Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#61


"Ajarkan aku cara menyerap qi lagi!" pinta Liu Zixia pada Long Ze saat semua kegiatan di rumah pohon itu telah selesai.


"Kau itu pemalas! Aku tidak yakin kau bisa? Sudah berapa hari kau belajar bersama Ling Zhi? Lihat Ye Lian dia sudah bisa dari beberapa hari yang lalu sedangkan kau, kau bahkan tidak bisa duduk dengan posisi yang benar," ejek Long Ze saat Liu Zixia kembali mengganggunya.


"Ayolah ajari aku!" desak Liu Zixia dengan wajah cemberut.


Pipinya menggembung dengan lucu, bibir cantiknya maju ke depan kedua tangan terlipat di dada.


"Aku malas mengajarimu, kau baca buku ini saja! Kalau kau bisa mengerti apa yang dikatakan buku ini baru aku akan mengajarimu!" Long Ze menolak permintaan Liu Zixia sembari menyerahkan sebuah buku Dengan sampul berwarna kuning emas.


Di depan buku itu tidak ada tulisan apapun hingga membuat Liu Zixia langsung membuka halaman pertama buku itu.


Saat melihat halaman depan yang kosong Liu Zixia merasa kesal pada Long Ze yang telah berjalan menjauh darinya.


Liu Zixia berdiri ingin mengejar Long Ze ke depan saat tiba-tiba rasa sakit menyerang ujung jarinya.


Darah segar keluar dari celah ujung jarinya yang tiba-tiba saja terluka.


"Aneh, apakah di buku ini ada benda tajam sehingga jariku yang lucu ini bisa terluka?" tanya Liu Zixia heran.


Liu Zixia mencoba menarik telunjuknya yang masih terhubung pada buku bersampul emas itu namun sekuat ia menarik jarinya sekuat itu pula jarinya bertahan di sana.


"Ada apa ini?" tanya Liu Zixia tidak suka saat ia tak bisa mengendalikan tubuhnya.


Bahkan ia berpikir dengan suaranya yang keras orang-orang yang ada di dalam ruangan itu akan mendengar suaranya dan bersedia menolong.


Namun yang didapatkan oleh Liu Zixia adalah ketidakpedulian orang-orang di sekitarnya.


Dalam pandangan mata Ling Zhi dan Long Ze Liu Zixia terlihat tengah sibuk mencolek buku itu dengan jarinya.


Liu Zixia ingin berteriak namun tiba-tiba saja dia merasa ada sesuatu yang mengalir di dalam darahnya. Sesuatu yang terasa hangat dan menenangkan.


Sesuatu yang dulunya pernah ia rasakan tapi entah kapan itu terjadi, Liu Zixia merasa sesuatu yang hangat itu mencoba bergabung ke dalam gelang giok miliknya sebelum menghilang seolah-olah tak pernah terjadi.


Saat Liu Zixia merasakan kehilangan, buku yang tadinya diberikan oleh Long Ze untuk dia pelajari tiba-tiba saja melepas jarinya yang tadi tidak bisa diangkat sama sekali.


Liu Zixia merasakan perasaan hangat di dalam tubuhnya dan tersenyum. Dia membuka buku itu dan ternyata di dalam buku itu ada pengetahuan tentang apa itu dantian, qi dan juga tingkatan-tingkatan yang harus ia lalui.


Liu Zixia membaca dengan seksama dan akhirnya mengerti kalau apa yang dirasakannya tadi adalah aliran qi yang merengsek masuk ke dalam pembuluh darahnya.


Perasaan hangat di dalam perutnya juga adalah perasaan di mana qi yang tadinya mengalir ke seluruh tubuhnya kembali ke dalam dantian dan berputar-putar di sana.


Liu Zixia telah selesai belajar dan mencoba duduk bersila dengan tangan terletak di atas ke-dua pahanya.


"Apakah kau merasa dia akan berhasil kali ini?" tanya Ling Zhi pada Long Ze saat melihat Liu Zixia sudah bisa duduk dengan tenang dan benar.


Liu Zixia merasakan ada rongga kosong di dantiannya yang perlu di isi. Di dalam sana terlihat seperti jurang dalam tanpa dasar.


Liu Zixia mencoba menyerap qi yang ada di sekitar dan dia mulai berhasil meski hal itu tidak mampu mengisi jurang dalam itu.


"Aku berhasil!" teriak Liu Zixia senang saat ia sudah selesai melakukan percobaan.


Wajahnya terlihat sumringah dengan vitalitas tubuh yang terlihat lebih kuat dari saat sebelum dia bisa menyerap qi yang ada.


"Selamat, Sayangku!" Ling Zhi terlihat senang dan memberikan kecupan lembut di pipi Liu Zixia saat melihat kebahagiaan yang luar biasa di wajah Liu Zixia.


"Aku akan belajar dengan giat agar bisa mengalahkan kalian berdua." Liu Zixia tersenyum sembari melonjak senang.


Beberapa hari kemudian Liu Zixia semakin semangat belajar. Ia bahkan menghabiskan waktunya dengan menyerap qi dan berlatih pedang bersama Ling Zhi.


Peningkatan dalam menyerap qi dan ilmu Liu Zixia terlihat signifikan meski tidak sebaik ia belajar tentang kedokteran dari Long Ze.


Pagi ini Liu Zixia tengah belajar menyerap qi setelah ia selesai berlatih pedang bersama Ling Zhi.


Liu Zixia tengah duduk bersila sembari menyerap qi di sekitarnya ketika tiba-tiba saja dia menghilang di depan Ling Zhi dan yang lainnya.


Liu Zixia terserap sepenuhnya ke dalam dimensi ruang di dalam gelang giok miliknya padahal biasanya dia hanya bisa memasuki gelang giok dengan jiwa tanpa tubuh aslinya.


"Siapa? Siapa yang menculiknya?" tanya seisi rumah pohon tersebut saat Liu Zixia tidak mereka temukan.


Sedangkan Liu Zixia masih sibuk menyerap qi murni yang ada di dalam gelang giok.


***


Pengen nggak up dan istirahat sampai tanggal dua beneran tapi rasa kangen akan menulis mengusik jiwaku yang terbiasa menulis.


Aku kepo selalu pengen buka hp, kepo lihat komen antusias dari kalian walaupun kebanyakan yang baca kayaknya lagi ngumpulin bab atau hanya baca awalnya aja karena pembacaku menurun setiap harinya.


Pengen ngikutin keinginan kalian tapi yang baca aja menurun gimana mau semangat coba.


Kali ini aku up sedikit hanya untuk memenuhi kerinduan yang baca ceritaku aja.


Kalian harus vote aku banyak-banyak karena up hari ini šŸ˜­šŸ˜­šŸ™šŸ™šŸ˜‚šŸ˜‚.


Dah aku up tanggal tiga lagi ya. Bye semua sayangku.


Kalau komen kalian buat aku bahagia aku aja pertimbangkan buat up lagi besok wkwkwkšŸ¤”šŸ¤”šŸ¤”šŸ¤­šŸ¤­šŸ¤­