
Ke-dua orang yang ditatap oleh Lin Yuhua hanya tersenyum, tidak ada jejak bersalah di wajahnya. Tampaknya ini sudah dipikirkan sejak lama oleh ke-dua orang ini hingga semuanya berjalan dengan lancar dan semuanya benar-benar sudah berada di dalam kendali mereka.
"Sebaiknya kita bicarakan ini di Kekaisaran saja, masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Nama Liu Zixia akan jelek, kita tidak bisa membiarkan istri mengalami hal buruk seperti ini." Ye Lian membujuk.
Sungguh dia tidak tahan melihat Liu Zixia menjadi sedih, bagi Ye Lian air mata Liu Zixia adalah sebuah harta berharga yang tidak boleh jatuh oleh orang lain. Ye Lian berjalan mendekat ke arah istrinya membelai punggung Liu Zixia penuh kasih sayang.
"Jangan menangis! Kita akan memikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan semua ini, kau juga bisa memberinya status sebagai selir paling rendah agar dia tidak berpikir terlalu tinggi tentang dirinya sendiri." Long Ze ikut berbicara.
Meski begitu Long Ze tidak seperti Lin Yuhua maupun Ye Lian, Long Ze dan Ling Zhi lebih bersikap tenang menunjukkan kalau itu bukan masalah sulit.
Liu Zixia mengangguk, sekilas ia menatap tajam pada dua pemuda yang masih menampilkan senyum tidak bersalah.
"Pasti mereka menginginkan sesuatu dariku kan? Aku tidak mau dimanfaatkan, aku hanya boleh memanfaatkan orang lain." Liu Zixia merajuk.
Nada lemah yang dikeluarkan oleh Liu Zixia begitu kontras dengan caranya balas dendam beberapa hari yang lalu. Liu Zixia tidak suka dengan cara ke-duanya hadir ke dalam kehidupannya, lelaki penuh intrik seperti ini hanyalah pembuat masalah bagi Liu Zixia.
Pria yang satu ini bahkan tidak takut dengan aura yang dikeluarkan oleh Lin Yuhua, dia masih tersenyum seperti biasa meski wajahnya mulai pucat serta keringat dingin mengalir deras di dahinya. Sedangkan pria dengan baju robek masih duduk manis, secara santai ia mengambil minuman yang ada di atas meja menyesapnya hingga habis tidak bersisa.
"Aku hanya ingin dia melakukan apa yang harus dia lakukan, aku juga tahu batasanku. Tapi Permaisuri Yuhuan tampaknya sangat suka dengan pria tampan sembarangan, ia bahkan mengajak pria yang tidak dikenalnya untuk makan bersama di sebuah kamar pribadi." Pria dengan baju sobek berbicara juga pada akhirnya.
Dia menatap santai Liu Zixia yang sedang meringkuk di pelukan Lin Yuhua, satu tangannya terkepal mencoba menahan kemarahan yang terasa menggebu-gebu di dalam hatinya.
"Aku tidak mengundangmu makan bersama, kau sendiri yang datang. Aku mengira kau itu pelayan atau salah satu dari suamiku ternyata kau hanya orang gila yang suka mencari keuntungan dari wanita beristri yang suka pergi sendirian. Aku rasa kau menggangguku karena status yang aku miliki bukan?" tuduh Liu Zixia.
"Lalu apa? Semua orang percaya kalau kau sudah melecehkan diriku, hukum di negara kami pasti akan membuatku menang. Serta hukum di negara ini juga akan membuatku beruntung, mau tidak mau suka tidak suka kau hanya bisa menerima semua ini dengan lapang dada." Pria dengan baju sobek akhirnya berbicara dengan jujur.
Lin Yuhua geram dengan pengakuan pria itu, memang benar kalau Liu Zixia akan kalah jika ini berkaitan dengan hukum. Apalagi di sisi Liu Zixia tidak ada saksi yang dapat membantah tuduhan yang dilayangkan pria ini. Bukti baju sobek serta yang lainnya juga sudah menunjukkan kalau Liu Zixia bersalah yang memberatkannya.