Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#205


Lin Yuhua duduk lama di dalam ruang bersama Ru Ansan memikirkan persiapan serta perisai yang mumpuni agar Ruan Zu bisa dikalahkan kali ini, mereka menyiapkan segala macam hal yang diperlukan termasuk keamanan kedua bayi Zixia terutama Yiza yang memiliki kekuatan serta darah iblis murni.


Kemunculan Yiza akan membuat heboh semua orang itu sebabnya Yiza tidak bisa ke luar dari ruang sampai dia memiliki kekuatan sendiri untuk bertarung. Zixia di sisi lain masih belum mengetahui tentang peperangan yang akan melibatkan semua suaminya.


Pagi harinya semua orang telah bangun namun Lin Yuhua belum ke luar dari ruang milik Zixia, dia sibuk mengurus hal penting di dalam ruang dengan bantuan Ru Ansan. Ruan Zu di sisi lain merasa kekuatannya telah meningkat dengan pesat, dia yakin dapat mengalahkan Zixia tanpa bantuan Bai Ling.


"Aku sudah tidak sabar untuk menyerang Benua Atas, aku yakin dengan kekuatan ku saat ini mereka semua pasti kalah olehku. Aku akan mencabik-cabik tubuh Zixia di depan suaminya, aku juga akan membuat dia tidak bisa bereinkarnasi lagi. Aku juga akan mengunyah hatinya, mengambil kekuatan yang ia miliki, akan aku buktikan padanya di mana ada aku di sana dia tidak boleh bernapas." Ruan Zu tampak bangga, api hitam di tangannya ia mainkan dengan sangat rapi seolah api itu menari dengan indah.


Bai Ling yang mendengar ucapan Ruan Zu hanya tersenyum kecil, baginya apa yang dilakukan oleh Ruan Zu adalah kebenaran meski itu harus mengorbankan nyawanya sendiri. Ruan Zu melihat iblis-iblis yang muncul hari ini, iblis ini lebih kuat dari iblis kemarin dengan ukuran tubuh juga lebih besar.


Kalau kemarin ukuran iblis yang muncul sama dengan manusia sekarang ukurannya dua kali lebih besar. Bentuk mereka juga terlihat menakutkan, gigi taring mereka yang tajam menjulur ke luar dengan lidah hitam yang mengeluarkan aroma aneh.


Dia memegang kalung di lehernya meremas kalung itu kuat hingga meneteskan darah namun tidak ada tanggapan dari kalung yang ia pegang. Ruan Zu mulai ragu kalau kalung yang dipakainya adalah kalung yang merupakan ruang milik Zixia, Ruan Zu melepas genggaman tangannya dengan kesal.


Mereka terus duduk di sana hingga Bai Ling mulai memutuskan untuk berangkat menuju ke Benua Atas mempersiapkan serangan mereka juga.


"Kita harus berangkat juga ke Benua Atas sekarang, kecepatan kita tidak sama dengan kecepatan kelompok iblis ini. Mereka tidak hanya muncul di sini tapi juga di tempat lain hingga belum tentu yang mungil di perbatasan ini menuju Benua Atas. Kita harus menyiapkan serangan agar usaha kita selama ini tidak sia-sia." Bai Ling memerintahkan anak buahnya bersiap, setidaknya mereka tidak akan disentuh oleh iblis-iblis itu karena mereka memliki bau tubuh yang sama dengan mereka.


Ruan Zu mengangguk tanda setuju, mereka mulai berkemas mempersiapkan diri menuju ke Benua Atas karena tidak ada lagi kerajaan atau kekaisaran manapun yang akan mengejar mereka. Ruan Zu menggenggam tangannya erat, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lin Yuhua.