Wanita Bahu Laweyan

Wanita Bahu Laweyan
Part 219. PERJANJIAN BERDARAH


Merasa putus asa, Dita akhirnya mau dan melakukan perjanjian dengan iblis yang menyerupai manusia itu. Entah apa yang berada di pikiran Dita kali ini, akan tetapi yang pasti ia ingin membuat sebuah terobosan baru.


Lelah dengan takdir yang membelenggu akhirnya Dita memilih untuk menjadi wanita lain yang baru. Perjanjian darah itu akhirnya terjadi.


Dita meneteskan darahnya ke atas sebuah batu nisan hingga pada akhirnya ia pun kerasukan sosok tersebut. Ia akan membuat Dita terlihat lain ketika berada di hadapan makhluk yang biasa membunuh suaminya. Hingga saat ini Dita terlihat sangat cantik dan menawan.


Dengan langkah lemah lembut Dita berjalan berkeliling taman yang dipenuhi dengan bunga melati. Rambut yang biasa tergerai kini digelung rapi.


Ada beberapa helai rambut yang dibuat poni untuk memperlihatkan wajahnya yang masih awet muda meski usianya sudah bertambah. Sorot matanya tampak tajam menghunus apa saja yang dilihatnya.


"Di- Dita ...." sapa sosok laki-laki yang pernah bertemu dengannya.


Sontak saja Dita menoleh ke belakang.


"Ma-Mas Danu ...."


Danu tersenyum ke arah Dita. Pencarian panjangnya kini berakhir sudah. Keinginan untuk mencari Dita berujung bahagia.


Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, ia justru sudah mendudukkan dirinya di samping Dita. Tentu saja Dita bergeser, saat ia ingin bangkit rupanya tangan Danu menahannya.


"Kenapa? Apa kau ingin meninggalkanku lagi?" tanyanya dengan serius.


Bukannya menjawab, Dita justru menghempaskan tangan Danu dengan kasar. Entah mengapa Dita seolah alergi pada kehadiran Danu. Ia sangat tahu bagaimana perasaan di dalam hatinya pernah tumbuh untuk lelaki itu.


"Ku mohon pergilah Danu, ada banyak wanita yang lebih pantas untukmu di luar sana!"


"Nggak, hanya kamu yang pantas untukku!"


Hampir saja cairan bening di pelupuk matanya keluar, tetapi Dita bisa menahannya hingga beberapa saat kemudian Dita mulai mencoba ilmu Kanuragan miliknya.


Seketika langit yang semula cerah berganti dengan deretan awan gelap yang langsung melingkupi daerah sekitar tempat Dita dan Danu bertemu. Danu masih sempat melihat ke arah atas hingga beberapa saat kemudian ia mulai menemukan jalan terang.


Sayang, saat Danu fokus mengamati perubahan yang mencolok dengan daerah sekelilingnya membuat Danu lemah dan mudah diserang oleh Dita dalam perwujudan lain.


Srash


Tanpa bisa dihentikan, rupanya sosok yang mengikuti Dita membantunya hingga membuat Danu terlempar beberapa meter ke belakang. Ia bahkan sampai muntah darah. Anehnya Danu masih bisa tersenyum dan berdiri tegak di hadapan Dita.


Tidak mau hati kecilnya ikut campur, Dita dengan segera membuat rancangan serangan yang terbaru dan benar saja, Danu terpukul mundur hingga punggungnya mentok ke dinding gua.


"Lakukan apa yang kamu mau Dita, aku ikhlas sama seperti pernikahan yang akan segera kita lakukan sebentar lagi."


Hati kecil Dita sempat tergetar saat mendengar cerita tentang hari pernikahan mereka yang entah kapan bisa terjadi dan diucapkan secara langsung oleh calon suaminya Danuarta.


Melihat Dita lemah, dengan cepat Danu melompat ke dahan lalu memeluknya dengan sangat keras. Tubuh Dita seolah tidak menolak sentuhan dari calon suaminya.


"Bisakah aku bahagia tanpa harus terluka, hingga ...."


Jari tengah Danu terulur untuk menutup mulut Dita.


"Percayalah akan kita jalani masa depan kita ini bersama-sama, asalkan kau memberikan kesempatan kepadaku, Dinda."


"Tidak bisa, maaf."


......................


Penasaran dengan kisah lanjutan Dita dan Danu, ditunggu ya kelanjutannya di Wanita Bahu Laweyan part 2