Wanita Bahu Laweyan

Wanita Bahu Laweyan
Part 188. KAMUFLASE


"Sudah menjadi target? Apakah Fano sudah menjadi target dari mereka?"


"Jika iya, maka aku tidak akan memaafkan mereka semua. Beraninya mereka memasuki rumah ini!" ucap Yuli dengan sorot mata tajam.


Suara itu semakin keras terdengar hingga sebuah hembusan angin yang sangat cepat membuat suara itu segera menghilang.


Memang benar, dalam sekali hentakan bayangan putih itu segera menghilang ditelan kegelapan malam. Tidak lama kemudian saat Yuli hendak menutup jendela kamarnya, angin berhembus dengan sangat kencang hingga membuat banyaknya dedaunan kering di samping rumah tersapu.


"Siapa lagi yang datang kali ini?"


Sosok tersebut rupanya berbeda dengan sosok yang datang tadi. Dari harum tubuhnya saja sudah berbeda. Tadi tercium sangat wangi, tetapi untuk yang kali ini berbeda. Wangi yang tercium di dalam indera penciuman Yuli adalah harum bunga Kamboja seperti bau bunga di kuburan.


"Aku yakin ini pasti bukan kamu, akan tetapi sosok lain."


Ingin rasanya ia datang dan menemui sosok bayangan yang berwarna hitam, tetapi sepertinya sosok ini jauh lebih menyeramkan.


"Aku harus berhati-hati!"


Di lain tempat, Danu juga didatangi sosok yang sama dengan yang mendatangi rumah Fano. Hanya saja Danu kini berhadapan langsung dengannya.


"Siapa kamu? beraninya datang ke rumah ini?"


"Erghhhh, aku datang untuk memperingatkanmu agar menjauhi Anindita!"


"Cih, kalau aku keberatan kamu mau apa?"


"Tentu saja mengambil nyawamu!"


"Enak saja, kamu kira nyawaku ini mainan bisa kamu ambil seenaknya saja? Kalau kamu tidak mau pergi dari sini. Jangan salahkan aku untuk melenyapkan dirimu!"


Merasa jika Danu tidak menyerah membuatnya semakin murka. Sosok itu langsung mengarahkan kuku-kuku tajam dan runcing itu ke arah tubuh Danu. Tentu saja ia segera melompat naik ke atas.


Tubuh Danu segera merapat di sebuah dahan pohon. Dari atas sana ia bisa melihat sosok itu melotot tajam ke arah Danu.


"Tunjukkan jika dirimu hebat, jika tidak maka jangan menganggap kamu bisa mengambil nyawaku!"


Danu memang sengaja memancing amarah sosok itu. Ia sama sekali tidak takut padanya. Justru Danu ingin mencoba ilmu tenaga dalamnya sudah sampai mana saat ini.


"Aku merasa jika kamu hanya bisa membual, buktinya kamu membiarkan aku berdiri di sini tanpa mengejarku!"


"Erghhhh!"


Dengan kecepatan tinggi, sosok hitam itu melompat dan menyusul ke arah tempat Danu berdiri. Sayang, saat ia hendak sampai Danu justru melompat ke arah lain.


"Ha ha ha ... ayo kejar aku kalau kau bisa!"


Semakin Danu menghindar maka makhluk itu makin beringas untuk mengejarnya. Danu hanya tersenyum karena telah berhasil memancing amarah makhluk itu.


Akan tetapi tidak lama kemudian Danu segera melakukan penyerangan dan berhasil melukai bagian depan tubuhnya. Hingga membuat ia jatuh terjerembab ke tanah.


Gerakan yang gesit mampu membuat makhluk itu tidak bisa menghindari serangan kedua dari Danu. Serangan kali ini berhasil membuat makhluk itu memuntahkan cairan kental berwarna merah pekat.


Ia mengerang kesakitan, tetapi Danu tidak peduli dan meneruskan serangannya hingga membuat ia menghilang beberapa saat kemudian.


"Ck, beraninya kabur! Bukankah tadi kamu sangat sombong terhadapku? Seharusnya kamu tahu jika orang yang sombong pasti akan cepat hancur!" pekik Danu kesal.