Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#97


Saat Liu Zixia ingin pergi langkah kaki yang datang dari di belakangnya terdengar tergesa-gesa. Liu Zixia langsung melompat ke atas rumah mencari tempat bersembunyi paling aman.


Ia melihat dua orang pelayan wanita terburu-buru menuju ke kamar yang menjadi asal suara. Mereka mengetuk pintu yang mengakibatkan suara di dalam langsung berhenti.


"Kenapa?" Pertanyaan marah itu terdengar sebelum gerakan intim daging beradu kembali memenuhi kamar itu.


"Tuan Tua pulang, Nyonya! Dia sedang berada di aula menerima tamu." Pelayan itu mengingatkan.


Saat kata Tuan Tua diucapkan gerakan di dalam berhenti seketika. Suara keributan di dalam berganti dengan hal lain, setelah agak lama seorang pria muda ke luar dari kamar itu dengan pakaian rapi.


Ia berjalan ke belakang rumah menyembunyikan wajahnya agar tidak dikenali sebelum menghilang dengan cepat. Liu Zixia melihat semua itu dengan mata berbinar, pria itu adalah anak tetangga sebelah yang telah dijodohkan dengan Kakak perempuan tirinya. Yaitu anak tertua ibu tirinya sejak kecil, melihat semua ini Liu Zixia terkekeh geli.


Setelah agak lama, ibu tiri Liu Zixia muncul dari kamar anak ke-tiganya dengan pakaian kurang rapi. Ia dengan tergesa-gesa berjalan menuju kamar anak pertamanya untuk membersihkan diri, mengganti pakaian barulah ia ke luar menuju ke aula.


"Astaga rumah ini benar-benar sarang kekacauan, pantas saja rumah ini memiliki hawa buruk perilakunya saja tidak benar di rumah ini." Liu Zixia mengutuk sebelum berlalu pergi mencari gudang yang sangat ia hafal letaknya.


Sesampainya di sekitar gudang, Liu Zixia memeriksa keadaan sekeliling menghitung banyak petugas yang berjaga serta melihat titik aman agar dirinya bisa masuk melihat keadaan Liu Zhong.


Setelah menghitung dengan cermat Liu Zixia berhasil masuk ke dalam gudang mengecoh anak buah Liu Zhang yang katanya memiliki ilmu beladiri bagus.


Liu Zixia berjalan mendekat, mendengar langkah kaki Liu Zhong mengangkat kepala. Ia terkejut saat menemukan orang di depannya ternyata adalah seorang gadis cantik yang matanya mirip dengan Liu Zixia adiknya.


"Kau siapa?" tanya Liu Zhong heran.


Liu Zhong belum pernah melihat wajah Liu Zixia semenjak ia berhasil menyembuhkan racun, sebab Liu Zhong sudah dikirim oleh Mu Huang. Liu Zhong memandang mata cantik wanita di depannya yang terlihat familiar.


Mata itu mengundang kerinduan serta rasa sakit yang hebat di hati Liu Zhong.


"Kakak, kau melupakan aku begitu saja! Kau benar-benar jahat, apa karena kau telah mendapatkan popularitas yang begitu besar di Lembah Cahaya?" tanya Liu Zixia dengan senyum lembut.


Liu Zhong adalah satu-satunya keluarga ikatan darah yang dimilikinya sekarang. Liu Zixia mendekat, memberikan sebuah pil pada Liu Zhong, pil itu menghentikan darah yang ke luar dari luka Liu Zhong.


Setelah itu, Liu Zixia melepaskan ikatan yang ada di tubuh Liu Zhong. Liu Zixia memberikan Liu Zhong cairan untuk menyembuhkan luka di tubuhnya.


"Kau diracuni?" tanya Liu Zixia marah.


Liu Zixia mengetahui semua itu saat luka di tubuh Liu Zhong memang berhenti berdarah tetapi meningkatkan jejak hitam yang menakutkan.