia menyerahkan mahkotanya pada istri Lin Yunzia yang membuat semua orang menjadi heran sekaligus bingung.
Kebahagiaan di wajah Liu Zixia ketika menyerahkan tahta menular pada Lin Yuhua yang tidak pernah memperlihatkan senyum indah miliknya pada orang lain. Lin Yuhua memeluk istrinya mengajak Liu Zixia untuk duduk kembali ke tempatnya menikmati acara yang masih berlangsung.
"Kau senang?" tanya Lin Yuhua pada Liu Zixia saat ke-duanya telah sampai di tempat duduk.
Liu Zixia tidak melihat ke arah Lin Yuhua, dia mengangguk mengatakan iya pada Lin Yuhua tanpa suara. Lin Yuhua mengusap kepala Liu Zixia penuh kasih sayang, cinta serta kelembutan yang diberikan Lin Yuhua jauh berbeda dengan kelembutan yang dulu ia berikan.
"Hei bocah kecil! Kapan kau akan ke luar dari perut Ibumu?" tanya Lin Yuhua dengan nada kesal pada kandungan Liu Zixia yang sudah mulai terlihat.
Liu Zixia yang mendengar pertanyaan aneh dari bibir Lin Yuhua hanya terkekeh sebelum dengan cepat melihat ke arah lain. Kandungannya baru berusia tiga bulan lebih bagaimana mungkin bayi itu akan segera lahir, Long Ze yang ikut mendengar pertanyaan Lin Yuhua juga tercengang tidak tahu harus berbuat apa.
"Aku lahir tidak cukup bulan dulu, kalau tidak salah ibu mengatakan dia mengandungku bersama Yunzia sekitar tujuh bulan saja. Perutmu cukup besar itu sebabnya aku mengira itu sudah mendekati tujuh bulan." Lin Yuhua mengatakan dengan jujur.
Long Ze tampak berpikir sebelum dengan cepat mengangguk, memang dia pernah mendengar sebelum ini kalau seorang wanita bisa melahirkan di usia kandungan seperti itu. Ke-empat suami Liu Zixia duduk dua di kanan dan dua di kiri Liu Zixia membentuk perisai dari mata yang ingin melihat kecantikannya.
Pengantin wanita Lin Yunzia telah dibawa ke kamar pengantin, Lin Yunzia yang ingin menyusul diganggu oleh suami Liu Zixia yang lain. Sedangkan Lin Yuhua tetap bersama istrinya, dengan nakal suami Liu Zixia terus memberikan Lin Yunzia gelas demi gelas agar Lin Yunzia mabuk dan tidak menyelesaikan malam pertama mereka.
"Aku lelah," bisik Liu Zixia lembut.
Di lain sisi pandangan mata penuh kekaguman terus dikirimkan pada Lin Yuhua oleh seorang putri yang berasal dari kerajaan seberang. Kekaguman itu yang membuat Liu Zixia tidak nyaman dan ingin menghilang dari acara pesta tersebut.
"Ayah, aku sepertinya sedang jatuh cinta," bisik gadis itu pada pria paruh baya di samping kirinya.
Mata gadis itu terus melihat punggung Lin Yuhua yang sedang berjalan menjauh dari sana, gadis itu mungkin tidak tahu masalah apa yang akan dia hadapi ketika jatuh cinta pada orang yang salah.
"Katakan pada Ayah siapa yang sudah berhasil mencuri perhatian anak gadis Ayah tercinta ini? Ayah akan menanyakan pada orang itu apakah dia mau menikahi putri Ayah yang cantik ini." Pria paruh baya yang duduk di samping gadis itu tidak menoleh ke arah tatapan putrinya.
Dia dengan lembut mengetuk hidung putrinya penuh kasih sayang tanpa banyak berpikir, gadis itu baru saja datang hingga dia tidak menyadari siapa Lin Yuhua sebenarnya.
"Aku pikir dia seorang pelayan Ayah, dia tampak membawa seorang gadis yang sakit-sakitan ke luar dari ruangan ini tadi." Gadis itu dengan percaya diri mengatakan apa yang dia pikirkan.
Di Yuhuan memang tidak ada aturan kalau perempuan maupun laki-laki bisa menjadi pelayan di suatu keluarga.
"Hem pelayan ya! Kalau pelayan berarti dia tidak bisa menjadi suami utamamu Sayang! Baiklah katakan nanti ciri-ciri pria itu, Ayah akan mencari tahu di kediaman mana di kekaisaran Yuhuan ini dia bekerja." Pria itu tidak ambil pusing.
Mereka kembali melanjutkan menikmati acara tanpa banyak berpikir, rasa penasaran di dalam dirinya tergantikan oleh meriahnya acara yang sedang berlangsung.