
Ketiga suami Liu Zixia yang baru pulang ke halaman itu menjelang pagi tiba merasakan sesuatu yang berbeda dari kamar utama, ke-tiganya langsung melangkah ke sana secara cepat. Saat pintu terbuka aroma percintaan yang kuat melayang di udara, ke-tiganya masuk dan menemukan Liu Zixia tengah tertidur lelap di dalam pelukan Long Ze.
Lin Yuhua membuka selimut yang dipakai Liu Zixia secara perlahan, melihat Liu Zixia tidak dibersihkan sama sekali oleh Long Ze, Lin Yuhua merasa kesal.
"Ambilkan air hangat! Jika begini istri kita tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Bocah nakal ini benar-benar tidak bisa berubah sama sekali," decak Lin Yuhua dengan suara kesal yang tidak bisa ditutupi sama sekali.
Ye Lian dengan patuh berjalan ke luar menuju dapur, ia mengambil air yang sudah disediakan oleh pelayan membawanya ke kamar utama. Ling Zhi di sisi lain duduk dengan tenang di kursi karena memang tidak ada yang bisa ia kerjakan.
Ye Lian kembali dengan air hangat serta beberapa handuk kecil di tangannya, ia mendekati Lin Yuhua memberikan handuk serta air hangat itu. Setelah memberikan semuanya, Ye Lian duduk di kursi yang ada di sebelah Ling Zhi dengan tenang memperhatikan cara Lin Yuhua membersihkan Liu Zixia.
Lin Yuhua dengan teliti membersihkan tubuh bagian atas Liu Zixia terlebih dahulu, setelah bagian atas Liu Zixia bersih barulah Lin Yuhua membersihkan area bagian bawah Liu Zixia yang dipenuhi cairan keruh itu.
"Bantu aku mengangkat Liu Zixia serta memberikannya pakaian yang bagus, tolong pindahkan dulu bocah nakal ini. Seprei ini harus diganti karena telah kotor," perintah Lin Yuhua dengan sekali hembusan nafas.
Ke-duanya kompak langsung berdiri mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Lin Yuhua, setelah ke-duanya dipindahkan Lin Yuhua mulai mengganti seprei dengan cekatan. Setelah semuanya rapi, barulah Ye Lian meletakkan Liu Zixia di tempat tidur.
Sedangkan Ling Zhi yang disuruh memindahkan Long Ze hanya mendorong Long Ze jatuh ke bawah tempat tidur tanpa berniat memindahkan Long Ze kembali. Setelah semuanya selesai, Lin Yuhua pergi mandi membersihkan diri diikuti oleh yang lain sesudahnya.
Mereka berbaring di ranjang yang sama dengan Lin Yuhua mendapatkan posisi kanan, Ye Lian kiri sedangkan Ling Zhi mengalah untuk tidur di kamar lainnya hari ini.
Hari pernikahan Lin Yunzia pun semakin dekat, sebagai Kaisar masa depan banyak tamu dari kekaisaran lain juga datang berkunjung karena mendapatkan undangan. Satu-persatu tamu yang datang diberikan tempat di luar kerajaan, masing-masing ditempatkan pada penginapan dengan pelayanan khusus agar tidak terjadi keributan serta masalah lainnya.
Sesibuk apapun acara yang terjadi di istana tampaknya tidak mempengaruhi suasana hati Liu Zixia. Siang ini dengan santainya Liu Zixia mengajak Long Ze beserta ketiga suaminya untuk berjalan-jalan di pasar, Liu Zixia menarik paksa semuanya hingga harus meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing tanpa bisa menolak akibat ancaman yang dilayangkan oleh Liu Zixia pada ke-empat orang itu.
"Ayolah, kemana semangat kalian? Jika begini lebih baik aku mencari tambahan suami agar bisa menemani diriku pergi sesuka hati," ujar Liu Zixia santai saat melihat wajah masam dari Lin Yuhua, Long Ze dan Ling Zhi.
Di sisi lain Ye Lian tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan semuanya hanya saja Ye Lian sedang tidak ingin pergi ke luar saja. Kesal dengan tingkah suaminya, Liu Zixia memutuskan pergi berjalan sendiri meninggalkan mereka tanpa banyak bicara.
Liu Zixia berjalan menuju ke tempat makanan sederhana dijajakan, melihat makanan lezat itu, Liu Zixia memutuskan untuk mencoba satu-persatu dengan porsi kecil agar tidak terlalu kekenyangan. Saat Liu Zixia sampai di sebuah kios sederhana dengan makanan yang dijualnya ditusuk seperti sate, Liu Zixia hampir saja ditabrak oleh seorang pria dengan wajah ditutupi cadar.
Mata mereka bertemu satu sama lain sebelum Liu Zixia dengan cepat sadar dan mengerjakan hal lain seolah tabrakan itu tidak pernah terjadi. Liu Zixia sebenarnya merasa risih saat bertemu dengan pria yang menutupi dirinya dengan cara seperti itu. Liu Zixia terus berjalan ke depan dan tanpa dia sadari pria itu tengah mengikuti Liu Zixia dengan jarak yang cukup jauh.
Liu Zixia sampai di depan sebuah rumah bunga yang terkenal, saat melewati tempat itu ia secara tidak sengaja mendengar teriakan penolakan dari dalam rumah bunga itu. Saat Liu Zixia melihat ke sana, ia menemukan Liu Yan tengah ditendang dengan keras oleh seorang pria tua dengan perut buncit.
Liu Yan yang tidak memakai pakaian apapun di seret dengan kejam ke tengah ruangan di mana banyak pria menatap jijik padanya.
"Lepaskan aku! Tanganmu kotor, beraninya kau menyentuh diriku yang merupakan Selir Kaisar ini." Liu Yan seperti orang gila.
Terkadang dia akan tertawa dan terkadang dia akan menangis, ada beberapa luka sayatan di tubuhnya bahkan ada luka yang baru saja dibuat di lehernya. Darah segar masih mengalir di sana tapi Liu Yan tampak tidak peduli ataupun kesakitan.