Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#218


Wkwwkkw terkejut nggak ya pas tahu aku update 🤣🤣🤣🤣


***


Irama musik mengalun dengan merdu, suara gendang yang ditabuh memasuki telinga. Penari cantik dengan rambut panjang terurai sedang melenggak-lenggok ke sana-kemari mengikuti irama musik, beberapa orang terlihat sibuk menawar dan memilih dagangan.


Suasana indah itu tampaknya tidak mengusik ketenangan Liu Zixia dan Lin Yuhua, ke-duanya berjalan menelusuri desa itu diikuti sang pangeran dari belakang. Mereka semua memakai penyamaran dengan wajah cantik Zixia disembunyikan dibalik cadar dan tudung yang dipakainya.


"Setelah melewati desa ini kita akan sampai di kerajaanku. Aku akan memberikan bayaran dan tempat tinggal untuk kalian, kalau perlu aku akan memberikan kalian tempat istirahat di samping kediamanku." Pangeran tampan itu berbisik pada Yuhua dan Zixia.


Zixia tidak memberikan jawaban, dia sibuk merasakan dan mencari energi murni yang terasa berada didekat sana. Seperti ada sesuatu yang terus memanggil dirinya untuk ke sana, tanpa sadar kaki Zixia melangkah ke tempat itu.


Yuhua yang menyadari sesuatu terjadi pada Zixia mengabaikan pria itu, dia terus berjalan cepat di belakang Zixia takut terjadi sesuatu pada Zixia.


"Kenapa arah perjalanan kita berubah?" tanya pria itu sedikit bingung.


"Istriku merasakan sesuatu, kita ikuti dia terlebih dahulu sebelum pergi ke kerajaan tempat kau tinggal." Yuhua menatap tajam pria di depannya.


Tidak ada rasa hormat sedikitpun yang diperlihatkan oleh Yuhua, melihat itu sang pangeran yakin kalau Yuhua memiliki jabatan yang tinggi di tempatnya. Aura Yuhua saja jelas berbeda, tingkat kekuatan Yuhua pun jauh dibandingkan dirinya.


Apalagi pakaian yang Yuhua kenakan mengandung benang emas, bahkan dia sebagai pangeran suatu kerajaan tidak memiliki benang emas sebagus Yuhua.


"Kau tidak berasal dari Benua Qi ini kan?" tanya pangeran itu penasaran.


Dia melembutkan suaranya agar tidak dimarahi oleh Yuhua.


Dia memang tidak ingin berbohong sama sekali, kekuatannya jauh tinggi dari orang-orang di sini jadi dia tidak perlu merasa takut.


"Bukankah ini keberuntungan yang baik bagiku? Pasti ada sesuatu yang dipersiapkan oleh dewa hingga kalian dikirim pada kami, aku sangat berterima kasih." Pangeran tampan itu benar-benar bersyukur dari hatinya.


Apalagi kerajaannya sangat membutuhkan obat, dengan dia berhasil membawa tabib pasti banyak kerajaan lain yang ingin bekerja sama dengan kerajaan mereka dan hal itu dapat meningkatkan pemasukan kerajaan mereka yang terus menurun setiap harinya.


Petani menjerit karena hasil sawah dan ladang semakin berkurang, penyakit merajalela dengan begitu hebat. Banyak rakyat miskin yang mati kelaparan, anak-anaknya menderita gizi buruk dan kebodohan.


"Kami akan membantu dirimu untuk sukses, aku dan istriku akan menjadikan dirimu raja yang kaya dan baik hati. Ekonomi dan kesehatan di kerajaanmu akan meningkat dengan pesat, kau akan menjadikan tempat ini makmur sama seperti kerajaan adikku." Jika sudah mengatakan itu maka Yuhua pasti akan memenuhi janjinya.


Pangeran dan pelayanannya itu tersenyum bahagia, mata mereka menyipit karena terlalu senang.


Entah kenapa dia merasa semua yang dikatakan oleh Yuhua bukanlah sebuah kebohongan.


"Apakah aku bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi?" Pas akhirnya dia terlihat ragu.


Yuhua menganggukkan kepala, matanya terus mengikuti langkah Zixia takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Mereka sampai di sebuah tempat yang seperti hutan namun di tengah-tengah tempat itu tidak ada pohon tinggi. Semua pohon yang ada di dalam lingkaran itu hanya sebatas pinggang orang dewasa, daun di pohon itu juga bewarna aneh.


Bukan berwarna hijau seperti pohon di luar lingkaran.