Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#37


"Kalau kau tidak mau maka ayahmu akan malu nantinya?" Pria itu tersenyum kecil sembari mendekat ke arah wanita yang dipanggil dengan nama Liu Zixia itu juga.


"Kenapa harus seperti itu? Pangeran itu saja tidak pernah datang melihatku, kenapa aku harus menikah dengannya?" tanya Liu Zixia yang buram.


Zixia berusaha melangkah mendekat ke arah mereka namun suara panggilan dan hisapan yang kuat membuat Zixia terbawa arus dan menghilang.


Zixia terbangun dari mimpi aneh yang dialaminya dengan air mata yang mengalir di pipi lembutnya.


Zixia memegang erat selimut yang dipegangnya agar tidak lepas dan memerlihatkan bentuk tubuhnya yang cantik itu.


"Kenapa?" tanya Ye Lian khawatir saat melihat Yu Zixia terbangun dengan nafas ngos-ngosan.


"A-a-aku mengalami mimpi yang begitu aneh," bisik Yu Zixia dengan suara terdengar lemah dan lelah.


"Aneh bagaimana?" tanya Ye Lian heran dan bingung. Ye Lian selalu menganggap mimpi adalah sebuah bunga tidur selama ini.


"Sudahlah, mungkin aku hanya terlalu lelah saja." Yu Zixia bingung untuk berbicara, dia merasa semuanya sangat aneh dan membingungkan.


"Ayo tidur lagi!" ajak Ye Lian sembari membaringkan Yu Zixia dan memeluknya erat.


Paginya mereka berdua bangun seperti biasa dan disambut oleh pelayan Ling Zhi dengan senyuman cerah saat Yu Zixia dan Ye Lian membuka pintu kamar.


"Nyonya, Tuan sudah menyiapkan dan menunggu Anda untuk sarapan bersamanya!" Pelayan kepercayaan Ling Zhi membungkuk dengan hormat dan mengantar Yu Zixia dan Ye Lian ke arah tempat makan.


Sesampai di sana Yu Zixia menatap aneh pada Ling Zhi yang berjanji akan menguji dirinya dan Ye Lian tadi malam.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apakah kau jatuh cinta dan ingin menjadikan aku salah satu selirmu juga?" tanya Ling Zhi dengan senyuman menggoda.


"Bukankah kau bilang akan menguji kami? Lalu kenapa tidak jadi?" tanya Yu Zixia masih dengan posisi berdiri tangannya terlipat di depan dada dan menatap Ling Zhi dengan alis terangkat sebelah.


Ling Zhi balas menatap Yu Zixia dengan kilatan mata jahilnya nan menggoda sebelum berkata dengan lembut, "Aku sudah menguji kalian, kamar itu tidak bisa ditiduri oleh siapapun karena memiliki aroma yang dapat menghilangkan keinginan seseorang untuk bangun susah."


Yu Zixia terkejut dan melongo melihat pria di depannya. "Kau menggunakan cairan Luang Yang hanya untuk menguji kami?" tanya Yu Zixia terdengar marah.


"Sayang, apa cairan Luang yang itu?" tanya Ye Lian yang tidak mengerti obat.


Yu Zixia menatap Ye Lian sekilas sebelum menatap tajam kembali ke pria di depannya.


"Luang yang adalah cairan yang diberikan kepada dupa tidur untuk membunuh para Kaisar dan bangsawan yang dijaga dengan baik oleh prajurit dan penjaga bayangan miliknya." Ling Zhi menjawab dengan santai.


"Kau beruntung memiliki keinginan yang kuat untuk bangun jika tidak kau akan tidur selamanya dan menunggu untuk dibunuh atau dibangunkan oleh seseorang." Yu Zixia melanjutkan.


"Kau benar! Ayo sarapan agar kita bisa bersiap-siap untuk pergi," ajaknya dengan senyuman menggoda.


Ye Lian ingin marah tetapi dia tidak memiliki hak untuk itu, semuanya terserah Yu Zixia dan sebagai seorang selir dia hanya bisa menerima keadaan jika Yu Zixia ingin mengambil pria lagi.


Apalagi pria itu bisa menjaganya lebih baik dari dirinya.


"Ayo makan!" ajak Yu Zixia sembari menggenggam tangan Ye Lian dan membawanya duduk.


"Panggil aku Ling Zhi." Ling Zhi menatap Yu Zixia dan tersenyum. Senyum Ling Zhi membuat Ye Lian takut.


Waktunya bersama Yu Zixia baru sebentar dan nampaknya dia harus mengalah dan membiarkan Yu Zixia mengambil selir lagi.