Wanita Bahu Laweyan

Wanita Bahu Laweyan
Bab 54. SOSOK ITU LAGI


Sosok yang ditakutkan Dita benar-benar muncul. Saat ini ia merambat di dinding lalu naik menempel pada plafon. Menatap penuh seringai pada Dita dan Yuditira. Sorot matanya mengisyaratkan jika ia sedang marah besar saat ini.


Pandangan mata Dita tetap mengarah ke atas, ia tidak mau jika suaminya kembali terluka. Akan tetapi tubuhnya seolah terkunci hingga membuat ia tidak bisa berbuat apapun. Bahkan untuk membantu suaminya bangun pun ia tidak bisa.


"Di-dia datang," ucapnya penuh ketakutan.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Yudistira panik.


Bukannya menjawab Dita malah mendorong tubuh Yudistira kembali hingga jatuh terjengkang. Yudistira melihat istrinya bertingkah aneh lalu kembali mendekati dan memenangkannya.


"Tenang, Sayang. Ada aku di sini!"


Meskipun pada kenyataannya ia takut dan sedikit merinding, Yudistira tetap terlihat tenang.


Ternyata makhluk tersebut sudah terlalu dekat dengannya.


Namun, serangan makhluk kali ini sangat brutal. Seolah ia benar-benar marah pada Yudistira yang berani menikahi Dita. Sepertinya ia sudah lama mengamati Dita dan Yudistira, mungkin sejak mereka masuk kamar.


Tidak perlu menunggu waktu lama, makhluk itu


kemudian ia melompat dan hinggap pada tubuh Yudistira. Sebelum ia memulai aksinya makhluk itu sempat tersenyum ke arah Dita, lalu dengan kejamnya memutar dengan paksa kepala Yudistira hingga hampir patah. Krek!


"Di-Dita ...."


Tangannya terulur ke arah Dita seolah meminta tolong kepadanya. Sesaat kemudian nafasnya tersengal dan akhirnya meninggal dengan cara mengenaskan.


Lidah Yudis menjulur keluar, dengan bola mata yang hampir keluar penuh da-rah. Dari bola mata, hidung, mulut dan telinga semuanya mengeluarkan darah kental berwarna hitam. Bau anyir dan amis seketika memenuhi kamar pengantin itu.


Karena ketakutan Dita berteriak sekencang-kencangnya.


"Aaaa ... toloooong!"


Dita yang ketakutan sampai pingsan dan tergeletak di atas tempat tidur. Makhluk tersebut menyeringai lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Pemilik rumah diketemukan sudah meninggal, sementara itu pengantin wanita ditemukan pingsan. Beberapa pelayan wanita segera menolong pengantin wanita dan menghubungi pihak kepolisian dan Rumah Sakit.


Iring-iringan mobil ambulance dan kepolisian memenuhi rumah duka. Banyak keluarga dekat pengantin yang datang secara bergantian. Mereka menangis histeris karena Yudistira meninggal dengan cara tragis masih menggunakan pakaian pengantin.


Sementara Dita terlihat baik-baik saja meski ia tidak bisa diajak bicara setelah siuman. Ia bahkan menangis histeris dan terlihat sangat ketakutan membuat Nyonya Sekar kembali teriris kembali.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang melakukan perbuatan keji seperti ini!"


Ibunda Yudistira berteriak histeris memanggil nama anak mereka. Ia masih tidak terima karena putra mereka meninggal di malam pengantin. Belum lagi cara meninggalnya dengan cara tidak manusiawi.


Semua orang berasumsi sendiri-sendiri. Berbagai omongan miring kembali terjadi kali ini, membuat nama Keluarga Handoko kembali tercoreng sekali lagi.


"Dita, apa yang kamu lakukan pada suamimu, Hah!"


"Beraninya kamu membunuh putra kesayanganku!"


Ibunda Yudistira mencekik leher Dita membuatnya sesak nafas dan ketakutan. Banyak yang melerai adegan tersebut tetapi kemarahan dan rasa kecewa membuat hati seorang ibu tidak bisa mengendalikan emosinya.


Setelah puas memaki Dita, Ibunda Yudistira pingsan dan membuat semua orang dilanda ketegangan luar biasa. Ayah Yudistira bersiap melayangkan gugatan ke pengadilan karena hal tersebut.


Apakah hal ini wajar diterima oleh Dita?


.


.


Jangan lupa mampir di novel karya teman Fany ya, love-love all readers kesayangan😘