Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#200


Semoga ceritaku ini sampai ke Mbak pelakor ya, makasih udah merusak rumah tanggaku. Makasih udah rebut perhatian yang seharusnya untuk anakku, udah ambil uang yang seharusnya untuk anakku jadi milik anakmu. Gara-gara kamu anakku minum air putih, tahan enggak makan dan bahkan sendalnya putus enggak ke beli. Makasih banyak udah bikin hati seorang ibu hancur hanya demi kesenangan kamu. Semoga Tuhan membalas apa yang telah kamu perbuat padaku, semoga pintu hati kamu terbuka Mbak.


Kehadiranmu enggak akan bikin aku hancur kok, aku harus bangkit, aku harus melambung tinggi. Kita beda Mbak, kamu perawatan hasil minta sedangkan aku hasil cari sendiri. Semoga tulisan ini sampai ke kamu Mbak, semoga kamu bahagia di atas penderitaan orang lain, udah berhasil membuat seorang anak kehilangan kasih sayang ayahnya. Terima kasih banyak. Gini Mbak pelakor, kamu kan sekarang mau uangnya gimana ya kalau nanti dia nggak punya uang apa kamu masih mau? Bayangin sebelum dia kerja aku hidup susah sama dia sekarang setelah punya uang dia sama kamu ya udah nikmatin aja Mbak. Aku ikhlas kok, tapi jangan menyesal kalau nanti karma datang ke kamu.


####


He Yidu melihat satu-persatu tentara ke luar dari batas pelindung, sebagai satu-satunya keturunan laki-laki kerajaan He Yidu hanya diminta untuk melihat peperangan bukan untuk ikut berperang kecuali keadaan sudah terlalu mendesak atau mengharuskan dia untuk turun tangan. Tadi sepanjang jalan sampai menuju gerbang utama banyak pasang mata yang menatap He Yidu dengan pandangan memuja.


Liu Zixia melihat para suaminya yang memiliki kekuatan tempur lumayan, Zixia tersenyum manis sambil memikirkan sesuatu. "Apakah kita tidak perlu melawan iblis-iblis itu? Mereka sudah sangat meresahkan sekali," ujar Zixia.


"Kita akan turun tangan tapi tidak sekarang karena iblis tidak akan menyerang langsung sekaligus. Mereka pasti akan menyerang secara bertahap jadi untuk membantu kita harus menunggu waktu yang tepat," jawab Lin Yuhua dengan senyum manis sembari membelai kepala Zixia.


"Aku hanya ingin bertemu dengan He Yidu saja. Aku ingin meminta bantuannya, ada orang menyusup ke rumah membuat ibu sakit dan membuat He Yuan menderita." Orang itu berteriak dengan keras hingga menyebabkan beberapa orang berkerumun di gerbang rumah He Yidu.


"Tuan tidak di rumah sedangkan Nyonya sedang sibuk. Lagipula tuan kami bukan tabib atau dokter illahi yang bisa membantu mengobati orang lain, pergilah dari sini atau kau tunggu tuan pulang nanti." Penjaga gerbang dengan kejam mengatakan apa yang ada di dalam kepalanya.


Pemuda yang tampaknya hampir seumuran dengan He Yidu itu terus memandang ke gerbang yang tertutup rapat. Dia berharap bisa masuk untuk meminta bantuan namun tampaknya He Yidu tidak akan mau membantu sama sekali.


Ternyata selain tidak bisa berbohong, rasa gatal yang menyerang bagian bawah tubuhnya menyebabkan bagian yang digaruk melepuh hingga bentuknya menjadi sangat menakutkan. Sekarang Lu Ran Ran hanya bisa menangis di tempat tidur dengan bagian bawah tubuh terbuka lebar.


Rasa panas yang menyebar membuat ia tidak bisa memakai apapun, Lu Ran Ran hanya bisa menangis sambil mengumpat, sumpah serapah yang ia katakan terdengar hingga ke luar menyebabkan beberapa orang tidak berani mendekat ke arah kamar itu.