Wanita Bahu Laweyan

Wanita Bahu Laweyan
Bab 125. IYA, AKU TERIMA


Semua orang di dalam ruangan itu terdiam ketika Tito membahas sebuah ke-ma-ti-an. Bagaimana bisa ia membahas hal tersebut saat semua orang sedang berkumpul.


"Tito, apa yang kamu katakan, Nak. Jangan membuat orang-orang berpikir aneh-aneh saat ini."


Sejenak Tiyo kembali menguasai dirinya. Tubuh yang sedari tadi terlihat segar bugar kini terlihat layu. Sorot matanya menjadi sayu hingga semua orang terkejut akan perubahan yang barusan terjadi. Tito terlempar keluar dari tubuh saudara kembarnya, sehingga Tiyo kembali pada kesadarannya.


"Kau! Apa yang kamu lakukan?"


Tiyo tersenyum simpul. Seolah sedang mengejeknya karena Tito berhasil ia tendang dari tubuhnya.


"Kamu kira aku akan membiarkan dirimu mendapatkan semuanya?"


Arti tatapan Tiyo begitu lain dari biasanya.


"Tidak mungkin ia kembali lagi, sudah jelas jika dirinya hanyalah tubuh dan arwahnya pergi, kenapa bisa kembali secepat ini?" ucap Tito sambil menahan amarah.


Tidak terasa jika Dita melihat ada dua Tito di hadapannya. Sejenak ia mengusap kedua kelopak matanya.


"Kenapa bisa seperti ini? Apa aku sedang berhalusinasi?"


"Maaf, Mbak, apa Tito kurang enak badan? Wajahnya tiba-tiba memucat."


Ibunda Tito menoleh dan mengiyakan perkataan dari Nyonya Sekar.


"Sebaiknya kalian istirahat di dalam dulu, bukankah baru saja tiba dari luar negeri?" tanya Pak Handoko kepada tamunya.


Ibunda Tito mengangguk perlahan.


"Iya, kami memang baru saja sampai, sebaiknya kami istirahat dulu."


Tito dan ayahnya mengangguk, lalu Mbok Nem mulai mengerjakan bagiannya.


"Mbok Nem, tolong antar mereka ke kamar tamu!"


"Baik, Kanjeng Ibu. Bapak dan ibu silakan ikuti saya."


Meskipun tidak bisa menahan rasa letihnya, Tiyo meminta kedua orang tuanya untuk berbeda ruangan. Nyonya Sekar tidak keberatan, apalagi calon keluarga baru.


Mendengar penuturan tadi, Nyonya Sekar menyenggol bahu suaminya.


Tuan Handoko hanya bisa mengangguk, lalu segera mengikuti langkah sang istri. Sesampai di kamar, keduanya terlihat sedang berbincang hal yang cukup serius.


"Lalu bagaimana ini? Bukankah kita sudah mempersiapkan Dita sebagian calon menantu dari Keluarga Kirana?"


"Sstt, diam. Kali ini biarkan takdir yang berbicara. Kita sebagai kedua orang tua hanya bisa mendoakan semua kebaikan untuk anak-anak kita."


"Iya, Pa. Aku mengerti, kamu tidak usah terburu-buru untuk menyadarkan aku."


Nyonya Sekar mendudukkan dirinya di tepian tempat tidur. Kedua matanya menatap langit-langit kamarnya.


Semula kehidupannya baik-baik saja, sementara itu semuanya berubah ketika Tito tiba-tiba muncul.


"Kenapa pemuda itu muncul tiba-tiba, apakah ini sudah sesuai rencana Dita untuk menolakku dengan perjodohan yang aku lakukan pada Fano dan keluarganya?" tanya Nyonya Sekar pada dirinya sendiri.


BERSAMBUNG


......................


Sambil nunggu up bisa mampir ke sini ya,


Author: Lena Laiha


Pendahuluan


Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang sukses terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja. Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah tapi kesalah pahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.


Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, Rea dan Raka membuat satu perjanjian diawal pernikahan mereka.


Setelah satu tahun ternyata mereka menjadi saling mencintai.


Saat Rea hamil Lisa mantan kekasihnya Raka mendorong Rea ke jurang yang menyebabkan Rea keguguran dan harus kehilangan rahimnya.


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Apakah Raka akan meninggalkan Rea karena Rea tak bisa memberinya keturunan dan Raka akan kembali kepada sang mantan kekasih?