
Seseorang pernah mengatakan padaku jika penyesalan itu selalu datang di saat kau menginginkan sesuatu yang tidak bisa lagi kau dapatkan. Aku sempat berpikir mungkin itu hanya kata-kata sederhana bagi orang yang tidak mau berusaha untuk mendapatkan kesempatan itu.
Ternyata benar, obat sebuah penyesalan adalah perubahan yang mampu kita lakukan untuk menjadi pribadi yang baik. Sedangkan sesuatu yang tidak ada lagi obatnya adalah karma, kenapa aku mengatakan karma? Karena karma adalah hasil dari setiap perbuatan yang kau lakukan.
Bisa jadi itu adalah karma baik maupun karma buruk, semua tergantung apa yang kau lakukan di masa lalu. Setiap karma akan dibalaskan sesuai dengan harga perbuatan yang kau lakukan.
Maka dari itu, jika kau mengalami kegagalan, keputusasaan dan luka. Itu mungkin terjadi karena sikap yang kau ambil, berubah lah!
###
Liu Zixia melihat satu-persatu wajah tampan yang ada di depannya. Wajah-wajah yang ia lihat saat ini adalah wajah orang-orang pertama rela mati untuknya.
"Maafkan aku!" Lagi, Liu Zixia memohon dengan air mata yang jatuh semakin deras.
"Kenapa meminta maaf? Jika keadaan itu terjadi lagi padamu maka kami masih akan melakukan tindakan yang sama. Kau penting bagi kami Liu Zixia, apapun akan kami lakukan untuk kebahagiaanmu." Long Ze meraih tangan Liu Zixia dan memberikannya kecupan kecil penuh kasih sayang.
"Ya, kau adalah tanggung jawab kami. Meski mati seribu kali untukmu kami akan tetap rela." Ling Zhi juga ikut berbicara.
Ye Lian memandang Liu Zixia dengan penuh perhatian, cinta mendalam yang diperlihatkan oleh Ye Lian di matanya membuat Lin Yuhua merasa terganggu.
Sejak dulu sampai sekarang selalu Ruan Zu yang menyebabkan penderitaan mendalam bagi Liu Zixia. Padahal Liu Zixia sudah berbuat baik padanya, Long Ze memikirkan ribuan cara untuk menyakiti Ruan Zu di kepalanya.
Tampilan jahat yang diperlihatkan Long Ze membuat Ye Lian dan yang lainnya memutar mata jengah. Liu Zixia tertawa kecil melihat ekspresi keempat orang pria di depannya.
"Aku belum ingin balas dendam sekarang! Oh, siapa yang mengatakan kalau aku tidak memiliki kekuatan? Aku memilikinya, apa kalian ingin melihat?" Liu Zixia bertanya dengan senyum jahil.
Ketika mendengar apa yang dikatakan Liu Zixia, keempat orang di depannya melihat Liu Zixia dengan heran. Apalagi Lin Yuhua, karena Lin Yuhua sendiri yang menghancurkan lautan Qi milik Liu Zixia dengan tangannya.
Liu Zixia menjentikkan jari, cahaya keemasan terlihat jelas ke luar dari jemarinya dan berkumpul di atas telapak tangan Liu Zixia membentuk bola kecil. Bola kecil itu mengundang angin kencang, menerbangkan rambut panjang keempat pria yang sedang berdiri terpaku.
"Ini?" Lin Yuhua melihat dengan tidak percaya.
Cahaya keemasan bukan berasal dari lautan Qi Liu Zixia, melainkan dari energi di dalam tubuhnya. Kekuatan ini adalah kekuatan yang dulu di miliki Liu Zixia saat pertama kali bersama ketujuh orang itu.
"Yap, berkat lautan Qi itu hancur aku akhirnya mendapatkan kekuatan lamaku. Kekuatan itu terkumpul di jantung dan sekarang ke luar lagi. Sekarang aku harus mencari tiga orang lagi dari kalian, aku tidak ingin dipisahkan lagi." Liu Zixia berbicara dengan penuh keyakinan yang menyala di matanya.