
Ru Ansan duduk manis di dalam kereta, sesuai janjinya dengan Lin Yuhua. Ru Ansan menjaga Liu Zixia dengan baik namun sayang ketiga suaminya menjadi korban keganasan Ru Ansan. Satu pun dari mereka tidak boleh memasuki kereta menyebabkan ke-tiganya terpaksa melihat dengan air mata berurai pada istri mereka.
"Sayang! Di luar sini panas, apakah aku boleh masuk sebentar saja!" bujuk Ling Zhi dengan suara diselimuti kesengsaraan.
Sejak tadi, saat kereta mulai kembali berjalan dia yang paling banyak bersuara. Dia selalu membuat keributan untuk bisa masuk ke dalam kereta yang telah diberikan pendingin ruangan oleh Lin Yuhua.
"Tidak ada yang boleh masuk sebelum salah satu dari kalian berkata dengan jujur tentang keberadaan Yuhua padaku." Liu Zixia menyipitkan mata.
Kedua tangannya terlipat di dada dengan wajah masam, saat dia bangun sampai sekarang Liu Zixia tidak bisa menemukan keberadaan Lin Yuhua sama sekali. Tidak ada dari suaminya maupun Ru Ansan mau berkata jujur tentang Lin Yuhua hingga menyebabkan Liu Zixia menjadi penasaran.
"Dia sedang menyelesaikan sesuatu, setelah hal itu selesai dia akan kembali ke sini." Ye Lian berbicara, dia mengangkat kepalanya melirik ke arah Liu Zixia dengan tampilan sabar yang luar biasa.
Buku tentang energi spiritual yang dibacanya memperlihatkan tentang cara-cara menyerap serta menyalurkan energi ke dalam seluruh aliran tubuh. Setelah menjawab ucapan Liu Zixia, Ye Lian kembali melanjutkan membaca bukunya.
Long Ze yang mengemudi kereta memilih diam seribu bahasa, dia tampak begitu fokus mengemudi mengabaikan ucapan demi ucapan yang ke luar dari bibir Liu Zixia.
"Kenapa kau bisa ke luar dari ruang itu?" tanya Liu Zixia malas pada Ru Ansan.
Ru Ansan yang sibuk membaca buku tentang nama-nama serta manfaat obat-obatan di zaman itu mengalihkan pandangannya sekilas sebelum kembali membaca buku.
"Apakah ada orang yang memiliki binatang kontrak lebih hebat dariku? Aku rasa tidak, jika begitu maka kau tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup ini." Liu Zixia menjawab dengan polos membuat Ru Ansan kesal.
"Tentu saja ada, apa kau pikir hanya kau yang memiliki kemampuan hebat saja? Di atas langit masih ada langit, tapi jika aku tidak menemukan itu maka aku bisa mencari hewan peliharaan tampan untuk diajari bersenang-senang." Ru Ansan tersenyum menakutkan membuat Liu Zixia ketakutan.
"Apa itu hewan peliharaan tampan?" tanya Liu Zixia dengan wajah polos setelah ketakutan di hatinya mereda.
"Haish, itu bahasa di zaman modern. Bagaimana cara mengatakannya ya, ah seperti ini saja. Aku mengambil seorang laki-laki tampan untuk diberi biaya hidup serta kesenangan namun pria itu harus melayani diriku dengan baik di saat aku butuhkan." Ru Ansan menjelaskan dengan sabar. "Atau seperti ini, misalnya kau sudah punya pasangan namun kau masih mau mencari kesenangan tanpa ikatan apa-apa maka kau boleh mencari pria itu untuk kau gunakan ketika kau butuh dengan memberikan keuntungan masing-masing."
Perkataan Ru Ansan mendapatkan tatapan tajam penuh peringatan dari para suami Liu Zixia bahkan Long Ze yang mengendarai kereta sempat melihat ke arah belakang. Liu Zixia mengangguk setelah mendengar penjelasan Ru Ansan saat ia sedang berpikir rasa dingin yang menyebar di belakang punggungnya membuat Liu Zixia menggosok tengkuknya lalu melihat ke arah suaminya.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Liu Zixia kesal, ia berjalan ke luar kereta duduk di samping Ye Lian dengan tangan memegang tempat duduk takut terjatuh. Laju kereta yang lambat memungkinkan Liu Zixia untuk berpindah apalagi tempat kemudi dengan gerbong kereta memiliki pegangan.
"Masuklah ke dalam! Di sini panas, setelah sore datang maka kau boleh ke luar." Long Ze mengusir Liu Zixia untuk masuk, saat ia akan berdiri pola gelang miliknya terbuka tanpa Liu Zixia sadari dan itu berhasil dilihat oleh pria yang mengikuti mereka sejak tadi.
Pria itu segera terbang ke belakang kembali untuk melapor kepada tuannya perihal apa yang ditangkap oleh matanya barusan.