
Suhu tubuh Dita yang semakin dingin membuat Mbok Nem khawatir, sementara itu Mbok Nem tidak dapat melihat Tito.
"Aduh bagaimana ini? Den Ayu belum juga siuman, hujan mulai mereda. Apa aku gendong saja ya?"
Di dalam mimpi Dita.
"Ja-jadi kamu Tito teman kecilku yang hilang?"
Lelaki itu tersenyum manis ke arah Dita, lalu menyentuh bahu Dita.
"Menikahlah denganku Ayu, kamu tidak akan pernah tersakiti lagi."
Sontak Dita mendorong tangan kekar Tito. Meski suhu tubuhnya sangat dingin, tetapi Dita masih belum curiga terhadapnya.
"Ma-maksudmu apa? Bukankah kita sudah terpisah jauh. Kau pasti menyesal jika menikah denganku!" ucap Dita sambil memalingkan muka.
Tito tersenyum, sebenarnya ia tahu cerita tentang Dita selama ini. Justru kedatangannya untuk memberikan solusi kepadanya.
"Bagaimana kalau kamu akan kecewa terhadapku?"
"Kecewa kenapa? Kamu single aku pun single, jadi bukankah kita serasi?"
Dita yang semula memalingkan muka kini kembali melihat ke arah Tito.
"Sebaiknya kamu tidak usah mendekatiku lagi, Tito. Kamu terlalu baik untukku dan aku sangatlah tidak cocok untukmu."
"Kenapa? Apa aku tidak cukup tampan untukmu? Atau kamu jijik terhadapku?"
"Bu-bukan begitu, justru aku terlalu hina untuk orang sebaik kamu."
Tito memegang kedua tangan Dita dan mengecupnya perlahan.
"Tidak perduli pandangan orang lain terhadapmu, tetapi yang jelas aku sangat mencintaimu bahkan sejak lama. Menikahlah denganku Anindita Puspa Ayu Batari."
Cup.
Sekali lagi Tito mengecup punggung tangan Dita. Lalu menatapnya dengan penuh cinta. Dita yang teringat dengan takdir kelamnya hanya bisa teriris ketika ia mendengar pernyataan hati dari Tito.
"Tito, dengarkan aku. Aku bukanlah seorang gadis seperti dulu. Statusku sudah berubah sejak satu tahun yang lalu. Aku adalah seorang janda dengan ketiga mantan suamiku terbunuh tidak lama setelah menikah denganku."
Pandangan Tito sama sekali tidak berubah terhadap Dita. Ia bahkan semakin menatap Dita dengan penuh kasih sayang.
"Aku tidak perduli dengan statusmu, yang aku mau adalah bersanding denganmu Ayu."
Hati Dita bergetar hebat, air matanya tidak terbendung lagi. Akhirnya buliran bening kristal itu turun dari kedua mata Dita. Tanpa suara tanpa isakan. Melainkan dengan penuh haru dan kebahagiaan.
"Bagaimana, Ayu. Apakah kau menerima pinangan dariku?"
"Lebih baik kita bicarakan hal ini kepada Bapak sama Ibu," ucap Dita mengalihkan pembicaraan.
Bagaimana bisa ia mengatakan jika dirinya tidak mampu menolak pernyataan cinta dari Tito. Dita bukanlah orang yang mudah mematahkan keinginan seseorang, tetapi lebih mengarahkan kepada hal yang lebih baik untuknya.
Namun, Tito tahu apa yang dimaksud Dita. Ia juga tidak bisa memaksa Dita, tetapi ia bisa membuat Dita tidak bisa lepas darinya. Jiwanya yang sudah lepas dari raganya tidak akan mudah dibohongi.
Kemanapun Dita pergi, Tito akan selalu bersamanya. Namun, Dita belum menyadari hal itu karena memang Dita bisa melihatnya. Terlebih ada sebuah rasa terpendam di hati Dita untuk Tito.
"Bolehkah aku memberikan tanda cinta untukmu, Dita?"
"Ha-ah, apakah itu?"
Cup
Sekali lagi Tito mengecup punggung tangan Dita, lalu ia berpamitan.
"Sampai bertemu lagi Dita."
......................
Sambil nunggu up, jangan lupa mampir ke sini ya
Judul : Jerat Hasrat Kakak Ipar
Nama Pena : Lady MerMaD
Blurb :
Menurut Bara, kakak iparnya adalah penipu yang licik, namun membuat Bara terjerat, oleh karena itu Bara harus melepaskan diri dari kakak iparnya.
Freya Hathaway atau Freya Horisson karena Freya menikahi saudara laki - laki Bara. Menyimpan rahasia masa lalu yang membuat dia tidak percaya diri. Dan untuk menyelamatkan keluarga Freya membuat rencana gila.
Apakah Bara berhasil melepaskan diri dari Freya? Atau
Bagaimana jika Bara sendiri yang tidak rela melepaskan Freya?
Bagaimana dengan nasib Freya, apakah dia akan berhasil dengan rencana gilanya?
Langsung baca aja yuks.