
Setelah menyiapkan semua keperluan keberangkatan mereka, sore harinya kereta sederhana ke luar dari pintu samping istana. Kereta sederhana dengan ukuran besar itu adalah kereta yang membawa Liu Zixia bersama suaminya. Tujuan pertama perjalanan mereka kali ini adalah ke Utara, lokasi terakhir penculikan kaum wanita muda ditemukan.
Mereka akan menuju ke sana terlebih dahulu untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai keberadaan Ruan Zu, balas dendam tiga kehidupan harus dibayarkan pada Ruan Zu sekarang. Liu Zixia juga sudah mendengar banyak anak perawan yang diculik untuk diambil sari kehidupannya.
Banyak orangtua yang telah kehilangan anak, hal ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi sebelum semakin banyak korban baru berjatuhan.
"Aku akan membuat dia menyesal pernah hidup di dunia ini," bisik Liu Zixia dengan suara malas.
Saat ini, Liu Zixia tengah berbaring dengan nyaman di dalam kereta yang sengaja di desain oleh Ling Zhi seperti ini. Kereta yang membawa Liu Zixia tidak memiliki tempat duduk, hanya sebuah meja kecil serta laci penyimpanan yang terletak di bawah tempatnya berbaring dan juga di bagian kaki.
"Ya, kau boleh melakukan apa saja terhadap dirinya. Biarkan kami yang menghabisi lelaki yang melindunginya! Kita tidak akan memberikan mereka kesempatan untuk melakukan pembalasan dendam." Ye Lian langsung menimpali perkataan Liu Zixia.
Saat ini yang membawa kereta adalah Long Ze, mereka memang sengaja tidak membawa pelayan ataupun prajurit karena tidak ingin terganggu maupun menghalangi kegiatan mereka nantinya. Lin Yuhua membiarkan pahanya menjadi bantal untuk Zixia sedangkan Ye Lian tengah membaca buku.
Ling Zhi sibuk memijit kaki Liu Zixia dengan tampilan wajah lembut memikat, Liu Zixia yang mendapat perlakuan istimewa merasa mengantuk hingga akhirnya tertidur. Ru Ansan yang sejak lama tidak dilihat oleh Liu Zixia saat ini sudah kembali tumbuh, dulu dia seperti balita sekarang dia sudah seperti seorang remaja berusia 14 tahun.
Fitur wajahnya yang rupawan sudah terbentuk dengan sempurna, pipinya kemerahan dengan alis sempurna. Matanya memancarkan godaan ketika fokus melihat sesuatu, kecantikan Ru Ansan adalah cobaan bagi para pria di luar sana.
Ru Ansan saat ini tengah duduk di bangku batu yang ada di dalam ruang milik Liu Zixia, gerakan kakinya yang sembrono membuat ia tampak malas. Matanya yang separuh terbuka seperti seseorang yang mengantuk namun tidak bisa tidur sama sekali.
"Hah, si Zixia itu sudah melupakan diriku sekarang. Aku ingin sekali memukul kepalanya yang bodoh itu, semenjak mendapatkan suami dia melupakan diriku yang malang. Lihat saja, ketika aku ke luar dari ruang ini aku akan menggoda seribu lelaki. Hem-hem ... aku akan memperlihatkan padanya kalau aku lebih cantik darinya," sungut Ru Ansan dengan wajah kesal yang tidak bisa ia tutupi.
Mungkin Ru Ansan merasa bosan di dalam ruang itu sebab dia tidak memiliki teman sama sekali yang menemani dirinya. Ru Ansan berdiri dari bangku batu, ia melayang terbang di udara menuju sebuah pohon yang paling besar di ruang itu, ia duduk di dahan paling besar memetik daun yang ada di ranting dahan yang ia duduki.
Daun yang dipetik ia buang sembarangan namun anehnya daun yang ada di ranting pohon kembali seperti semula seolah tidak pernah diambil. Ru Ansan terus bermain seperti itu hingga akhirnya ia kembali merasa bosan hingga tertidur di dahan pohon dengan pulas.
Lama perjalanan yang mereka tempuh hingga akhirnya mereka sampai di sebuah desa yang hening seperti tidak ada orang yang tinggal di dalam sana. Long Ze memeriksa sekeliling dengan seksama, dia merasa ada sesuatu yang aneh karena pintu-pintu rumah di sana tertutup oleh debu tebal.
Ling Zhi muncul dari balik pintu tidak lama setelah Long Ze selesai mengetuk, Ling Zhi duduk di sebelah Long Ze ikut memperhatikan keanehan yang terjadi di desa itu.
"Ini sangat aneh bukan? Beberapa tahun yang lalu desa ini begitu penuh dengan kehidupan, banyak orang lalu lalang ke sana ke mari bahkan anak-anak kecil juga tertawa berlarian di antara satu rumah ke rumah yang lain bukan?" Ling Zhi berbicara dengan alis terangkat sebelah ke atas.
Long Ze mengangguk, Ling Zhi membuka pintu kereta untuk memberitahu keanehan desa yang mereka lalui. Lin Yuhua yang ikut merasa penasaran akhirnya ke luar untuk melihat-lihat hal apa yang terjadi sebenarnya.
Saat merasakan aliran aneh udara di sekitar desa Lin Yuhua mengernyit tidak suka. Ado aroma iblis yang melayang di desa itu yang bisa menjelaskan kenapa semua hal itu bisa terjadi. Lin Yuhua mendeteksi sekitar menggunakan kekuatannya lalu menemukan sesuatu yang aneh di sebuah rumah.
"Bawa kereta ini ke rumah paling besar di desa ini, aku rasa rumah itu adalah rumah kepala desa. Ada iblis yang berkeliaran di desa ini dan kita perlu memusnahkan mereka jika tidak ingin terjadi hal lain." Lin Yuhua memberitahu Long Ze yang mengemudi.
Long Ze langsung menarik tali kekang mengarahkan kereta menuju tempat yang dikatakan oleh Yuhua. Aroma amis yang kental melayang di udara, beberapa bercak merah berserakan semakin banyak saat kereta semakin mendekati tempat yang disebutkan oleh Lin Yuhua tadi.
Beberapa kerangka juga terlihat berserakan di sana-sini membuat bulu kuduk berdiri, ada beberapa hal yang digantung secara acak di sepanjang teras rumah besar itu yang tampak seperti boneka namun berlumuran cairan berwarna merah. Beberapa kepala menggelinding di sudut dengan mata melebar yang membuat takut orang biasa yang lewat.
Saat kereta berhenti di depan kediaman, suara gemericik terdengar dari dalam rumah seolah mengetahui kalau ada orang yang datang untuk membuat keributan di sana. Lin Yuhua turun dari kereta, memasang sebuah mantra agar tidak ada yang bisa mendekati kereta tempat Liu Zixia sedang beristirahat dengan nyenyak.
Long Ze juga ikut turun dari kereta, dia memperhatikan keanehan itu dengan mulut mencibir jijik. Kipas lipat muncul di tangannya sebelum bunyi musik yang merdu terdengar mengalun dari dalam rumah yang membuat Lin Yuhua tersenyum meremehkan.
"Ke luar!" teriak Lin Yuhua dengan suara menggelegar.
Lin Yuhua menggunakan kekuatan miliknya untuk mencari darimana asal suara musik itu, matanya memindai semua lokasi sebelum merasakan sesuatu dari dalam rumah yang ada di hadapannya. Ada beberapa orang yang masih tergeletak tidak sadarkan diri di sudut ruangan entah masih hidup atau sudah tidak bernyawa lagi.
Lin Yuhua terbang ke arah sana, memasuki tempat itu seolah tidak akan ada bahaya yang dapat menyebabkan masalah untuknya. Saat sampai di tengah ruangan, Lin Yuhua menemukan sebuah makhluk aneh tengah tergantung terbalik.